Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Q.S Al-isra’ ayat 82 : Ruqyah sebagai Media Pengobatan

Sumber: istockphoto.com

Saat ini ruqyah menjadi salah satu pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit fisik atau non fisik saya pribadi pernah meruqyah seorang perempuan yang sudah lanjut usia sudah  bolak-balik rumah sakit. Namun secara medis tidak ada terkena riwayat penyakit kemudian saya mencoba untuk meruqyah dengan membaca ayat-ayat suci Alquran dan alhamdulillah setelah saya ruqyah ternyata seorang perempuan tersebut memiliki gangguan jiwa semacam sihir dalam tubuhnya sehingga dengan berkat ayat-ayat suci Alquran dan atas izin Allah setelah beberapa kali saya meruqyah Alhamdulillah seorang perempuan tersebut berangsur-angsur pulih.

Secara bahasa ruqyah adalah meminta perlindungan yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit sedangkan makna ruqyah secara istilah adalah cara yaitu doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Alquran dan as-sunnah.

Macam Ruqyah dan Manfaatnya

Ruqyah terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah syariah adalah sebuah terapi syar’i dengan cara membacakan ayat-ayat suci Alquran dan doa-doa perlindungan yang bersumber dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

2. Ruqyah Syirkiyyah

Ruqyah sirkiyah yaitu ruqyah yang bacaannya mengandung kesyirikan berupa pemanggilan dan permintaan tolong pada selain Allah atau bacaannya dari bahasa yang tidak dipahami atau biasa disebut dengan dukun.

Dalil Al-Qur’an

Di surat Al-isra’, Allah berfirman, :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”

Baca Juga  Tips Membangun Pernikahan yang Sakinah Menurut Al-Qur'an

***

Dari ayat di atas dapat ditampilkan bahwa untuk meruqyah seseorang itu ada beberapa tipe penyakit yang bisa disembuhkan lewat ruqyah walaupun sebenarnya segala jenis penyakit dapat disembuhkan oleh ruqyah atas izin Allah diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Qalbu iyalah ketidak stabilan emosional hingga menyebabkan gangguan tekanan atau kandungan dalam darah dan penyakit gangguan perut besar serta pencernaan.

2. ‘aqliyah ialah gangguan kejiwaan yang diakibatkan oleh frustasi, salah niat dalam amalan, wis was dari syaitan.

3. Jismia ialah penyakit pada organ tubuh yang diakibatkan oleh gigitan binatang berbisa, gangguan jin, dan lain-lain

Indah sekali, Allah sebut al-Quran sebagai,

1. Mau’idzah (nasehat) dari Rab kita

2. Syifa’ (penyembuh) bagi penyakit hati

3. Huda (sumber petunjuk)

4. Rahmat bagi orang yang beriman.

Al-Qur’an Sebagai Penyembuh

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna dari QS. Al-Isra ayat 82 adalah bahwa al-Qur’an dapat menghilangkan segala penyakit yang ada di dalam hati, seperti syakk (keragu-raguan),  nifāq (kemunafikan),  syirik (penyekutuan terhadap Allah), zaig (penyimpangan dari kebenaran), dan mail (kecenderungan pada keburukan).

Al-Qur’an dapat menyembuhkan segala penyakit tersebut. Al-Qur’an juga menjadi rahmat, karena dapat menghasilkan atau mendatangkan keimanan, hikmah (kebijaksanaan), dorongan pada kebaikan, dan kegemaran untuk berbuat baik. Semua hal tersebut hanya dapat diraih oleh orang-orang yang beriman pada al-Qur’an, membenarkannya, serta mengikuti petunjuk yang ada di dalamnya. Demikianlah al-Qur’an menjadi syifa’  dan rahmat yang sebenar-benarnya (Tafsir Ibnu Katsir, 1997).

Kita simak keterangan Imam Abdurrahman bin Nashir as-sa’di dalam kitab tafsir nya yaitu tarsiri kalimil Mannan atau dikenal dengan tafsir as-sa’di:

Al-Quran adalah penyembuh bagi semua penyakit hati. Baik berupa penyakit syahwat yang menghalangi manusia untuk taat kepada syariat. Atau penyakit Syubuhat, yang mengotori aqidah dan keyakinan. Karena dalam al-Quran terdapat nasehat, motivasi, peringatan, janji, dan ancaman, yang akan memicu perasaan harap dan sekaligus takut, bagi para hamba.

Baca Juga  Bolehkah shalat Tahajud Meski Sudah Teraweh?

***

Jika muncul dalam perasaannya, motivasi untuk berbuat baik, dan rasa takut untuk maksiat, dan itu terus berkembang karena selalu mengkaji makna al-Quran, itu akan membimbing dirinya untuk lebih mendahulukan perintah Allah dari pada bisikan nafsunya. Sehingga dia menjadi hamba yang lebih mencari ridha Allah dari pada nafsu syahwatnya.

Demikian pula berbagai hujjah dan dalil yang Allah sebutkan dengan sangat jelas. Ini akan menghilangkan setiap kerancuan berfikir yang menghalangi kebenaran masuk dalam dirinya dan mengotori aqidahnya. Sehingga hatinya sampai pada puncak derajat keyakinan.

Ketika hati itu sehat, tidak banyak berisi penyakit syahwat dan syubhat, keadaannya akan diikuti oleh anggota badannya. Karena anggota badan akan jadi baik, disebabkan kebaikan hati. Dan menjadi rusak, disebabkan rusaknya hati.

 pada dasarnya setiap jenis penyakit dapat diruqyah dan sembuh dengan izin Allah baik penyakit fisik maupun non fisik medis maupun non medis juga gangguan jin dan sihir serta gangguan mental kejiwaan karena pada hakekatnya yang menyembuhkan segala jenis penyakit adalah Allah.

Editor: An-Najmi