Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Berbagai Kemuliaan Nisyfu Sya’ban dalam Al-Qur’an dan Hadis

kemuliaan nisyfu
Sumber: https://www.arrabita.ma

Nisfu Sya’ban terdiri dari dua kata. Nisfu berarti setengah atau separuh bulan. Sya’ban adalah bulan Sya’ban. Dengan demikian, yang dimaksud dengan Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan atau malam tanggal 15 Sya’ban. Untuk menjadi catatan, setengah bulan di dalam bulan Hijriyah itu jatuh pada tanggal 15. Selain itu, pergantian hari pada sistem penanggalan Hijriyah ditandai ketika matahari terbenam. Bukan tengah malam seperti yang terdapat dalam kalender Masehi. Artikel ini membahas kemuliaan nisyfu sya’ban.

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: “Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban. Kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin; (orang yang hatinya ada kebencian antar sesama umat Islam)”.

Menurut buku Keagungan Rajab dan Sya’ban tulisan Abdul Manan Bin Hj Muhammad Sobari. Kemuliaan Nisfu Syaban Allah SWT turun ke langit dunia sejak terbenamnya Matahari. Terdapat beberapa kejadian penting di bulan Sya’ban, di antaranya

Pergantian Arah Kiblat

Pada bulan inilah kiblat kaum muslim yang awalnya di Masjid Baitul Maqdis selama 16 bulan yang kemudian kiblat mereka ganti ke ka’bah yakni masjid al-haram Mekkah.

Suatu ketika, Rasulullah selalu menanti dan menunggu perintah pergantian arah kiblat. Bahkan beliau hingga berdiri dan menghadapkan wajahnya ke langit. Beliau mengetahui akan turunnya perintah itu dari malaikat jibril. Lalu turunlah wahyu dari Allah Swt. Surat al-Baqarah ayat 144 tentang pergantian arah kiblat

Baca Juga  Budaya Jawa dan Doa Nabi Isa as. di dalam Al-Qur'an

Turunnya Perintah Berpuasa

Pada bulan Syaban, turunlah ayat yang memerintahkan umat muslim untuk menjalani puasa Ramadhan, yakni bulan setelah selesainya bulan Syaban. Hal ini sebagaimana firman Allah, dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

Dari Aisyah RA, “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (H.R Bukhari).

Turunnya Perintah Bersholawat

Pada bulan Sya’ban, Allah menurunkan wahyu yaitu perintaj untuk bersholawat dan mengirimkan salam kepada Rasulullah Saw. Sholawat adalah bentuk penghormatan dengan cara mendoakan Nabi Muhammad dan keluarganya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT. Hal ini dicantumkan dalam surat al-ahzab ayat 56:

Keutamaan Bulan Sya’ban

Selain kejadian-kejadian penting, kemuliaan nisyfu sya’ban ditunjukkan dengan hal-hal berikut::

1. Pengampunan dosa

Di Malam Nisfu Syaban, umat Muslim diberikan kesempatan untuk memohon ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa mereka. Di malam ini, dosa-dosa dapat diampun kecuali Syirik atau yang menyekutukan Allah

2. Allah menurunkan rahmatnya

Pada malam ini, Allah menurunkan rahmatnya kepada seluruh manusia. Malam ini juga disebut malam penuh rahmat.

3. Diberi syafa’at

Saat masih berada di dunia, syafaat mungkin adalah sesuatu yang dianggap tidak penting bagi manusia. Namun, ketika di akhirat nanti, syafaat adalah sesuatu yang amat berharga. Karena dapat memberikan keselamatan, sehingga terhindar dari siksa api neraka.

4. Dikabulkannya setiap do’a

Malam sya’ban merupakan kesempatan yang baik bagi setiap muslim yang memiliki suatu hajat atau keinginan. Selain berdoa tentang duniawi, sebaiknya juga berdoa untuk keselamatan di akhirat; agar mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

Baca Juga  Bincang Buku Tafsir Ayat Cahaya Perspektif Sosial
5. Malam yang istimewa

Malam yang istimewa ini sebaiknya tidak terlewatkan begitu saja dan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang berbau duniawi. Oleh karena itu, manusia dianjurkan melakukan ibadah dengan giat semata-mata untuk meraih ridho Allah SWT.

Momen yang istimewa ini hanya terjadi sekali dalam setahun. Maka setidaknya kita melakukan amalan-amalan yang baik atau disunnahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Seperti melakukan sholat tasbih, memperbanyak istighfar, menunaikan puasa di siang harinya, membaca surat yasin 3 kali, membaca al-Waqi’ah dan membaca do’a kemuliaan Nisyfu Sya’ban.