Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

IMM DKI Jakarta Apresiasi Langkah Tegas Menteri Agama atas Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

Menteri Agama
Gambar: Dok. Pribadi

Langkah tegas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam merespon kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum kiai di sebuah Pondok Pesantren di Pati mendapat apresiasi dari masyarakatSalah satunya datang dari Muhamad Bukhari Muslim, Bendahara Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta. 

“Kami mengapresiasi komitmen dan langkah tegas Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar dalam melindungi dan memberi jaminan keamanaan bagi lingkungan pesantren,” jelasnya.

Ia juga menilai sejak awal terpilih menjadi Menteri agama, Nasaruddin Umar senantiasa menunjukkan perhatian yang nyata bagi perlindungan harkat dan martabat manusia. Karena itu ia menyayangkan beberapa pihak tidak bertanggung jawab yang coba memelintir dan menggiring opini negatif kepada Menteri Agama. 

“Prof Nasar adalah sosok yang dari awal hingga sekarang konsisten membela dan melindungi martabat kemanusiaan. Karena itu mereka yang memprovokasi dan menggiring opini negatif pada beliau, tentu salah kaprah dan tidak mengenal siapa beliau”, tandasnya. 

Selain itu mahasiswa magister Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) tersebut melihat sikap tegas Menteri Agama dalam menyelesaikan persoalan kekerasan seksual tidak hanya melalui pernyataan lisan, tapi juga kebijakan nyata. Salah satu langkah nyata yang ditempuh oleh Kementerian Agama adalah dengan membentuk Satuan Pembinaan Pondok Pesantren. Langkah ini, lanjut Bukhari, perlu didukung dan dikawal bersama. 

“Prof Nasar telah memberikan respon dan solusi maksimal dalam menjamin keamanaan lingkungan pesantren, khsususnya dengan membentuk Satuan Pembinaan Pondok Pesantren. Langkah ini perlu didukung dan dikawal oleh seluruh elemen masyarakat”, imbuhnya.

Terakhir Bukhari berharap agar Satuan Pembinaan Pondok Pesantren, khususnya dalam memberikan jaminan keamanaan dan pencegahan kasus kekerasan seksual di pesantren, dapat berjalan serius dan kontinu. Sebab ini, jelas Bukhari, adalah langkah progresif dan sistem awal untuk memutus mata rantai kekerasan di lingkungan pesantren.     

Baca Juga  Konsep Dasar Penguatan Moderasi Beragama: Sebuah Refleksi