Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Keistimewaan Besi dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid Ayat 25

besi
Sumber: istockphoto.com

Besi merupakan salah satu fenomena semesta yang disebutkan secara istimewa di dalam Al-Qur’an, dan penciptaan besi di dunia ini sangatlah luar biasa karena Al-Qur’an menjelaskan bahwa besi memiliki keistimewaan dan manfaat yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terbukti dengan penyebutan besi pada beberapa ayat di dalam Al-Qur’an, dan Allah menganugrahkan besi sebagai karunia yang tidak terhingga nilai serta manfaatnya. Sehingga dalam tulisan ini akan dibahas mengenai besi pada surah al-Ḥadid ayat 25.

Wa’anzalna Al-Ḥadida Pada Surah Al-Ḥadid Ayat 25

Kata besi merujuk pada unsur yang memiliki simbol Fe, yang merupakan inisial dari bahasa latin ferrum. Sedangkan dalam bahasa Arab besi disebutkan dengan lafal ḥadid (حديد), dan lafal al-ḥadid (حديد) ini merupakan kata benda. Lafal al-ḥadid yang bermakna besi di dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 5 kali. Besi memiliki kedudukan yang istimewa sehingga Allah menjadikan besi sebagai salah satu nama surah di dalam Al-Qur’an yaitu surah al-Ḥadid yang merupakan surah ke-57 dalam Al-Qur’an. Surah ini di turunkan pada saat perang Uhud, dan nama al-Ḥadid diambil dari ayat ke-25 pada kalimat wa’anzalna al-Ḥadida. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Ḥadid ayat 25:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ (25)

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Baca Juga  Menguak Kisah Dari Keistimewaan Angka 40 Dalam Al-Qur’an

Ayat di atas menjelaskan bahwa besi memiliki sifat kekuatan, dan Allah menyebutnya sebagai kekuatan yang hebat. Karena kekuatannya memiliki banyak manfaat bagi manusia. Kekuatan besi disebutkan dalam kisah Daud dan Dzulkarnain. Keberadaan besi juga menjadi ujian bagi manusia, apakah akan digunakan untuk menolong agama-Nya dan Rasul-Nya dalam (menegakkan sendi-sendi ajaran Islam) atau sebaliknya akan digunakan untuk menentang ketetapan-ketetapan-Nya. Jika besi dipakai untuk kemaslahatan manusia maka kekuatan yang hebat dari besi itu akan berbuah menjadi kebaikan bagi manusia, namun sebaliknya jika dipakai untuk menentang-Nya maka kerusakan di muka bumi bagi manusia tidak akan terelakkan lagi.

Pada kalimat wa’anzalna al-Ḥadida Quraish Shihab menjelaskan bahwa Allah menciptakan besi untuk dijadikan sebagai alat dalam menegakkan keadilan. Dan lafal anzalna yang bermakna diturunkan pada ayat di atas, digunakan oleh Al-Qur’an dalam arti menciptakan atau menampakkan sesuatu yang tadinya tidak tampak. Sehingga dapat diketahui bahwa lafal anzalna yang bermakna diturunkan pada ayat di atasdigunakan juga oleh Al-Qur’an dalam arti menciptakan. Karena kalimat wa’anzalna al-Ḥadida, akan sulit difahami jika kita langsung mengaitkannya dengan barang keseharian yang berkaitan dengan besi. Bagaimana pagar besi, tiang listrik dan lain sebagainya diturunkan langsung dari langit? Begitu pula akan sulit dipahami jika kemudian dikaitkan dengan ayat-ayat tentang besi yang lain. Salah satunya seperti pada surah Saba’ ayat 10-11. Besi dalam surah Saba’ tersebut disebutkan sebagai baju besi yang besar-besar. Maka akan semakin sulit untuk memahami bagaimana besi yang besar itu diturunkan dari langit. Kesulitan ini mendorong dibuatnya terjemahan Al-Qur’an dalam pemahaman yang lebih sesuai pada saat itu, yaitu “Dan Kami ciptakan besi”.

Baca Juga  Pentingnya Belajar Akhlaq menurut Imam Al-Ghazali

Keistimewaan Besi Dalam Al-Qur’an

Keistimewaan al-Ḥadid (besi) dalam Al-Qur’an yaitu bahwa surah al-Ḥadid termasuk dalam urutan surah ke-57, yang merupakan nomer urut terakhir dari setengah pertama jumlah keseluruhan surah dalam Al-Qur’an yang berjumlah 114, atau juga dapat dinyatakan sebagai “urutan pertengahan dalam urutan surah-surah dalam Al-Qur’an”. Dan isotop pada besi alami memiliki rentang berat inti 54 sampai 60, dan bilangan pertengahannya adalah 57. Selain itu keistimewaan, dalam perjalanan waktu alam raya ini, besi merupakan unsur yang memiliki kecenderungan terjadi peningkatan kelimpahannya. Hal itu disebabkan semua nuklida (unsur-unsur dengan variasi isotopnya) di alam berakhir perjalanannya menjadi besi, melalui sejumlah jalur-jalur reaksi nuklir. Salah satu kecenderungan kelimpahan unsur besi di alam dapat dilihat melalui kelimpahan unsur di tata surya. Dengan demikian keistimewaan besi, dapat dikatakan sebagai unsur yang memiliki inti paling stabil. Dan besi memiliki nomer atom 26 karena protonnya berjumlah 26.

Sedangkan isotop sendiri merupakan fenomena satu unsur yang memiliki ragam jumlah neutron. Salah satu isotop besi adalah 54Fe, 54 adalah jumlah proton dan neutron, sedangkan besi sendiri memiliki proton sebanyak 26 buah, sehingga isotop 54Fe memiliki jumlah neutron sebanyak 28 buah. Isotop besi alami terdiri atas 54Fe, 56Fe, 57Fe, 58Fe, dan 60Fe. Khususnya 60Fe, keberadaannya hanya terdeteksi pada batuan meteorit. Fenomena ini sama halnya dengan isotop hidrogen H dan isotop karbon 14C dalam konsentrasi runutan (hampir tak terdeteksi). Suatu hal yang menakjubkan, bahwa deret isotop ini memberikan median 57 sekaligus jumlah nukleon isotop teringan dan terberatnya adalah 114 (54+60 = 114). Jika sebelumnya dijelaskan tentang besi yang menjadi nama dari salah satu surah dalam Al-Qur’an (al-Ḥadi>d) dan urutan surah itu (57) adalah setengah dari total jumlah surah (114), maka kita dapat melihat representasi dari fenomena “angka besi” dan pada ragam isotopnya. Besi memiliki isotop alami dengan jumlah nukleon antara 54 sampai 60, jika kita jumlahkan maka akan menghasilkan angka 114 (seperti jumlah surah yang ada pada Al-Qur’an), dan rata-ratanya juga adalah 57 (urutan surah al-Hadid).

Baca Juga  Teknologi dan Masa Depan Pemuda Islam

Manfaat Besi Bagi Manusia

Allah SWT tidak akan menciptakan segala sesuatu melainkan ada manfaat di dalamnya. Begitu juga dengan besi, besi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Di antaranya adalah:

  1. Besi sebagai peralatan untuk perang, seperti anak panah, pedang, tombak dan tameng.
  2. Besi sebagai perabotan rumah atau peralatan keseharian bagi manusia.
  3. Besi digunakan untuk membangun kontruksi bangunan.
  4. Besi sebagai pembuatan kendaraan.
  5. Sifat besi selalu diasosiasikan dengan golongan sifat bahan yang memiliki sifat magnet kuat (ferromagnetik) dan keberadaan magnet bumi berasal dari pergesekan inti bumi yang cair yang sebagian besar bermatrialkan besi. Dengan adanya magnet bumi ini dapat digunakan sebagai penunjuk arah, dimana salah satu kegunaan praktisnya adalah untuk menentukan arah kiblat dengan kompas magnetik saat kita hendak menunaikan shalat.

Editor: An-Najmi