Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Di sepanjang bulan Ramadan, tidak jarang didapati khutbah-khutbah yang bernuansa materialistis tentang Ramadan: mulai dari penegasan bahwa puasa adalah untuk mendapatkan manfaat jasmani sebagaimana divalidasi oleh sains, hingga cara pandang kalkulatif terhadap pahala. Meski terdapat aspek yang berharga dari penjelasan tersebut, penekanan yang berlebihan pada manfaat-manfaat praktis-kalkulatif justru akan mereduksi substansi puasa—lebih lagi Ramadan itu sendiri. Kontras dengan itu, Ramadan, ...

Secara harfiah, penyebutan bulan Ramadan berakar dari kata “al-ramadh”. Ibn Duraid (w. 321 H) dalam kitabnya, Jamharah al Lughah, menjelaskan bahwa kata al-ramadh menunjukkan kondisi panas yang menyengat. Dari akar kata ini, bulan Ramadan kemudian memiliki penamaan yang variatif. Ada yang menyebutnya sebagai bulan ampunan, bulan Al-Qur’an, dan sebagainya. Namun, saya tertarik untuk mengupas penyebutan bulan ini sebagai bulan kemenangan ...

Waktu terus berputar, hari dan bulan terus berjalan serta tahun demi tahun pun terus berganti. Allah masih memperkenankan dan memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah Idulfitri 1445 H. Di antara usia kehidupan manusia, ada yang belasan kali bahkan puluhan kali dipertemukan bulan Ramadan. Banyaknya Allah memberikan peluang hidup sampai waktu tertentu dalam ragam aktivitas berkehidupan. Bahkan diiringi setelah dengan perjuangan hebat ...

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Umat Islam meningkatkan amalan ibadah dan kebaikan. Salah satu bentuk ibadah yang tak kalah penting adalah wirausaha. Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk membangun ketangguhan ekonomi umat. Satu contoh dari Masjid Jogokarian, Yogyakarta. Landasan Al-Qur’an Beberapa ayat Alquran menekankan pentingnya wirausaha: وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ Artinya: “bahwa manusia hanya memperoleh ...

Setiap syariat yang diturunkan untuk umat manusia. Sekalipun dari zaman Nabi Adam hingga Rasulullah Saw pasti memiliki hikmah yang menjadi tujuannya. Demikian pula disyariatkannya puasa di bulan Ramadan ini juga memiliki faidah dan hikmah yang sangat agung. Perintah Puasa dan Predikat Takwa Ali ash-Shabuni menerangkan bahwa puasa memiliki segudang faidah. Secara khusus ia menerangkan beberapa hikmah ruhani sebagai tujuan asasi ...

Mengapa kita harus berpuasa? Apa yang penting dari puasa Ramadan? Allah menanamkan dalam kewajiban berpuasa dengan pesan yang kuat, agar menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan sempurna dan semampu yang bisa dilakukan. Bahkan generasi terdahulu yang juga pernah menunaikan ibadah puasa. Awal ibadah puasa diperintahkan oleh Allah pada hari senin, bulan syaban tahun kedua hijriyah. Ditandai dengan turunnya Al-Qur’an surah al-baqarah ...

Ada setidaknya tiga sebab penamaan Lailatul Qadar menurut para ulama, yaitu : (1) Istilah Arab untuk menyebut sesuatu atau seseorang bahwa dirinya memiliki kemuliaan (Qadr), (2) Di malam-malam ini takdir ditetapkan untuk rentang waktu setahun ke depan sebagaimana dalam Surat Ad-Dukhan ayat 4, “Di malam itu dijelaskan semua urusan dengan bijaksana”, (3) Karena malam itu adalah malam dimana para malaikat ...

Puasa memiliki banyak keutamaan, manfaat, dan keajaiban yang luar biasa bagi siapapun yang menjalankannya. Satu diantaranya puasa adalah sarana pendidikan jiwa, ia menjadi sarana efektif untuk melatih dan menata keinginan nafsu seorang shaim dan juga menjadi sarana untuk membangun kesehatan mental yang baik. Sebagaimana dalam Ilmu Alquran kontemporer, bahwa puasa dikategorikan sebagai salah satu mukjizat Alquran yang tersingkap setelah berkembangnya ...

Menjalankan ibadah puasa di berbagai wilayah belahan dunia memiliki durasi puasa yang berbeda-beda. Umumnya, di Indonesia adalah dua belas jam berpuasa menahan dari lapar dan haus. Sejak subuh hingga kemudian berbuka pada waktu maghrib. Supaya kuat dan tidak lemah badannya, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sahur sebelum keesokan harinya menjalankan puasa; yang mana sunnah dilaksanakan menjelang fajar sebelum subuh atau ...

Tanwirid — Setelah selesai bincang buku mengenai penafsiran ayat cahaya perspektif sufistik, kini beralih kepada perbincangan penafsiran ayat cahaya perspektif sosial. Pada kesempatan ini, Rijal Ali dan Nurul Fela Safitri Mubarokah selaku kontributor penulisan buku silih berganti menyampaikan isi buku tafsir ayat cahaya dari perspektif sosial. Pembacaan Tafsir Ayat Cahaya Perspektif Makarim asy-Syirazi Rijal sapaan akrabnya mengawali perbincangan ini dengan ...