Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Sebab Perbedaan Penulisan Al-Qur’an Dengan Kaidah Imla’ Bahasa Arab

Sumber: istockphoto.com

Al-Qur’an merupakan sebuah mukjizat yang diturunkan melalui Rasulullah shallallahu ‘alai wasallam kepada seluruh umat manusia dan masih dapat kita lihat dan rasakan hingga hari ini. Setiap kata yang pada Al-Qur’an adalah mukjizat. Baik itu pada bacaannya, menjelaskan setiap maknanya, bahkan pada metode penulisan Al-Qur’an itu sendiri.

Namun bagi orang yang sudah belajar mengenai kaidah dasar kepenulisan Bahasa Arab, kita akan sedikit bertanya-tanya dan merasa bingung; bahwa beberapa lafaz yang ada pada Al-Qur’an berbeda dengan kaidah imla’ atau kaidah dasar menulis dalam Bahasa Arab. Bukankah Al-Qur’an sendiri menggunakan Bahasa Arab? Lantas kenapa beberapa lafaznya berbeda dengan kaidah Bahasa Arab? Apakah ini termasuk menyalahi kaidah?.

Rasm Al-Qur’an

Tak sedikit orang yang meninggalkan pertanyaan di benaknya ketika membaca Al-Qur’an, kemudian mendapati perbedaan yang ada dalam segi penulisannya. Namun perlu kita ketahui; bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang di dalamnya terdapat limpahan mukjizat yang tak ada henti-hentinya. Salah satunya terdapat pada gaya penulisan pada setiap lafaznya yang kita kenal dengan istilah rasm Al-Qur’an. Jadi, tidak cocok jika kita mengatakan penulisan Bahasa Arab yang ada pada Al-Qur’an menyalahi kaidah.

Rasm Al-Qur’an yang dimaksud adalah metode khusus yang dipakai untuk menulis setiap lafaz yang ada pada Al-Qur’an, baik itu dari segi huruf-hurufnya ataupun jenis setiap kalimatnya. Yang mana metode ini juga memiliki kaidah tersendiri sehingga akan kita dapati beberapa kosa kata Bahasa Arab berbeda dengan lafaz-lafaz yang ada pada Al-Qur’an. Seperti kaidah menghapus, menambah, menyesuaikan hamzah, memisahkan kata, dan lain sebagainya.

Mayoritas ulama juga telah sepakat; bahwa penulisan yang ada pada Al-Qur’an tidak boleh diselisihi karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alai wasallam memiliki para penulis Al-Qur’an yang terpilih untuk menulis setiap lafaz yang ada pada Al-Qur’an di bawah pengawasan beliau langsung.

Baca Juga  Membangun Etika Komunikasi

Contoh Perbedaan Lafaz Yang Ada Pada Al-Qur’an dan Kaidah Imla’ Bahasa Arab

Mukjizat penulisan Al-Qur’an nampak pada perbedaannya dengan kaidah imla’ Bahasa Arab, baik itu dengan menambah atau mengurangi beberapa komponen dalam lafaznya. Ataupun beberapa huruf -akan kita dapati- yang tidak dibaca, namun huruf itu tertulis dalam sebuah kata. Dan sebaliknya. Perbedaan ini biasa kita temui pada awal surah dan awal ayat dalam Al-Qur’an:

﴿بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴾

Dalam bentuk yang berbeda dengan kaidah yang biasa kita lihat pada umumnya. Terletak pada huruf setelah ba’ mestinya ada hamzah washl, akan tetapi dalam rasm Al-Qur’an hal ini ditiadakan.

Contoh lain juga bisa kita temukan pada surah al-‘Alaq ayat pertama:

﴿اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ﴾

Dapat kita temukan pada penulisan huruf setelah huruf ba’ di sini adalah dengan tidak menghapus hamzah washl. Salah satu sebabnya ialah karena ada kata kata  ism disandarkan dengan kata robb setelahnya. Dan masih banyak lagi perbedaan kata yang tentu saja tak bisa disebutkan dan ditulis semuanya.

Sebagaimana paparan yang kita lihat dari contoh di atas; bahwasannya penulisan Al-Qur’an pada mushaf adalah sebuah tulisan yang murni dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga bagi para pembaca Al-Qur’an alangkah baiknya jika ia memperhatikan lafaz-lafaz pada Al-Qur’an karena di dalamnya terdapat mukjizat yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang memang mempelajarinya.

Hikmah Yang Tersembunyi Dalam Rasm Al-Qur’an

Pada bagian rasm Al-Qur’an ini, sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya; bahwa beberapa lafaz pada Al-Qur’an berbeda dengan kaidah dasar dalam menulis Bahasa Arab. Jika kita merujuk apa yang dikatakan oleh Imam al –Razi; bahwa setiap huruf, setiap kata, bahkan setiap harakat yang tertulis pada Al-Qur’an memiliki makna dan hikmah tertentu. Seperti hal nya yang terdapat pada kata أمَّهٰتُ. Di dalam Al-Qur’an kata jamak dari أم yang seharusnya terdapat huruf alif sebelum akhir dari huruf tersebut, namun nyatanya yang kita lihat tidak ada alif pada posisi atau letak tersebut. Akan tetapi berbanding terbalik dengan kata ءابَاۤء yang merupakan kata jamak dari أب. Yang mana alif di posisi tersebut tidak dihapus dan masih tetap ditulis.

Baca Juga  Perintah Terus Bertaubat Meskipun Mengulangi Maksiat

Dari perbedaan tersebut menandakan; bahwasannya seorang ibu memiliki kedekatan khusus dengan anak-anaknya yang seakan-akan tak ada jarak apapun yang menjadi pemisah hubungan antara seorang ibu dan anak-anaknya, bahkan walaupun itu hanya sebuah huruf madd yang menjadi pemisah satu kata dari “ibu”. Dan masih banyak lagi hikmah yang tersembunyi dalam rasm Al-Qur’an jika kita mempelajarinya.

Namun tentu saja makna dan hikmah rasm Al-Qur’an yang dapat disingkap belum dapat memenuhi rahasia keseluruhan hakikatnya. Masih ada makna dan kajian yang luas untuk memaparkan hikmah yang terkandung dalam rasm Al-Qur’an ini. Untuk itu para ulama terus tengah mencari dan berusaha menyingkap hikam di balik mukjizat penulisan Al-Qur’an.

Kesimpulan

Lafaz-lafaz yang ada pada Al-Qur’an memiliki metode khusus dalam kepenulisannya. Berbeda dengan kaidah imla’ atau kaidah dasar dalam menulis Bahasa Arab pada umumnya. Sebagaimana saat kita membaca Al-Qur’an yang diiringi dengan keindahan bacaannya, apabila kita membacanya dengan baik, benar, dan sesuai dengan kaidah yang diturunkan dari Allah, maka kita akan mendengar lantunan ayat-ayat suci yang begitu indah akan masuk melalui telinga kita. Itulah yang kita sebut dengan bacaan tartil. Yaitu bacaan yang menggunakan tajwid. Inilah metode yang dipakai dalam membaca Al-Qur’an. Jika membaca saja Al-Qur’an menggunakan metode tertentu, maka menulis ayat-ayat Al-Qur’an juga memiliki metode tertentu. Yaitu rasm Al-Qur’an.

Oleh karena itu, jika kita menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an, hendaklah kita menuliskan nya sesuai dengan yang ada pada mushaf Al-Qur’an. Karena ayat-ayat pada Al-Qur’an itu memiliki kaidah tersendiri dalam penulisannya. Tulisan yang telah ditulis oleh para sahabat dan di bawah pengawasan Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam.

Editor: An-Najmi

Baca Juga  Makna Adil dalam Al-Qur'an: Analisis Semantik Kata Al-Qist