Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menelaah Makna Qurrata A’yun dalam Al-Quran

Sumber: istockphoto.com

Cukup banyak ayat al-Quran yang memuat lafaz qurrata a’yun. Maknanya pun berdasarkan konteks yang berbeda-beda. Qurrata a’yun menurut bahasa artinya penyejuk hati. Pemaknaan qurrata a’yun dalam al-Quran ada yang tertuju kepada anak, pasangan, serta kenikmatan dari Allah.

Anak dan Pasangan sebagai Qurrata A’yun

Tentu kita masyhur dengan sebuah doa dalam Al-Quran yang terdapat dalam surah al-Furqan ayat 74:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”.

Ayat di atas sebagai salah satu dari ciri-ciri ‘ibadurrahman, yakni yang selalu berdoa agar pasangan dan keturunannya menjadi qurrata a’yun.

Seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri, tentang firman Allah surah al-Furqan ayat 74. “Apakah qurrah itu, apakah diperoleh dunia ataukah di akhirat?” Maka Hasan al-Bashri menjawab, “Sungguh qurrah itu diperoleh di dunia. Demi Allah, qurrata a’yun (kesejukan hati) seorang hamba adalah ketika melihat anaknya dalam ketaatan kepada Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyejukan hati dari pada melihat yang dicintainya dalam ketaatan. (Fath al-Bari, 8/348). Adapun di dalam Tafsir al-Baghawi, yang dimaksud qurrata a’yun adalah anak-anak yang baik dan bertakwa.

***

Surah al-Furqan di atas juga menyinggung makna qurrata a’yun yang diperuntukan untuk pasangan. Di samping anak keturunan yang qurrata a’yun, doa di atas juga memohon agar dianugerahi pasangan yang qurrata a’yun.

Di dalam tafsir al-Baghawi,  al-Qurzhi mengatakan, tidak ada sesuatu yang lebih menyejukan hati seorang mukmin dari pada melihat pasangan dan anak-anak yang taat kepada Allah ‘azza wa jalla. (Tafsir al-Baghawi, 6/99).

Baca Juga  Pengaruh Westernisasi Terhadap Pola Kehidupan Umat Muslim

Sedangkan dalam tafsir al-Azhar, qurrata a’yun ialah pasangan dan keturunan yang senantiasa menyejukkan mata bila dipandang, menyejukkan hati bila dirasa, dan menjadi obat dari segala kesedihan, kekecewaan, maupun luka di dalam hati seorang mukmin.

Nikmat Allah di Akhirat sebagai Qurrata A’yun

Allah swt berfirman dalam surah as-Sajdah ayat 17:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan“.

Di dalam tafsir al-Azhar, qurrata a’yun pada ayat di atas adalah cendramata dari Allah sebagai hadiah yang sangat berharga dan mengejutkan yang dirahasiakan bentuk dan jenisnya yang akan diberikan pada orang beriman yang telah sempurna keimanannya, dan mereka senantiasa beramal saleh dengan tulus ikhlas mengharap ridha Allah ketika di dunia.

Kemudian di dalam tafsir al-Qurthubi, kenikmatan bagi orang beriman tersebut adalah yang tidak dapat diketahui oleh siapapun. Tidak diketahui manusia dan tidak juga malaikat. Kemudian beliau menambahkan hadis Nabi saw yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud, “Allah menjanjikan kepada orang-orang yang bangkit dari tempat tidur mereka untuk beribadah kepada Allah sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan juga tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Riwayat lain dari Ibnu Sirin mengatakan bahwa maksud dari kenikmatan itu ialah melihat kepada dzat Allah swt.

Demikian mengenai makna qurrata a’yun dalam Al-Quran. Ada yang ditujukan pada anak dan pasangan, ada pula yang ditujukan kepada kenikmatan Allah di Akhirat. Adapun qurrata a’yun yang bisa dirasakan orang mukmin di dunia adalah tatkala dianugerahi pasangan dan anak-anak yang senantiasa dalam ketaatan kepada Allah. Wallah a’lam.

Editor: An-Najmi

Baca Juga  Benarkah Ateisme itu Niscaya?