Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pembahasan kisas dalam wacana keislaman kerap disederhanakan dengan narasi “nyawa dibalas nyawa”. Frasa “al-ḥurru bil-ḥurri wal-‘abdu bil-‘abdi” (Al-Baqarah:178) sering dijadikan representasi keadilan dalam Islam. Seolah hukuman yang setimpal menjadi tolok ukur keadilan. Padahal, ayat tersebut tidak berhenti pada pembalasan yang setara. Pemahaman nyawa dibalas nyawa tidak sepenuhnya keliru, apabila dilihat dari kacamata historis. Pada saat itu, perang bukanlah insiden, tetapi ...