Emosi adalah sebuah intensitas perasaan dari manusia yang diperlihatkan kepada seseorang ataupun hal lain seperti suatu peristiwa ataupun barang. Daya ini dapat diartikan juga sebagai sebuah reaksi atau respon dari manusia terhadap seseorang ataupun sebuah peristiwa. Jika tidak bisa mengendalikan emosi mengakibatkan terputusnya suatu hubungan dengan dunia luar. Emosi pada manusia umumnya terbagi menjadi dua, yaitu emosi positif dan emosi negatif.
Emosi positif dapat dilihat atau diketahui ketika kita merasakan bahagia, rileks, tenang, gembira, lucu, dan lain sebagainya. Sedangkan, emosi negatif dapat diketahui saat dalam keadaan sedih, depresi, kecewa, putus asa, dendam, frustasi, marah, dan lain-lain. Kedua emosi ini memiliki dampak masing-masing. Dampak yang ditimbulkan dari emosi positif yaitu menimbulkan perilaku menenangkan dan mengembirakan. Hal ini berbanding terbalik dengan dampak dari emosi negatif yaitu dapat menyusahkan dan menyedihkan.
Klasifikasi Daya Emosi
Klasifikasi dari emosi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Yaitu emosi marah yang merupakan sebuah pola dari perilaku manusia yang dirancang secara tak sadar sebagai bentuk peringatan kepada para penganggu yang dirasa mengancam diri seorang individu.
Selanjutnya ialah emosi sedih. Daya ini merupakan jenis emosi yang muncul akibat dari keadaan yang mengecewakan dan menyedihkan, serta tidak sesuai harapan. Lalu, ada emosi takut yang merupakan sebuah perilaku atau respon dari manusia terhadap keadaan yang dirasa mengancam dirinya.
Sedangkan, yang terakhir ialah emosi kebahagiaan yang merupakan sebuah perasaan manusia yang biasanya ditandai dengan rasa bahagia. Seluruh manusia tentu saja memiliki semua klasifikasi dari emosi di dalam hidupnya. Namun, yang membedakan adalah kadarnya yang berbeda-beda di setiap diri manusia.
Daya Emosi Dalam Hadis Nabi
Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda, “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah” (HR. Muslim, No.2603). Nabi yang merupakan manusia mulia saja juga memiliki emosi atau amarah pada dirinya sebagaimana manusia pada umumnya.
Hal tersebut sudah menjelaskan bahwa setiap manusia yang hidup dimuka bumi pasti memiliki emosi pada dirinya masing-masing. Namun, emosi yang terdapat di diri setiap manusia itu berbeda-beda, bahkan cara pengendaliannya pun juga berbeda-beda.
Menurut Al-Ghazali, marah ialah sekam yang tersimpan dalam hati, seperti terselipnya bara di balik debu. Bisa jadi api dari amarah adalah setan yang diciptakan oleh tuhan. Orang sedang emosi atau marah biasanya memiliki tenaga yang berlipat ganda lebih kuat disbanding dengan tenaga manusia biasa.
Penjelasan Hadis
Orang yang emosinya sedang meningkat akan memiliki tambahan tenaga atau energi pada dirinya. Sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh setan untuk berkhidmat pada selera permusuhannya. Banyak kasus emosi yang pada akhirnya menimbulkan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang karena emosi yang tidak bisa dikendalikan.
Pada tahap ini emosi pada diri seseorang sudah tidak bisa dianggap biasa, apalagi jika sudah menimbulkan korban jiwa. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Kendalikan kemarahan, sebab kemarahan merupakan salah satu bala tantara besar diantara bala tentara-bala tentara setan”.
Pada sebuah hadis disebutkan bahwa “Bukanlah prang kuat (yang sebenarnya) dengan selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian). tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari No.5763 & HR. Muslim, No.2609).
Pada hadis tersebut sudah jelas bahwa Nabi Muhammad SAW. menyebutkan bahwa orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan amarahnya. Emosi atau marah sebenarnya bisa dikendalikan, namun hal ini tergantung dari masing-masing individunya juga.
Cara Nabi Mengendalikan Emosi
Nabi Muhammad SAW. memberikan beberapa contoh cara untuk mengendalikan emosi. Yaitu dengan merubah posisi dari berdiri ke duduk, berwudhu, bersikap tenang, dan mengingat janji Allah SWT. Bagi orang-orang yang mampu mengendalikan emosi.
Mengendalikan emosi selain bermanfaat untuk lingkungan sekitar, juga bermanfaat untuk diri kita sendiri. Hal ini karena dengan mengendalikan emosi kita dapat mencegah berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh emosi yang tidak dapat dikendalikan.
Penyakit yang dapat kita hindari dan cegah apabila kita dapat mengendalikan emosi salah satunya yaitu hipertensi, gangguan jantung, gangguan pernafasan, dan sakit kepala. Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan apabila kita dapat mengendalikan emosi kita. Bahkan di dalam hadis pun sudah dijelaskan agar kita dapat mengendalikan emosi.
Oleh sebab itu, kita harus bisa mengatur emosi kita dan mengendalikannya sebaik mungkin, karena yang bisa mengatur emosi pada diri kita ialah diri kita sendiri. Emosi wajar terjadi ataupun kita alami dan memang setiap manusia juga memiliki emosi, namun kita juga harus bisa mengendalikannya.




























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.