Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Keistimewaan Membaca Shalawat dan Bukti Nyatanya

Shalawat
Gambar: https://news.detik.com/

Shalawat merupakan sebuah kalimat istimewa yang berisi tentang pengagungan kepada Rasulullah Saw. Apabila seseorang mengucapkannya dengan ikhlas maka akan mendapat berbagai kebaikan di dunia maupun di akhirat. Salah satu bukti bahwa shalawat merupakan bacaan yang istimewa dapat kita lihat dalam firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

Al-Imam Al-Faqih Abu Laits As-Samarakandi menafsirkan ayat di atas bahwa setiap ibadah, seruannya selalu ditunjukan Allah kepada hamba-Nya secara langsung. Namun berbeda dengan shalawat. Dalam ibadah shalawat Allah sendirilah yang mengawalinya (bershalawat) kemudian diikuti para malaikat dan pada akhirnya diserukan kepada seluruh umat muslim untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw.

Hal inilah yang menjadikan shalawat merupakan ibadah tertinggi di antara ibadah-ibadah yang lainya.

Kisah Menakjubkan

Selain itu, kehebatan shalawat juga dapat kita petik dari kisah seorang pengarang kitab Dalalilul Khairat yaitu Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli. Dikisahkan pada suatu hari beliau sedang melakukan perjalanan melintasi padang pasir yang luas. Di tengah-tengah perjalanan, beliau kehabisan air untuk minum kemudian beliau melihat seorang perempuan yang sedang mengambil air di sebuah sumur.

Namun air dalam sumur tersebut sedikit sehingga timba yang digunakan untuk mengambilnya tidak sampai ke permukaan air. Kemudian perempuan tersebut meludahi sumur tersebut. Sesuatu yang mengejutkanpun terjadi. Permukaan air yang tadinya sedikit tiba-tiba naik ke atas sehingga perempuan tersebut mudah dalam mengambilnya.

Melihat kejadian tersebut Imam Muhammad bin Sulaiman al Jazuli bertanya kepada perempuan tersebut, Bagaimana Anda mengambil air itu sedangkan embermu tidak bisa menyentuh permukaan air?. Perempuan tersebut menjawab, “Saat saya mengambil air tersebut saya membaca shalawat dengan penuh keyakinan sehingga atas perantara shalawat tersebut saya dimudahkan oleh Allah saat mengambil air”.

Kemudian beliau ikut mengambil air untuk berwudhu dan minum. Bahkan ketika beliau mengambil air beliau tidak perlu menggunakan ember untuk menjangkaunya. Cukup menggunakan tangan sudah bisa mengambilnya. Setelah kejadian luar biasa tersebut Al-Imam Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli terinspirasi untuk merangkai kitab Dalailul Khairat yang berisi kumpulan shalawat Nabi.

Baca Juga  Mengenal Nabi Muhammad di Dalam Al-Qur'an

Keistimewaan Membaca Shalawat

  • Doa seorang mukmin yang dipanjatkan tanpa dibacakan shalawat Nabi, maka doa tersebut tidak akan sampai ke langit. Namun hanya menggantung di antara bumi dan langit. Seperti yang disabdakan Nabi, “Bila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah dimulai dengan memuja dan memuji Allah kemudian hendaklah membaca shalawat untuk Nabi ﷺ, setelah itu silakan berdoa sekehendaknya.” (HR. Ahmad)
  • Termasuk ibadah yang pasti diterima ibadahnya walaupun ketika mengucapkannya dalam keadaan riya.
  • Seseorang yang membacanya sekali dengan ikhlas maka Allah akan meninggikan derajatnya 10 derajat dan menghapus 10 dosa-dosanya. 
  • Mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw kelak di hari kiamat.
  • Bacaan shalawat akan menjadi temannya kelak di alam kubur (penghibur).
  • Orang yang tidak membaca shalawat dianggap sebagai orang yang tersesat jauh dari surga.

Dalam kehidupan sehari-hari, pembacaan terhadapnya sering sekali diucapkan. Seperti ketika waktu shalat, adzan, tahlil, dll. Namun lebih utama-utamanya dianjurkan oleh Rasulullah adalah bacaan sebagaimana berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَآلِ تحمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حميد مجيد .

Kemudian bisa juga menggunakan shalawat berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدِ النَّبِي الْأُتِي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ كُلَّمَا ذَكَرَكَ النَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُوْنَ

Penyunting: Bukhari