Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kontekstualisasi Adzab Kaum ‘Ad di Masa Kini

Sumber: Inews-Jateng.com

Dalam Al-Qur’an kaum ‘Ad digambarkan sebagai kaum tertua didunia yang mempunyai peradaban paling maju, tetapi karena kekayaan mereka, sehingga mereka bersifat tamak dan ingkar kepada Allah SWT. Lebih lanjut Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kaum ‘Ad generasi pertama merupakan kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah bencana banjir yang turun pada zaman nabi Nuh AS. 

Dakwah Nabi Hud

Nabi Hud diutus oleh Allah kepada kaum ‘Ad memiliki dua misi utama di antaranya yakni untuk meluruskan akidah yang salah dan mengajarkan akhlaq yang benar. Materi yang disampaikan oleh Nabi Hud tidak lepas dari ajakan untuk menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan apapun serta mengingatkan kaum ‘Ad untuk menjauhi kedzaliman dan penganiayaan terhadap golongan orang-orang lemah.

Meskipun materi yang disampaikan tidak diuraikan secara detail dan kompleks seperti apa yang terdapat dalam materi dakwah ajaran Islam, namun esensi dan substansi dari materi tersebut telah dipraktekkan sepenuhnya oleh Nabi Hud. Secara garis besar, seperti yang disampaikan oleh Abdul Karim Zaidan, beliau mengelompokkan materi dakwah Nabi Hud dalam beberapa point di antaranya:

  1. Materi mengenai kepercayaan (tauhid atau akidah), yakni sebuah peraturan yang mengatur tentang kepercayaan seperti apa yang terkandung dalam rukun iman.
  2. Mengenai etika atau akhlaq yaitu suatu aturan yang mengatur perilaku manusia yang bersangkutan dengan perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dan ditinggalkan.
  3. Ibadah, yang mana di situ terdapat peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya atau sebaliknya secara baik dan benar.
  4. Muamalah, yaitu aturan tentang hubungan sesama manusia.

Kontekstualisasinya Adzab Kaum ‘Ad dan Piala Dunia 2022

  1. Kemerosotan Moral
Baca Juga  Proses Pewahyuan Al-Qur'an: Dari Lauhul Mahfudz hingga ke Dunia

Hari ini, penyebab utama kemerosotan moral yang melanda seluruh dunia, dari Amerika hingga Belanda, dari Timur Jauh hingga Rusia, mereka telah melakukan kekufuran yaitu kebohongan terhadap hati mereka dan menganggap diri mereka bebas tidak mempunyai kewajiban terhadap Pencipta mereka.  Karena kekufuran telah melanda dunia luas ini dalam sejarah dunia, masalah homoseksualitas ke dalam norma-norma sosial.  Alasan yang sama berlaku pula pada perbuatan maksiat seperti: prostitusi, pedofili, perjudian, penggelapan, dan penipuan yang tidak terkendali.

Kasus kemerosotan moral sering kali di kaitkan dengan hak asasi manusia yang membiarkan seseorang atau kelompok melakukan kebebasan mereka. Seperti kasus yang merak dikalangan pesepak bola dunia yaitu kasus penolakan tuan rumah FIFA 2022 terhadap supporter yang LGBT dan meminum alcohol. Menurut dunia barat, larangan ini bertentangan dengan hak asasi manusia dan berniat protes kerhadap kebijakan ini. Mereka mendapat perlindungan dari organisasi HAM karena pemikiran mereka yang liberal.

2. Serakah

Bukan hanya kemerosotan moral, terjadinya perilaku menumpuk harta sehingga manusia memiliki sifat serakah. Nafsu Menumpuk Harta menimbulkan Sikap Serakah. Pada manusia modern, sifat keserakahan dianggap sebagai keberhasilan. Seseorang dianggap sukses manakala berhasil mengumpulkan uang atau kekayaan sebanyak-banyaknya. Bahkan masyarakat menganggap serakah bukan hal yang tercela, melainkan suatu prestasi terhadap usahanya yang tidak tertandingi. Kaum ‘Ad bersifat serakah dan selalu ingin keuntungan lebih dengan mebangun bagunan yang tinggi dan megah. Sehingga dengan keserakahan itu timbullah kesombongan.

***

3. Kesombongan

Sering dalam kehidupan sehari-hari ada berbagai macam kesombongan yang ditampilkan maupun tidak di tampilkan. Teknologi yang canggih, membuat kita mudah mengakses sesuatu yang kita butuhkan. Kesombongan dalam dunia hiburan sangatlah nampak dan dianggab biasa olah orang-orang sekitar, seolah-olah itu bukan perilaku tercela bahkan ada yang memujinya. Hal ini relevan dengan kaum ‘Ad pada zaman dahulu yang merasa punya kekuasaan dan kakuatan sehingga bersifat sombong dan tamak.

Baca Juga  Peristiwa Gempa Bumi di Zaman Nabi Muhammad Saw

4. Penolakan terhadap Kebenaran

Seperti yang terjadi sekarang, perlakuan yang tidak bermoral marak dilakuakan di berbagai kalangan dari anak-anak hingga dewasa. Perlakuan tercela seolah dianggab biasa juga dan seolah menjadi budaya dalam masyarakat. Kebenaran seolah ditolak dan dikucilkan, sehingga tidak ada ruang untuk bersemi. Orang-orang lebih suka ke tempat-tempat hiburan daripada tempat ibadah. Karena kebanyakan mereka menganggap agama adalah hal yang kuno.

Dengan berbagai tindakan diatas, seharusnya bencana yang menimpa kaum ‘Ad sebagai pengingat kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan bagi sesama manusia. Jika keburukan terus melanda, tidak menutup kemungkinan datangnya peringatan berupa azab dari Allah SWT.

Penyunting: An-Najmi