Setiap hari Kamis dan Jum’at, di media sosial sering bertebaran konten berkaitan dengan keutamaan membaca surat Al-Kahfi, seperti hadits berikut “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi).
Bagi orang yang sering membaca surat tersebut dengan terjemahannya, tentu akan menemukan bahwa surat Al-Kahfi didominasi oleh kisah. Itu wajar karena memang Al Qur’an sendiri didominasi kisah. Salah satu hikmah dari dominasi kisah dalam Al-Qur’an ini menunjukkan bahwa kisah merupakan metode dan media yang cukup baik dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan, selain bahwa kisah-kisah tersebut memang memuat sejarah umat terdahulu.
Lalu apa saja kisah yang terdapat dalam surat Al-Kahfi itu ?
Pertama, Kisah Ashabul Kahfi
Kisah Ashabul Kahfi atau sekelompok pemuda yang dikisahkan tertidur dalam sebuah gua selama berabad-abad karena diburu oleh penguasa zalim yang memaksa untuk pindah agama menjadi sebuah kisah pokok dalam surat ini. Sehingga penamaan surat ini juga didasarkan pada dominasi kisah para pemuda penghuni gua ini.
Kedua, Kisah Pemilik Dua Kebun
Kisah ini tentang seseorang yang diberi dua kebun indah dan subur, di dalamnya terdapat banyak pepohonan seperti kurma dan anggur. Akan tetapi orang ini mengatakan bahwa dua kebun ini adalah hasil kerja kerasnya serta lupa bahwa itu merupakan pemberian dari Allah padanya. Selain memiliki dua kebun, orang ini juga memiliki anak-anak dan harta yang melimpah.
Suatu ketika orang ini berdialog dengan seorang fakir miskin yang beriman. Orang ini kemudian menasehati pemilik dua kebun ini bahwa sesunggunya kemuliaan yang dimiliki olehnya sebenarnya milik Allah yang diberikan kepadanya. Akan tetapi pemilik dua kebun ini membantahnya, sehingga Allah menimpakan musibah kepadanya karena kesombongannya.
Ketiga, Kisah Nabi Adam dan Iblis
Kisah ini merupakan peringatan kepada semua manusia untuk menjauhi tipu daya Iblis yang menjadikan Nabi Adam keluar dari surga dan hidup di dunia. Di sisi lain juga menerangkan bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah surga, sehingga agar manusia kembali ke surga sebagai tempat asalnya, perlu memperbanyak amal kebaikan.
Keempat, Kisah Nabi Musa dengan Seorang yang Saleh
Beberapa sumber lain mungkin menyebut bahwa sosok yang ditemui oleh Nabi Musa ini adalah Nabi Khidhir, dan pendapat-pendapat lain yang tidak perlu disertakan dalam pembahasan ini.
Dalam kisah ini, Nabi Musa dihadapkan pada tiga hal yang tampaknya merupakan kejadian yang memang tidak baik. Pertama, melubangi perahu yang dinaiki dan bisa saja membuat mereka tenggelam. Kedua, pembunuhan seorang anak kecil yang sedang bermain. Ketiga, memperbaiki dinding rumah yang akan roboh.
Ketiga peristiwa ini tentu tidak untuk dicontoh untuk dilakukan di masa sekarang, apalagi dengan mengklaim diri dalam melakukannya karena telah mencapai derajat kesalehan tertentu. Akan tetapi ketiga peristiwa ini menghadirkan pelajaran hidup, bahwa tidak semua hal buruk yang terjadi dalam kehidupan selalu benar-benar buruk, maka perlunya bersabar sampai Allah tunjukkan hikmahnya.
Kelima, Kisah Dzul Qornain
Belum ada satupun fakta sejarah yang menunjukkan siapa sebenarnya Dzul Qornain ini. Apakah Dzul Qornain itu nama asli, atau nama julukan, ataukah seorang nabi atau seorang yang shalih, itu belum bisa diketahui dengan jelas. Akan tetapi dalam Surat Al-Kahfi, Dzul Qornain digambarkan sebagai seorang hamba Allah yang taat dan diberikan kekuatan dan kemampuan untuk memenangkan peperangan. Sehingga sekelompok orang kemudian memintanya untuk membantu kaum ini dalam menghadapi kaum lain yang suka berbuat kerusakan, lalu Dzul Qornain berhasil membantu kaum ini dan memenangkan pertempuran.






























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.