Iblis merupakan makhluk yang bersifat ghaib yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata. Hanya beberapa orang-orang tertentu saja yang diberikan kelebihan untuk melihatnya. Menurut Al-Hasan Al-Baṣri bahwa Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia. Jika melihat sejarah, istilah “Iblis” muncul ketika makhluk ini tidak mematuhi perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam. Hal ini berpijak pada firman Allah SWT dalam surat al-Kahfi ayat 50 sebagai berikut:
وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ كَانَ مِنَ الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهؕ اَفَتَـتَّخِذُوۡنَه وَذُرِّيَّتَه اَوۡلِيَآءَ مِنۡ دُوۡنِىۡ وَهُمۡ لَـكُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ لِلظّٰلِمِيۡنَ بَدَلً
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah SWT.) bagi orang-orang yang zalim”.
Ayat di atas menjelaskan bahwa setatus “Iblis” adalah golongan jin. Ayat di atas mengindikasikan bahwa Allah memerintahkan dua makhluk untuk bersujud kepada Nabi Adam yaitu malaikat dan jin. Hal ini memberikan arti bahwa tidak ada makhluk yang bernama Iblis, sebagaimana makhluk manusia, malaikat, hewan dan lain-lain. Yang ada adalah makhluk jin. Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata “setan” dan “iblis” diartikan sebagai roh jahat atau makhluk yang selalu menggoda manusia supaya berlaku jahat. Sedangkan untuk setan ditambah sebagai kata yang sering digunakan untuk menyatakan kemarahan atau menyumpah serapah. Sedangkan Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa setan asalnya adalah jin, sebagaimana Adam a.s sebagai asal manusia.
Rasisme Dosa Pertama Iblis
Benarkah dosa yang pertama kali dilakukan iblis adalah rasisme? Mengenai hal ini terdapat dua argumen yang sekilas nampak bertentangan. Sebagian lain berpendapat bahwa rasisme adalah dosa pertamanya. Hal ini dapat kita temui dari beberapa artikel yang serupa di internet. Banyak artikel bertebaran dengan mengangkat judul Rasisme Dosa Pertama Iblis. Hal ini didasarkan pada keengganan iblis ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam. Sebagaimana tertuang dalam Al-Quran Surah al-A’rāf ayat 11-12 sebagai berikut:
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menciptakan kamu (Adam) lalu Kami beri kamu bentuk, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Mereka pun bersujud, kecuali iblis; ia menolak bersama mereka yang bersujud. (QS [7]: 11)
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ. قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Artinya: “Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu bersujud (kepada Adam) ketika Kuperintahkan kepadaMu?’ Iblis menjawab, ‘Kami lebih baik daripada dia: Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Kau ciptakan dari tanah’.” (QS [7]: 12)
Sikap rasis yang ditunjukkan iblis ialah bahwa dia merasa lebih unggul dari pada Nabi Adam karena dia tercipta dari api sedangkan Nabi Adam tercipta dari tanah. Dengan demikian, rasisme yang ada di zaman modern ini berakar dari sejarah lama sejak manusia pertama diciptakan. Kesalah kaprahan Iblis memandang “ras api” lebih baik ketimbang “ras tanah” padahal, di mata Allah keunggulan makhluk satu sama lain ditentukan oleh ketakwaannya.
Rasisme bukan dosa pertama iblis
Sejalan dengan pembahasan rasisme yang terus mencuat, disertai narasi bahwa rasisme merupakan dosa pertama yang dilakukan oleh iblis, ada pendapat lain yang mengkritisi argumen tersebut. Pendapat yang menyatakan bahwa rasisme bukan dosa pertama tersebut dijelaskan secara gamblang dalam buku “Dinamika Islam Milenial” karya Prof. Dr. Faisal Ismail, M.A. disertai dengan alasan yang melandasi. Untuk mendudukkan persoalan tersebut dimulai dengan membedah pengetian rasisme itu sendiri. Dalam menjelaskan pengertian rasisme, penulis merujuk pada kamus karangan Patrick Hans yang berjudul “Encyclopedic World Dictionary”.
Dalam kamus karangan Hans dijelaskan bahwa pengertian rasisme adalah (1) sekelompok orang yang dihubungkan dengan garis keturunan, darah, dan sifat turun-temurun yang sama; (2) sekelompok suku atau orang yang membentuk suatu keturunan; (3) ciri-ciri khas yang terdapat pada keturunan etnis yang bersifat khusus; (4) suatu keadaan atau wujud yang terdapat pada keturunan etnik tertentu.
***
Menurut kamus yang sama juga dijelaskan bahwa racism adalah (1) kepercayaan bahwa sekelompok ras manusia mempunyai karakteristik khas yang menentukan kebudayaan mereka, biasanya melibatkan ide bahwa kebudayaan mereka lebih super dan memiliki hak untuk memerintah atau menguasai kebudayaan lain; (2) perilaku ofensif atau agresif terhadap kelompok ras lain yang ditimbulkan oleh kepercayaan seperti itu; (3) suatu kebijakan atau sistem pemerintahan dan masyarakat yang didasarkan pada kepercayaan seperti itu. Dari definisi-definisi diatas dijelaskan bahwa rasisme merupakan kata yang secara eksklusif hanya digunakan dan diterapkan dalam hubungan antarmanusia, antar-ras, antarsuku, dan antaretnis. Artinya istilah rasisme hanya dipergunakan pada konteks kehidupan manusia atau dengan kata lain hanya dipakai dalam relasi sosial-kemasyarakatan.
Sehingga istilah rasisme tidak tepat digunakan dan diterapkan dalam hubungan iblis dengan Tuhan atau hubungan dengan Adam. Menurut penulis dosa pertama iblis bukan rasisme melainkan sikapnya yang angkuh, congkak, arogan, sombong, menentang, dan membangkang perintah Tuhan, yakni tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Hal ini menunjukkan ketidak patuhan dan tidak taatnya kepada titah Tuhan yang menyebabkan dia selamanya dikutuk dan dilaknat oleh Tuhan sampai hari kiamat.
Kesimpulan
Tulisan ini menjelaskan dua sudut pandang yang berbeda mengenai narasi rasisme sebagai dosa pertama iblis. Disebut sebagai dosa pertama iblis karena dikisahkan dulunya iblis merupakan makhluk yang taat kepada Allah SWT., akan tetapi ketika Tuhan memerintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam, iblis menolaknya karena dia merasa lebih mulia lantaran dia diciptakan dari api. Sedangkan argumen yang menyatakan bahwa rasisme bukan dosa pertama iblis ialah karena dilihat dari definisi rasisme sendiri tidak tepat jika digunakan dalam hubungan iblis dengan Adam. Namun demikan, termasuk atau tidaknya dosa pertama iblis, rasisme tetap merupakan perbuatan yang dilarang agama. Rasisme sebagai isu yang bertentangan dengan norma adab dan kebudayaan. Sudah menjadi keharusan untuk memberantas rasisme hingga ke akar-akarnya agar tidak ada lagi konflik etinitas yang menyebabkan perpecahan.
Editor: An-Najmi





























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.