Kemiskinan dalam Islam adalah suatu keadaan dimana manusia yang sangat butuh karunia dari Allah; tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWt. Kemiskinan merupakan suatu problem yang harus diselesaikan. Kemiskinan setiap tahunnya selalu bertambah bahkan belum menemukan jalan titik terangnya. Bukankah Indonesia ini kaya akan sumber daya alam yang sangat berlimpah dari pemberian Tuhan. Apakah manusianya yang kurang memanfaatkan atas pemberian tuhan tersebut, atau kemiskinan tersebut sudah ditakdirkan oleh tuhan agar hidup miskin?
Jawabannya sebagai sebuah agama yang nilai-nilai luhurnya bersumber dari pemberian Tuhan. Maka seharusnya Islam mampu membaca kondisi dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan demikian kemiskinan tidak lagi menjadi momok bangsa yang berlarut-larut tanpa menemukan solusi. Dan kemiskinan tentu bukan takdir dari Tuhan yang tak bisa di ubah dan pada hakikatnya Islam tidak menghendaki umatnya menjadi miskin. Islam sangat memperhatikan kesejahteraan umatnya melainkan tinggal kitanya harus semangat dalam mencari penghasilan.
Al-Qur’an dan Kemiskinan
Islam sebagai agama Allah telah mengatur kehidupan manusia termasuk perekonomian yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Islam memberikan pesan-pesannya melalui dua pedoman yaitu Alquran dan hadis. Dalam konteks penjelasan pandangan islam tentang kemiskinan ditemukan sekian banyak ayat-ayat al-Qur’an yang memuji kecukupan bahkan alQur’an menganjurkan untuk memperoleh kelebihan.
Pada hakikatnya Islam mengajak untuk kemajuan, prestasi, dan yang pastinya menolak kemalasan yang membuat terjadinya kemiskinan. Dan yang pada intinya adalah harus mampu memberi rahmat untuk alam semesta seperti yang terterang dlam Q.S Al-Anbiya’/21:107 yang artinya “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Jelas sekali miskin, terbelakang, bodoh, dan semacamnya tidaklah akan disebut baik di dalam hidupnya.
Dan ini semua tidak menjadi cita-cita islam secara doktrinal. Ayat lain yang sering dijadikan dalil untuk berusaha memperoleh kesejahteraan ekonomi adalah Q.S Al-Qashash/28:77. Di mana dalam ayat ini mendorong kemajuan keduniaan yaitu kemajuan harta kekayaan. Disini jelas bahwa semangat utuh ruh ajaran islam untuk kehidupan didunia adalah untuk menjadi umat yang maju. Termasuk maju dibidang ekonomi, dan mencakup bidang yang lain yaitu mendorong kearah kemajuan ekonomi dan intinya terwujud kesejahteraan umat.
Solusi Al-Qur’an Mengentaskan Kemiskinan
Maka dari itu Islam pun memberikan solusi dalam mengatasi kemiskinan dengan cara:
Pertama bekerja. Setiap orang yang hidup diwajibkan untuk mencari nafkah atau berusaha untuk mencari penghasilan. Karena Allah SWT telah memberi akal kepada manusai agar bisa berkelana di muka bumi ini serta makan dari reziki Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Al-Mulk/67:15 yang artinya “ Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi disegaka penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada Allah kamu kembali setelah dibangkitkan. Dengan adanya mencari nafkah yang merupakan senjata utama untuk mengatasi kemiskinan yang merupakan sarana pokok untuk memperoleh kekayaan dengan kerja keras dan berusaha.
Kedua zakat. Seperti yang terdapat dalam Q.S At-Taubah/9:103 yang artinya “ Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Zakat ini maka akan memberikan solusi terhadap kemiskinan dengan memberikan hak fakir miskin dan mustahiq zakat lainnya. Dengan demikian tidak akan ada lagi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin, si kaya akan menciptakan rasa kepedulian terhadap nasib orang miskin dan si miskin pun merasa diayomi sehingga akan terciotanya rasa prikemanusian.
Ketiga puasa. Tentu disini dengan adanya puasa memiliki nilai dan makna yang tinggi. Dengan begitu kaum muslim akan lebih peduli terhadap apa yang sering dirasakan oleh kaum lemah dan orang-orang miskin. Sehingga dengan kesediannya untuk memberikan sebagian rizki kepada mereka. Sehingga ibadah puasa ini berfungsi sebagai sarana; untuk mengentaskan kemiskinan rasa lapar dan haus tersebut akan mendorong mereka untuk berempati terhadap saudaranya yang kurang mampu lagi membutuhkan bantuan.
Maka dari itu dengan adanya tiga solusi untuk mengatasi kemiskinan dan pastinya banyak solusi lainnya semoga rakyat Indonesia sejahtera umatnya terhindar dari kemiskinan. Aamiin
Editor: An-Najmi

























Leave a Reply