Kajian pendidikan sampai saat ini belum terhenti. Fokusnya cukup beragam. Teori dan implementasinya pun terus berkembang sesuai dengan temuan penelitian. Tak terkecuali pendidikan Islam, teorinya terus dipelajari dan dijadikan fokus penelitian. Ragam teorinya ada yang berdasarkan kewahyuan juga ada yang bersifat keilmuan empiris. Para ahli menyepakati bahwa al-Qur’an salah satu sumber rujukan dalam pengembangan teori pendidikan. Di dalamnya memuat banyak isyarat penting yang dapat dijadikan dasar dalam teori pendidikan.
Pendidikan yang secara ideal bersumber atas ajaran Islami tetap menjadi rujukan untuk memaknai hakikat pendidikan yang berkembang selama ini. Pendidikan Islam memberikan ruang wacana untuk solusi krisis kemanusiaan. Muhammad Quthb mengungkapkan bahwa jika pendidikan ingin bernuansa teologis dan humanistik, hendaknya didasarkan pada sumber pokok ajaran Islam yaitu al-Qur’an.
Keistimewaan al-Qur’an dalam Kajian Pendidikan
Arkoun (1997) dalam bukunya Berbagai Pembacaan Quran memandang al-Qur’an masuk ke dalam sejumlah kecil kitab suci yang memiliki pengaruh amat luas dan mendalam terhadap jiwa manusia. Kitab ini telah digunakan kaum Muslimin untuk mengabsahkan perilaku, melandasi berbagai aspirasi, memelihara berbagai harapan, dan memperkukuh identitas kolektif. Ia juga digunakan dalam kebaktian-kebaktian publik dan pribadi kaum Muslimin, serta dilantunkan dalam berbagai acara resmi dan keluarga. Pembacaannya dipandang sebagai tindak kesalehan dan pelaksanaan ajarannya merupakan kewajiban setiap Muslim.
Al-Qur’an sebagai sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam mengajarkan dan mengajak manusia untuk selalu menggunakan akal dan pikirannya untuk memikirkan seluruh ciptaan Allah Swt dan untuk senantiasa mengambil hikmahnya. Sebagai sumber ajaran Islam, Zulkabir (1998) dalam Islam Kontekstual dan Konseptual memandang bahwa Al-Qur’an telah menunjukkan isyarat keistimewaannya. Keindahan redaksi yang digunakan Al-Qur’an, akurasi makna dan kesempurnaan ruang lingkup yang dikandungnya, baik yang berkenaan dengan alam khalqi, menyangkut semesta alam makro dan mikro, maupun alam khuluqi yang menyangkut budaya dan peradaban manusia.
Tujuh Argumentasi
Apa saja alasan al-Qur’an dijadikan sumber rujukan? Berikut ini paparannya.
Pertama, Al-Qur’an dijadikan sumber pendidikan Islam yang pertama dan utama karena ia memiliki isyarat nilai absolut yang diturunkan dari Allah Swt. Allah Swt telah menciptakan manusia dan Dia pula yang mendidik manusia. Secara umum content pendidikan telah termaktub dalam wahyu-Nya tersebut. Tidak satu persoalan termasuk persoalan pendidikan yang luput dari jangkauan Al-Qur’an (QS. Qs. al-An’am/6: 38; (Qs. al-Nahl/16: 89)
Kedua, Al-Qur’an merupakan pedoman normatif teoritis dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Kalam yang tertuang dalam Al-Qur’an merupakan dassollen yang harus diterjemahkan menjadi dassein oleh para ahli pendidikan menjadi suatu rumusan pendidikan Islam yang dapat mengantarkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang hakiki.
Ketiga, sebagai sebuah paradigma, Al-Qur’an (Islam) mempunyai konsep dan teori sendiri mengenai pendidikan terutama menyangkut konsep Tuhan dan manusia. Sumber pengetahuan dan ilmu dalam persfektif Al-Qur’an adalah Allah Swt, bukan manusia, di samping sumber-sumber lain yang sudah menjadi masyiah-Nya dalam konteks penciptaan semesta. Sumber pengetahuan yang bersifat empiris, bersifat akliyah, dan intuitif diperkenalkan oleh Al-Qur’an sebagai sebuah sumber dan alat mencari pengetahuan yang digunakan oleh manusia.
Keempat, Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia (hudan li al-na>s), penjelasan bagi petunjuk Allah (bayyinât min al-huda>), dan pembeda antara yang hak dan batil (al-furqa>n), sebagaimana termaktub pada QS al-Baqarah [2]: 185.
Kelima, Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang dijadikan pedoman untuk keberlangsungan hidup manusia (Quraish Shihab, 1999). Tujuan pendidikan dalam persfektif Islam diturunkan dari ajaran Islam sesuai dengan pancaran Al-Qur’an dan sunnah.
***
Keenam, Al-Qur’an merupakan sumber penelaahan pendidikan Islam yang banyak memberikan inspirasi edukatif yang perlu dikembangkan secara filosofis dan ilmiah. Upaya pengembangan seperti ini diperlukan sebagai kerangka membangun sistem pendidikan Islam.
Ketujuh, Al-Qur’an sebagai sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam mengajarkan dan mengajak manusia untuk selalu menggunakan akal dan pikirannya untuk memikirkan seluruh ciptaan Allah Swt dan untuk senantiasa mengambil hikmahnya.
Al-Qur’an menjadi sumber normatif untuk menurunkan teori pendidikan Islam sekaligus menjadi landasannya. Proses penurunan gagasannya memerlukan kaidah pemikiran filsafat, ilmu, dan tafsir pendidikan. Sumber wahyu yaitu Al-Qur’an yang menempati posisi paling atas sebagai sumber dan landasan teori pendidikan Islam.
Penelitian terhadap sumber wahyu tersebut akan menurunkan teori sebagai dasar bagi pengembangan teori pendidikan pada level filsafat pendidikan. Teori pada level filsafat diturunkan pada teori sains pendidikan. Terakhir, teori pada level sains pendidikan diturunkan pada manual pendidikan sebagai praktek pendidikan.
Penelitian seperti ini berorientasi pada paparan konsep pendidikan dalam isyarat Al-Qur’an. Kerja ilmiahnya melalui berbagai pemikiran dan gagasan pendidikan yang diturunkan pada pengembangan teori pendidikan. Wallahu A’lam.
Editor: An-Najmi





























Leave a Reply