Zaman Renaissance adalah abad keemasan dalam sejarah peradaban barat. Abad Renaissance ditandai dengan munculnya ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin gereja. Mereka menganggap bahwa pusat dunia bukanlah Tuhan, melainkan manusia. Manusialah yang berhak dan harus menentukan masa depannya sendiri dan tidak menyerah pada takdir.
Melihat sejarah peradaban Islam dalam perluasan wilayah kekauasaannya, peradaban Islam tidak lepas dari perkembangan peradaban Eropa. Beberapa peristiwa sejarah peradaban Islam telah mempengaruhi perkembangan Eropa mulai dari Penaklukan Andalusia dan Sisilia hingga Perang Salib.
Kontak antara negara-negara Eropa dengan Islam sejatinya telah dibangun oleh Nabi Muhammad saw. sejak masa-masa awal dakwah Islam. Pada tahun ke 6 Hijrah, Nabi Muhammad saw. Mengirimkan surat yang berisi ajakan memeluk agama Islam kepada raja-raja dari negara tetangga melalui utusan-utusannya. Utusan-utusan itu dikirim ke Kaisar Byzantium (Heraclius), Raja Mesir (Muqauqis), Raja Abbessinia/Ethiopia (Najasyi), dan ke Raja Persia (Kisra). Sehingga dari ajakan inilah Islam mulai dikenal di belahan dunia lainnya.
Pasukan Islam Memasuki Eropa
Masuknya Islam pertama kali ke Spanyol pada tahun 711 M tentunya menggemparkan dunia Eropa pada masanya. Sebelum kedatangan Islam di Spanyol, Spanyol dikenal dengan nama Iberia/Asbania yang kemudian berganti nama menjadi Andalusia. Sebutan itu berasal dari kata Vandalusia, yang berarti negeri bangsa Vandal, karena bagian selatan semenanjung itu pernah dikuasai bangsa Vandal.
Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan di sana. Mereka adalah Tarif bin Malik, Tariq bin Ziyad, dan Musa bin Nusair. Tariq bin Ziyad paling dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya sebanyak 12.000 prajurit berhasil menaklukan Spanyol pada tahun 92 H/711 M. Kemenangan pertama yang dicapai oleh Tariq bin Ziyad tersebut membuka jalan bagi peradaban islam untuk menaklukkan wilayah lebih luas lagi.
Perluasan Islam di Sisilia
Penyerbuan kaum muslimin yang telah dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini. Mereka telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh ke Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Dunia Kristen latin ini merasakan pengaruh muslim melalui Sisilia. Serangan pertama ke Sisilia tahun 652 M., ketika kota Siracusa dimasuki dan kekuasaannya tenggelam saat itu juga. Pada tahun 831 M., kota Palermo dapat dikuasai umat Islam. Penaklukan daerah Italia terus berlangsung hingga mencapai anti klimaks pada abad ke-9 yaitu pada tahun 871 M. Saat kota Bari direbut kembali oleh pasukan Kristen dan menjadi pertanda berakhirnya kekuasaan muslim atas Italia dan Eropa tengah.
Perang Salib dan Pertukaran Budaya
Invasi atas Spanyol dan Sisilia memunculkan reaksi gerakan Perang Salib pada abad ke-11. Terjadinya perang salib ini mengakibatkan terjadinya tukar-menukar pengaruh budaya di antara mereka, atau lebih tepatnya penerimaan orang-orang Eropa atas corak-corak kebudayaan Islam.
Tentara-tentara salib menetap di Timur Islam dalam waktu yang cukup lama sejak abad 5 H sampai 7 H (12 M sampai 17 M). Terjadilah hubungan yang intensif dengan seluruh peradaban Islam yang membuat tentara salib kagum. Karena peradaban Eropa sebelumnya memiliki sejarah kelam akibat dari kekuasaan gereja. Pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan tersebut berpengaruh pada kebangkitan orang-orang Eropa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Renaissance.
Keterbukaan Kaum Muslimin Menyebarkan Ilmu
Kedatangan Islam ke Spanyol mengubah tatanan baru dan pencerahan terhadap bangsa Eropa dengan sebuah peradaban baru. Yakni peradaban Islam yang dibawa oleh bangsa Arab dan masuk melalui Spanyol. Keterpengaruhan peradaban Islam atas Eropa tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat untuk hidup. Reformasi gereja, pembangkangan terhadap kaum feodal yang dzalim, sistem pendidikan sastra, hingga arsitektur tidak terlepas dari pengaruh peradaban Islam.
Keterbukaan yang dibangun oleh kaum Muslimin saat itu dalam menyebarkan ilmu menjadikan setiap kelompok, daerah, atau suku bangsa manapun. Mereka sangat mudah menimba ilmu pengetahuan dari kaum Muslimin di Spanyol, baik ilmu-ilmu ‘aqli maupun ilmu naqli. Ketika mereka sudah kembali ke daerah masing-masing, banyak yang mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut di daratan Eropa. Keterbukaan ilmu dari kaum Muslimin inilah yang menjadi salah satu semangat bagi peradaban Eropa untuk perlahan bangkit dari masa kegelapan menuju masa kebangkitan/Renaissance.
Penyunting: Ahmed Zaranggi





























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.