Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Awan dalam Al-Quran: Studi Makna Sahab dan Ghamam Perspektif As-Sya’rawi

Sahab
Gambar: https://borneo24.com/

Awan dalam bahasa Arab disebut سحاب، سحابة، غشاوة، غمام، غمامة، غيم، غيمة. Sedangkan dalam KBBI adalah kelompok butiran air, es, atau kedua-duanya yang tampak mengelompok di atmosfer juga dapat diartikan titik-titik air yang halus dengan diameter 0,02-0,06 mm. Al-Qur’an memaknai awan dengan lafad sahab dan ghamam. Lafad sahab sendiri di al-Qur’an terdapat dalam sembilan ayat yaitu pada surat al-Baqarah:164, al-A’raf:57, ar-Ra’d:12, an-Nur:40, an-Nur:43, an-Naml:88, ar-Rum:48, Fatir:9, dan at-Tur:44. Sedangkan lafad ghamam terdapat dalam empat ayat yaitu pada surat al-Baqarah:57, al-Baqarah:210, al-A’raf:160, dan al-Furqan:25. Akan tetapi dalam setiap lafad penulis mengambil tiga ayat.

Definisi, Unsur-unsur, dan Proses Pembentukan Awan

Awan merupakan massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku yang tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain. Selain itu awan juga dapat menunjukkan kondisi cuaca. Ilmu yang mempelajari tentang awan adalah ilmu awan atau fisika awan yang merupakan salah satu cabang dari meteorologi.

Menurut M. Chaeran dalam bukunya yang berjudul Diktat Matakuliah Meteorologi dikatakan bahwa awan merupakan kumpulan besar dari titik-titik air atau kristal-kristal es yang halus di atmosfer. Saat musim kemarau kita akan menjumpai sedikit sekali awan di udara disebabkan penguapan yang terjadi sedikit. Namun pada saat musim hujan kita akan menjumpai banyak sekali awan disebabkan banyaknya kandungan uap air di udara, air memiliki unsur kimia H2O. Sedangkan awan di dalamnya terkandung uap air yang mana sudah jelas bahwa di dalam awan pasti terdapat unsur H2O.

Baca Juga  Pernikahan Sedarah dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains

Pada ketinggian tertentu udara jenuh dengan uap air dan jika pada saat itu terdapat inti kondensasi, yaitu partikel-partikel halus yang jumlahnya sangat banyak. Serta proses penyerapan uap air yang berlangsung secara terus –menerus. Maka inti kondensasi akan mencair sehingga terbentuklah awan.

Konveksi merupakan proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah yang lain. Air-air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah, dan sebagainya umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi karena adanya bantuan dari panas sinar matahari, lalu air itu menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya bergerak menuju langit bersama uap-uap air yang lain. Dan setelah di atas, uap air mengalami proses pemadatan atau biasa disebut juga kondensasi sehingga terbentuk awan.

Kajian Lafaz Sahab dan Ghamam Dalam Pendekatan Convention

Tafsir Asy-Sya’rawi adalah karangan Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi. Beliau lahir pada hari ahad 17 Rabi’ al-Tsani tahun 1329 H/ tahun 1911 M di sebuah desa yang bernama Daqadus. As-Sya’rawi lahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya bernama Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi yang merupakan seorang petani yang menyewa tanah di kampungnya untuk digarap sendiri dan ayahnya memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakteristik Asy-Sya’rawi.

Beliau metutup usianya pada usia 87 tahun tanggal 17 juni 1998 M. Bertepatan pada tanggal 22 Safar 1919 saat hari rabu. Sumber penafsiran As-Sya’rawi adalah bi al-ra’yi. Sedangkan metodenya menggunakan tahlili dan untuk coraknya, Asy-Sya’rawi lebih menonjol adabi ijtima’i.

Konvensi merupakan pendekatan filsafat bahasa yang digagas oleh Tarski atau lebih dikenal dengan istilah convention-T. Convention memiliki arti makna yang disepakati, yaitu kebenaran suatu kalimat tergantung pada bahasa itu sendiri. Pendapat Tarski tentang kebenaran memiliki syarat suatu kalimat dikatakan benar tergantung dari definisi yang akan dihasilkan. Yaitu secara materiil sesuai dan secara formil sungguh-sungguh benar.

Baca Juga  Review Buku: Wajah Al-Quran di Era Digital

Lafaz Sahab dalam Al-Quran

Adapun ayat al-Qur’an yang diambil oleh penulis dalam lafaz sahab yaitu surah al-Baqarah ayat 164:

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَا أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَاءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Surat ar-Ra’d ayat 12

هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَال

Surat at-Tur ayat 44

وَاِنْ يَّرَوْا كِسْفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ سَاقِطًا يَّقُوْلُوْا سَحَابٌ مَّرْكُوْمٌ

Lafaz Ghamam dalam Al-Quran

Sedangkan ayat al-Qur’an yang diambil oleh penulis dalam lafaz ghamam yaitu surat al-Baqarah ayat 57:

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى ۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Surat al-Baqarah ayat 210

هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلٰۤكَةُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Surat al-Furqan ayat 25:

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاۤءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلٰۤكَةُ تَنْزِيْلًا

Lafad sahab dalam kamus Lisan al-Arab bermakna asal mula hujan. Karena awan berada di udara. Sedangkan dalam hadis disebut analogi awan hujan. Untuk lafaz sahab, kamus Al-Muhit memberi peribahasa dengan mengaburkan hari dan menyapu apa yang dia lewati. Yaitu jika awan belum terlalu banyak mengandung uap air maka Allah SWT akan menyeret atau mencegahnya. Kemudian lafaz ghamam, kamus Lisan al-Arab dan kamus al-Muhit memaknai ghamam dengan dingin. Kamus al-Mufradat fi al-Lafad al-Qur’an memaknai lafad sahab yaitu awan yang berproses dalam terjadinya hujan. Dengan dibantu oleh angin dan lafad ghamam dimaknai dengan awan yang menutupi sesuatu.

Baca Juga  Pikun dalam Kacamata Tafsir al-Qur’an

Penafsiran As-Sya’rawi

As-Sya’rawi menafsirkan makna lafaz sahab dan ghamam berbeda-beda. Pertama sahab bermakna awan yang berjalan dengan tunduk (al-Baqarah:164). Kedua sahab bermakna awan sebagai ketakutan dan keserakahan (ar-Ra’d:12). Ketiga sahab bermakna siksaan (azab) bagi kaum ‘Ad (at-Tur:44).

Keempat ghamam bermakna rahmat untuk Bani Israel (al-Baarah:57). Kelima ghamam bermakna sebagai naungan beserta bayangannya (al-Baqarah:210). Keenam ghamam bermakna sebagai kabut putih yang akan turun dari celahnya langit yaitu saat Allah SWT sudah tidak lagi menahan langit (al-Furqa:25).

Dalam pendekatan convention menghasilkan bahwa sahab pada kamus bermakna mendung ketika akan terjadi hujan dan orang-orang Arab juga menyepakati makna sahab sama dengan apa yang ada di dalam kamus. Akan tetapi dalam al-Qur’an makna lafaz sahab dimaknai oleh Allah yaitu air yang dikeluarkan dari awan yang memberikan kebahagiaan juga kesedihan.

Untuk lafaz ghamam, antara makna kamus dan makna yang disepakati oleh orang-orang Arab sama yaitu bermakna dingin. Dalam artian hawa dingin yang diberikan oleh Allah kepada siapa yang dikehendakinya saat panas matahari sampai bumi dan ghamam di dalam al-Qur’an dimaknai oleh Allah dengan makna menaungi.

Kesimpulan

Awan merupakan gumpalan-gumpalan yang mengandung unsur H2O yang tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi dan awan terbentuk karena adanya beberapa proses, penguapan atau evaporasi kemudian menjadi uap air yang melayang ke udara dan yang terakhir  mengalami kondensasi. Al-Qur’an memaknai lafad awan dengan sah}ab dan ghamam yang memiliki makna berbeda-beda.

Penyunting: Bukhari