Manusia merupakan makhluk yang mulia. Kemuliaannya menjadikan para malaikat bersujud kepada nya atas perintah Allah. Kecuali Iblis yang membangkang atas perintah Allah karena menganggap bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam. Kesombongan menjadikan dirinya menjadi hina, bahkan di usir dari surga. Pada hakikatnya iblis selalu menggoda manusia untuk melakukan perbuatan yang tercela diantaranya adalah sifat sombong.
Kesombongan Iblis
Sombong merupakan sifat utama dari iblis. Hal ini di tunjukkan nya (iblis) ketika di perintahkan untuk bersujud kepada Adam. Sebagai mana dalam firman Allah:
قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Artinya: Apa yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud kepada Adam ketika Aku menyuruhmu? Iblis menjawab: Aku lebih baik dari pada dia. Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.
Dari dalil ini dapat di ketahui bahwa kesombongan menjadikan nya lupa akan siapa dirinya dan siapa yang menciptakan nya. Sehingga Allah mengusirnya dari surga.
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ
Artinya: “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.” (Al-A’raf:13).
Menghindari Kesombongan
Seorang makhluk seharusnya sadar akan siapa dirinya, serta terus menerus riyadhah atau olah jiwa sehingga ia selalu mengingat Allah. Hal ini akan menjadikan nya lebih tawadhu‘. Sombong bukan berarti seseorang yang memiliki harta kemudian membelanjakan hartanya dengan pakaian yang bagus, kendaraan yang bagus atau bahkan perhiasan yang di senangi. Akan tetapi hakikat dari kesombongan ialah بَطَرُالحَق وَغَمط الناس menolak kebenaran dan merendahkan manusia/orang lain. Seperti yang telah disebutkan dalam hadits Nabi Saw.
وَعَنْ عَبْدِ الله بْن مَسْعُودٍ ، عَنِ النَّبِيِّ ، قال : لا يَدْخُلُ الْجة مَن كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كبْر)). فَقَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أنْ يَكُونَ ثوبه حَسَناً، ونَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: ((إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ: بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْط النّاس
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan dari Nabi, beliau bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong seberat biji sawi.” Salah seorang shahabat bertanya, “Tetapi, orang itu senang kalau bajunya bagus dan sandalnya bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Sombong ialah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR Muslim)
Karakteristik Kesombongan
Di antara Contoh بَطَرُالحق atau menolak kebenaran ialah: ketika seseorang melakukan kesalahan kemudian ada yang menasehati dirinya, ia justru membantah dan tidak terima atas nasihat yang diberikan kepadanya. Sedangkan غمط الناس atau merendahkan manusia ialah: ketika di nasehati ia justru angkuh atau menganggap orang yang menasehati dirinya tidak selevel dengan nya. baik dari segi ilmu, harta, jabatan/kedudukan bahkan guru.
Di antara sebab yang menjadikan seseorang berlaku sombong ialah: pertama زِيادَةالمال bertambahnya harta, kedua زيادةالمنسق bertambah nya kedudukan, ketiga زيادةالعلم bertambah ilmu dan yang keempat adalah زيادةالطاعة bertambahnya ketaatan. Dari keempat sebab ini sangat berpeluang bagi iblis untuk menggoda manusia untuk berlaku sombong.
Hikmah Kesombongan Iblis
Seorang makhluk tidak perlu sombong atas apa yang dimilikinya, semua yang dimiliki hanyalah pemberian dari Allah Swt. bahkan nyawanya pun hanyalah sekedar titipan dari sangkuasa. Kesombongan tidak akan memberikan apa-apa melainkan kerugian serta kehinaan.
(al-Isra:37) وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Artinya: “Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung”. Ayat ini, di dalam tafsir al-Muyassar, dikatakan bahwa: seseorang tidak akan mampu menembus bumi dengan langkahan kakinya serta menyamai tingginya gunung dengan keangkuhan, kesombongan serta takabbur. Mereka yang sombong hanya akan mendapat nasib seperti Iblis.

























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.