Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Benarkah Bulan pernah terbelah? Tafsir QS. Al-Qamar ayat 1 dan Sains

Sumber: istockphoto.com

Bulan merupakan satelit alami bumi yang termasuk satelit alami terbesar ke-5 di tata surya. Namun ia tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri melainkan pantulan dari sinar matahari. Jarak antara bumi dengan bulan adalah 384.403 Km. Di sana tidak terdapat udara ataupun cairan. Banyak kawah di permukaan bulan diakibatkan oleh hantaman komet atau asteroid. Selain itu, ketiadaan udara dan cairan di sana menyebabkan tidak mempunyainya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah yang berusia jutaan tahun. Di dalam Al-Qur’an terdapat suatu ayat yang menjelaskan bahwa bulan pernah terbelah.

Peristiwa tersebut merupakan salah satu dari beberapa mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad Saw. Memang ada sebuah hadis riwayat bukhari yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan di masa nabi Saw. ketika beliau masih berada di Mekkah. Peristiwa tersebut terjadi karena nabi Muhammad ditantang oleh orang musyrikin untuk menunjukan bukti kenabiannya dengan membelah bulan.

Tafsir Qs. Al-Qamar ayat 1

ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ

Artinya: “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan”.

Ayat tersebut menggunakan fi’il madhi yang menunjukan bahwa peristiwa tersebut telah terjadi. Menurut Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, وَانشَقَّ الْقَمَرُ (dan telah terbelah bulan) sebagai salah satu mukjizat Rasulullah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: “bulan telah terbelah menjadi dua pada zaman Rasulullah, satu bagian di atas gunung dan satu bagian lain berada di bawahnya.”

Rasulullah bersabda: “Hai kalian, lihatlah”. orang-orang Quraisy berkata, “Ini adalah sihir anak Abu Kabsyah.” Lalu seorang dari mereka berkata, “Tunggulah dahulu berita yang dibawa oleh para musafir yang tiba, karena Muhammad saw tak sanggup mensihirkan semua manusia.” Lalu tibalah para musafir membawa berita kejadian tersebut. Lalu dalam riwayat al-Baihaqi terdapat tambahan, “Lalu mereka bertanya kepada para musafir yang berdatangan dari semua penjuru, jawaban mereka, “Sungguh kami telah melihatnya,” lalu Allah menurunkan ayat ini, “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.”

Baca Juga  Rasulullah: Wirausahawan Teladan Penuh Akhlak

Bagaimana Menurut Sains?

Dr. Zaghlul an-Najjal bercerita pada sebuah wawancara di stasiun TV Antariksa bahwa ketika ia menyampaikan kuliah tentang kemukjizatan ilmiah Al-Qur’an di fakultas Kedokteran di Wales. Ia berdiskusi dengan ketua partai Islam Britannia yaitu David Musa Pidcock. Ia memeluk Islam tidak lain adalah karena surat al-Qamar ayat 1 ini. Ketika membaca terjemahan ia memiliki pertanyaan dalam hatinya, bagaimana mungkin bulan terbelah lalu bersatu kembali?.

Pertanyaan tersebut membuatnya berhenti membaca. David kemudian menonton siaran langsung sebuah dialog di televisi BBC. Dialog itu dipimpin oleh presenter kondang Inggris, James Burke, dan dihadiri oleh tiga pakar astronomi dari Amerika. Sang presenter mencela penghamburan dana yang sangat besar untuk kegiatan perjalanan antariksa; di antaranya pada 1969, yang menghabiskan sekitar US$100 miliar, hanya untuk menurunkan seorang Neil Armstrong di bulan. Padahal juga, ada banyak sekali umat manusia yang hidup dalam kemiskinan, menderita kelaparan, dan mengidap berbagai penyakit.

Para pakar astronomi tersebut kemudian menjawab bahwa tujuan dari perjalanan-perjalanan antariksa adalah studi ilmiah terhadap benda langit yang terdekat dengan kita. Dan, studi ini telah berhasil mendapatkan fakta ilmiah yang sangat hebat dan mengagumkan. Seandainya kita menyumbangkan dana sebesar itu. untuk memuaskan manusia, tidak akan ada yang percaya dengan mereka. Fakta ilmiah tersebut adalah bahwa bulan pada masa lalu terbelah menjadi dua dan kemudian bersatu kembali. Kemudian bukti mengenai hal ini adalah adanya celah melengkung dan panjang di bebatuan bulan.

Pada tahun 2010, seorang ilmuwan NASA Lunar Science Institute (NLSI), Brad Bailey, mengatakan bahwa, “Sampai sekarang sama sekali tidak ada bukti ilmiah kalau dulu bulan pernah terbelah menjadi dua (atau lebih) dan bersatu kembali.” Tidak terdapat pula saksi mata dari bangsa-bangsa lain pada rentang era hidupnya Nabi Muhammad akan pernah terjadinya bulan terbelah pada masa tersebut.

Baca Juga  Tafsir 'Ilmi: Gunung sebagai Penjaga Stabilitas Bumi

Kesimpulan

Tidak ada bukti yang menunjukan bahwa bulan terbelah lalu bersatu kembali. Namun bagi kita, yang mengimani Allah, ayat tersebut harus dipercayai. Ditambah lagi ada hadits shahih yang menyatakan memang demikian. Jikalau belum ada bukti yang kita inginkan, maka tidak seharusnya kita mengurangi keimanan. Allah Maha Kuasa untuk membelah bulan. Dan Ia pun kuasa untuk menyatukannya kembali, dengan atau tanpa bekas. Semuanya mudah bagi Allah.

Editor: An-Najmi