Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Makna Nisyan Bagi Allah di dalam Al-Qur’an

Sumber: Umma.id

Nisyan artinya lupa, banyak sekali lafaz nisyan dalam al-Qur’an. Namun, tidak semua kata nisyan dalam al-Qur’an diperuntukan untuk manusia, ada sebagiannya yang disandingkan dengan Allah. Di antaranya dalam surah Maryam ayat 64 dan surah At-Taubah ayat 67. Berikut yang memuat lafadz nisyan tersebut.

Tafsir nisyan dalam surah Maryam ayat 64

Surah Maryam ayat 64 turun berkenaan dengan malaikat Jibril yang tidak menurunkan wahyu kepada Rasul dalam waktu yang lama. Turunnya ayat ini semakna dengan surat ad-Duha. Dan Allah dalam ayat ini menggunakan kata nisyan (lupa). Berikut firman Allah ta’ala tersebut:

وَمَا نَتَنَزَّلُ اِلَّا بِاَمْرِ رَبِّكَۚ لَهٗ مَا بَيْنَ اَيْدِيْنَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذٰلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.”

Dalam tafsir as-Sa’di, tidaklah Allah melupakanmu dan mengabaikanmu. Sebagaimana firman Allah [Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidak pula membencimu], bahkan dia masih mengururus urusanmu dengan sebaik-baik dan seindah-indah aturan-Nya.

***

Dalam tafsir Jalalain, makna nisyan dalam ayat ini adalah meninggalkan. Allah tidak akan meninggalkanmu disebabkan wahyu yang terlambat datang kepadamu. Kemudian dalam Tafsir Ibnu Katsir oleh Mujahid dan As-Saddi memaknainya dengan Tuhanmu tidak akan melupakanmu. Maka jelaslah bahwa di sini yang dimaksud nisyan adalah ‘menafikan’ Allah dari sifat lupa, lalai dan semacamnya. Tidak ada kaitannya dengan sifat, tetapi mutlak menunjukan nafyu an-nisyan. Hal ini semakna dengan surah Thaha ayat 52:

Baca Juga  Berbaik Sangka Kepada Allah

 لا يضل ربى ولا ينسى

Tuhanku tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.”

Tidak sepatutnya lupa yang dimaksud sama dengan lupa yang diperuntukan bagi manusia dalam ayat-ayat-Nya, sebab itu adalah kekurangan dan kecatatan dan Allah yang maha sempurna mustahil akan hal itu. Maha suci Allah dari sifat-sifat makhluk tersebut.

Tafsir nisyan dalam surah at-Taubah ayat 67

Allah taala berfirman:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”

Ayat ini menerangkan balasan Allah bagi orang-orang munafik. Abu Muammar As-Sa’di mengatakan: mereka melupakan Allah di dunia, maka Allah melupakannya di Akhirat. Maksudnya, Allah tidak menjadikan mereka bagian dari pahalanya sehingga dilupakan dari yang baik. (Tafsir al-‘Ayyashi: 2/96).

Menurut Imam Al-Baghawi rahimahullah, mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah, maka Allah pun meninggalkan mereka dari taufik dan hidayahNYA di dunia, dari rahmatNYA di akhirat, dan meninggalkan mereka dalam siksaanNYA. (Tafsir Ma’alim at-Tanzil: 2/302).

Mereka meninggalkan ketaatan dan tidak mengikuti perintah Allah, maka Allah pun meninggalkan mereka dari taufik, hidayah, dan rahmatNYA. Bahwa makna nisyan di sini adalah meninggalkan (Tafsir ath-Thabari: 5/510). Apakah Allah lupa? Tidak. Tetapi maknanya adalah meninggalkan. Maka jelaslah bahwa yang dimaksud nisyan di sini adalah meninggalkan, sebagai bentuk timbal balik dan balasan.

Penjelasan

Menurut syaikh asy-Syanqithi dalam adhwaul bayan memaparkan nisyan ke dalam dua bagian: pertama, nisyan yang diisbatkan (ditetapkan) kepada Allah seperti ayat نسوا الله فنسيهم, yang memiliki arti meninggalkan. Kedua, nisyan yang dinafikan dari Allah seperti ayat yang memiliki arti lupa. Bahwa itu adalah suatu kemustahilan bagi Allah.  Seperti ayat  وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيّا. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pernah ditanya mengenai apakah Allah mensifati dirinya dengan nisyan? Beliau rahimahullah menjawab: nisyan memiliki dua makna.

Baca Juga  Feedback Perbuatan Baik Manusia

Pertama, lupa (الذهول). Nisyan semacam ini dinafikan dari Allah. Hal ini berdasarkan dua dalil: dalil sam’i dan dalil ‘aqli.

Dalil sam’i: berdasarkan firman Allah Ta’ala يعلم ما بين ايديهم وما خلفهم، (Allah maha mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan di belakang mereka). ‘Mengetahui yang di hadapan’ menafikan Allah dari sifat jahlun. Sedangkan ‘mengetahui yang di belakang’ menafikan Allah dari sifat nisyan. Hal ini juga sebagaimana perkataan Musa لا يضل ربي ولا ينسى، (Tuhanku tidak akan salah dan tidak pula lupa).

Dalil ‘aqli: sesungguhnya lupa adalah sebuah kecacatan dan Allah yang maha sempurna mustahil dari itu sebab itu menyalahi kesempurnaan-Nya. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan memaknai nisyan bagi Allah dengan makna ini dalam ayat apapun.

***

Kedua, meninggalkan secara disengaja (الترك عن علم أو عمد). Sifat nisyan dalam makna ini merupakan isbat kepada Allah. Sebab banyak nash-nash dalam alquran yang mengisbatkan makna ‘meninggalkan’ ini sebagai bagian dari af’alullah almuta’allaqah bimasyīatih. Hal ini menunjukan kesempurnaan dari kekuasaanNya. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Tauhid: 1/117).

Maka dari penjelasan di atas, perbedaan makna antara ‘dan tidaklah Tuhanmu lupa’ dengan ‘mereka melupakan Allah maka Allah pun melupakan mereka’ sedikitpun tidak terdapat pertentangan. Yang satu, dimaknai lupa. Meski begitu, ayat yang memuat makna ini tidak mensifati, tapi menafikan sifat ini dari Allah yang maha sempurna. Yang satu lagi, dimaknai meninggalkan. Meninggalkan di sini sebagai bagian dari bentuk balasan dari Allah kepada hamba-hamba yang mendurhakainya atas perbuatan mereka melupakan Allah. Kedua ayat tersebut saling menegaskan kekuasaan Allah.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa nisyan dalam surat Maryam ayat 64 bermakna lupa sehingga dinafikan dari Allah karena kemustahilannya akan kekurangan. Sedangkan nisyan dalam surat at-Taubah ayat 67 bermakna meninggalkan yang diisbatkan kepada Allah karena menunjukan kesempurnaan kekuasaanNya dalam timbal balik/balasan.

Baca Juga  Ketika Tuhan Menurunkan dan Membuktikan Surat Cinta-Nya

Nisyan yang semakna dengan surah Maryam ayat 64 yang dimaknai sebagai penafian Allah dari sifat lupa juga terdapat dalam surah Thaha ayat 52. Begitu pula nisyan yang semakna dengan surah At-Taubah ayat 67 yang diisbatkan kepada Allah dengan makna meninggalkan juga terdapat dalam surah Al-A’raf ayat 51 dan surah Thaha ayat 126.

 Wallah a’lam.