Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 92-94: Merasa Mulia? Coba Hadapi Maut

Mansukh
Sumber: unsplash.com

Kamu menyatakan bahwa kamu hanya akan beriman kepada Kitab yang kamu terima, dan tidak mau beriman kepada yang di dalamnya. ltu hanya cakapmu saja:

“Dan sesungguhnya telah datang kepada kamu Musa dengan keterangan-keterangan.” (pangkal ayat 92)

Berapa banyak dia mempertuniukkan kepada kamu mu’jizat kebesaran Allah. Meskipun hal itu ditujukan kebanyakannya kepada Fir’aun namun kamu tentu dapat mengambil i’tibar dan kejadian-kejadian itu.

“Kemudian kamu ambil (kamu sembah) anak-lembu sesudah itu.”

ltukah bukti bahwa kamu hanya berirnan kepada yang diturunkan kepada kamu?

“Adalah kamu orang-orang yang aniaya.” (ujung ayat 92).

Yaitu menganiaya dirimu sendiri, karena kamu dibebaskan dari tirdasan Fir’aun yang menyembah berhala, oleh Allah Yang Maha Tunggal, padahal kamu sembah lagi berhala anak-lembu setelah kamu diselamatkan. ltulah satu aniaya besar terhadap diri sendiri.

*

“Dan (ingatlah) tatkala Kami ambil perjanjian kamu, dan Kami angkatkan gunung di atas kamu. Lalu Kami firmankan: Ambillah apa yang Kami datangkan kepada kamu dengan sungguh-sungguh dan dengarkanlah.” (pangkal ayat 93).

Dengarkanlah segala ajaran yang disampaikan kepada kamu dengan perantaraan Rasul Kami Musa dan Harun. Tetapi apa sambutan kamu atas perjanjian itu, perjanjian yang sampai mengancam kamu akan menghimpitmu dengan gunung?

“Mereka berkata: Telah kami dengarkan dan kami durhakai.”

Begitulah sambutan kamu atas perjanjian dan perintah Tuhan. Meskipun mulut tidak berkata begitu, tetapi perbuatanmu rnenjawab begitu. Pengaruh apa yang telah masuk ke dalam hatimu sehingga sampai kamu berani mendurhakai sampai sedemikian rupa? Sebabnya ialah:

“Dan menyusuplah ke dalam hati mereka anak-lembu itu lantaran kekafiran mereka.”

 Artinya pengaruh penyembahan kepada berhala anak lembu itu sudah sangat meresap ke dalam hati mereka, sehingga walaupun telah diancam akan dihimpit gunung, walaupun telah diperintah supaya setia kepada hukum Taurat dengan sungguh-sungguh, namun pengaruh anak lembu itu belum lagi kikis dari dalam hatinya.

“Katakanlah” – wahai Utusan Kami – “Alangkah buruknya apa yang disuruhkan oleh iman kamu itu, kalau memang kamu beriman.” (ujung ayat 93).

 Kalau memang kamu beriman kepada syariat yang diturunkan kepada Musa, padahal terbukti ancaman runtuh gunung tidak rnerubah perangaimu dan perintah memegang Taurat sungguh-sungguh dengan nyata-nyata kamu durhakai, memang amat buruklah pengaruh dari apa yang kamu katakan beriman itu.

Baca Juga  Tafsir Q.S Al-Baqarah Ayat 172-173 (2): Makanan yang Haram

*

Tadi mereka menganggap Bani lsrail adalah kaum yang diistimewakan Allah. Di akhirat merekapun akan mendapat tempat yang lebih mulia daripada tempat segala bangsa dan kaum di seluruh dunia. Mereka adalah kaum yang handal, dipilih Tuhan buat melebihi segala bangsa di dunia dan di akhirat. Kalau memang demikian keyakinan kamu:

“Katakanlah” – Wahai Utusan Kami – “Jika memang untuk kamu negeri akhirat itu, di sisi Allah sudah ditentukan, tidak ada bagi orang-orang lain, maka cobalah minta mati itu; jika kamu memang orang (ayat 94).

Karena orang yang sudah yakin bahwa dia telah disediakan tempat yang mulia di akhirat, melebihi segala manusia di dunia ini, apalah artinya dunia. Bukankah orang lain takut menghadapi maut karena keyakinan itu. Keberanian menghadapi maut adalah bukti yang terang atas adanya keyakinan itu.

Sebelum mereka menjawab, sudah nyata akan jawabnya. Mereka tidak berani menghadapi maut.

Sumber: Tafsir Al-Azhar Prof. HAMKA. Pustaka Nasional PTE LTD Singapura