Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Resep Cara Mendapatkan Kebahagiaan dalam Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Setiap manusia pasti berharap hidup bahagia dalam menjalani kehidupan. Baik bahagia secara pribadi, bahagia dalam menjalani kehidupan berkeluarga, maupun bahagia dalam menjalani kehidupan sosial dalam konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lalu, bagaimana resep bahagia di dalam Al-Qur’an?

Istilah Bahagia dalam Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an, Allah menggunakan beberapa istilah (dalam Bahasa Arab) dalam mengartikan kebahagiaan

سعادة : Kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan ukhrowi (agama dan akhirat)

الفلاح : Kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan ukhrowi dan duniawi

متاع : Kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan semu, yaitu kebahagiaan duniawi. Kebahagiaan ini banyak melenakan para hamba, karena sifatnya yang semu. Contohnya ada cinta terhadap lawan jenis, kepada harta, materi, dll.

Bahagia yang Sejati

Allah SWT memberikan pedoman kepada hamba-Nya, yang dengan pedoman tersebut dapat mengantarkannya pada kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati itu sendiri adalah bahagia dalam menjalani kehidupan yang bukan hanya di dunia semata, melainkan di setiap tempat dan ruang yang kita pijak, waktu yang kita lalui, baik di dunia mapun di alam kubur, sampai nanti Kembali kepada Allah SWT, yaitu di akhirat kelak.

Di antara bentangan kebahagiaan yang diisyaratkan di dalam Al-Qur’an, ada yang terkait dengan amalan atau perbuatan, ada pula waktu yang potensial, dan ada pula tempat yang mendukung terwujudnya sebuah kebahagiaan.

Menariknya, Al-Qur’an memberikan resep kepada manusia mengenai bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan yang sejati, bukan bahagia yang relatif seperti dalam teori manusia pada umumnya. Misalnya, kebahagiaan seorang mahasiswa adalah lulus dengan cepat; kebahagiaan seorang dokter adalah ketika melihat pasiennya sembuh; dan kebahagiaan pemain sepakbola apabila mencetak gol.

Baca Juga  Cara Memperoleh Falah: Tafsir QS. Al-Mu’minun Ayat 1-11

Resep Amalan-Amalan yang Akan Mengantarkan pada Kebahagiaan

Allah SWT, menyebutkan bahwa orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang bertaqwa. Beruntung disini menurut para ulama tafsir bisa diartikan dengan kebahagiaannya. Seperti dalam penggalan ayat surat Al-Baqarah : 189 yang berbunyi :

وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

Dan Bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Di dalam ayat lain, yaitu pada pembukaan Q.S. Al-Baqarah : 1-5, Allah membimbing para hamba-Nya secara langsung agar menjadi orang yang bertaqwa. Siapa saja mereka?

  1. الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ : Yaitu orang-orang yang beriman dengan yang ghaib (Allah, qadha dan qadarnya). Puncak keyakinan seorang hamba adalah ketangguhan kita untuk menautkan segala harapan akan ketinggian dan cita-cita kepada Allah. Percaya kepada Allah termasuk mempercayai hal yang ghaib,  karena Allah taak terlihat. Itulah yang disebut dengan keimanan. Dengan keimanan akan memberikan jaminan pengantar kepada sebuah rasa bahagia.
  2. وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ  : Setelah beriman, kita harus membangun konektivitas dengan Allah. Jangan cukupkan pada keyakinan saja, dekati Allah-Nya. Mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan cara sholat. Ibadah ini melatih diri kita untuk tersambung erat dengan Allah. Orang yang mempunyai koneksi kuat dengan Allah, maka hidupnya akan bahagia.
  3. وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ : Selanjutnya adalah berbagi. Berbagi adalah bentuk kita mensyukuri akan segala nikmat Allah. Munculnya rasa syukur karena mengerti akan adanya nikmat yang telah didapatkan. Karena semua dalam kehidupan manusia itu nikmat. 
  4. وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ : Berinteraksi dengan Al-Qur’an. Alqur’an adalah kitab suci yang di dalamnya menjawab tentang semua permasalahan-permasalahan dalam hidup. Maka dari itu orang yang mau Bahagia, harus belajar, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
  5. وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ : Mengingat Akhirat. Sebagai seorang hamba, kita harus banyak mengingat akhirat dibanding dunia yang sifatnya semu, sesungguhnya masa depan yang paling dekat adalah kematian.
Baca Juga  Ramadhan dan Upaya Menjadi Manusia yang Tercerahkan

Penutup

Dengan mengamalkan 5 amalan tersebut. Maka sesungguhnya rezeki akan datang dengan mudah, pengetahuan akan datang dengan cepat, begitupula dengan impian-impian lain yang diharapkan. Itulah orang-orang yang muttaqin (bertaqwa), dialah yang akan mendapatkan bahagia yang sejati. Karena orang-orang yang bertaqwa mengambil pedoman bahagianya dalam Al-Qur’an dan sunnah nabi. Karena itu, jangan pernah meragukan isi dari Al-Qur’an.

Wallahua’lam bisshowab.

Editor: An-Najmi