Renungan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim……astaqfirullah hal azim
Wahai saudarku ….bagaiman kabar kita saat ini, kabar keislaman kita, kabar keimanan kita dan kabar keihsanan kita. Apakah masih-masih baik saja? Atau keadaannya terluka, sakit karena fikiran, kata dan perbuatan kita. Apakah kita masih layak untuk mendapatkan cinta dan sayang dari Allah? Apakah kita juga masih pantas mendapatkan bersenda gurau dengan keadaan dan kefakiran iman yang kita miliki? Apakah kita masih pantas merasakan dekapan dari Sang Pencita, ketika kita masih tidak peduli terhadap yang diciptakan termasuk diri kita sendiri?
Renungan Untuk Diri Kita Sendiri
Wahai sudarakau sadarkah bahwah kita sering membiarkan diri kita masuk pada kezaliman, kita biarkan fikiran, kata dan prilaku kita masuk dalam lubang-lubang penumpuk dosa. Wahai saudaraku begitu banyak pertanyaan yang harus kita sampaikan, bukan untuk orang lain namun untuk diri kita sendiri.
Wahai saudarku… hari demi hari telah kita lalui, hari itu berganti minggu dan mingu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Dengan beragam macam prilaku, dan kita tidak tahu prilaku itu disuka atau tidak disuka oleh Sang Pecipta namun tetap saja kita masih sombong, congkak dan penuh dendam dengan suasana dan keadaan yang telah di takdirkan untuk kita.
Hari ini, tak terasa satu tahun yang lalu kita juga berada dihari yang sama, di bulan yang sama, namun tahun yang berbeda. Bulan Sya’ban 1443 Hijriah, kita ada di dalamnya, merasakan semua cerita dan sejarahnya namun kita belum sepenuh berjalan bersamanya. Bulan Sya’ban, bulan yang di mana semua amal diangkat kepada Rabbul Alamin. Bulan di mana menjadi perantara, pengantar dan pengingat kita untuk segera mempersiapkan diri menjemput Suci Ramadhan.
Wahai saudaraku… bulan ramadhan itu bulan yang mulia, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan dimana dilipat gandakan semua amal, bulan di mana masjid menjadi ramai karena sholat malam dan suara tilawah Al Qur’an, bulan dimana semua ringan untuk berbagi, serta bulan yang waktu-waktunya diperuntukkan untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki berupa gelar ketaqwaan.
Renungan Untuk Kita Semua
Wahai saudaraku…..mari kita persiapkan diri kita, ilmu dan harta kita untuk menjemput bulan suci Ramdhan. Jangan biarkan persiapan itu pergi meninggalkan kita, sehingga ramadhan datang harus mengetuk pintu niat kita. Jangan biarkan embun pagi bulan Sya’ban menguap begitu saja, hilang terkena terikanya mentari pagi. Mari embun-embun Syah’an kita guna untuk berbenah hati, berbenah diri dan berbenah tradisi.
Wahai saudaraku…mari kita jadikan nafas-nafs bulan Sy’aban ni menjadi nafas tasbih dan setiap perjalanan kita jadi ibadah serta menutup celah-celah noda dosa masuk dalam diri kita. Mari kita lebih dekat dan mendekap Al qur’an untuk menjadi sahabat setia dalam perjalanan menjemput tamu mulia, tamu kehidupan yang kehadirannya hanya satu kali dalam satu tahun.
Wahai saudarku…pantasnya kita tersenyum untuk bulan ramadhan, pantasnya kita bergembira untuk mengisi setiap jengkal waktu di bulan ramdhan, dan layaknya kita bahagia hidup bersama ramadhan. Menangislah untuk persiapan kita yang masi kurang, jauh dari kata layak untuk menyamput tamu agung, menangislah karena kefakiran ilmu dan egoisnya untuk mendapatkan dunia, sehingga melupakan kedatang bulan yang istimewa. Maka bermuka masamlah karena kedatangn bulan ramadhan, menjadikan hati kita beku, kaku dan tidak terbuka dengan kebenaran dan kebaikan bulan penuh berkah dan rahmat.
Wahai Saudaraku….mari kita tundukan padangan, sentuh dan bisikan kalimat suci pada hati kita, bersipulah dihadapan Sang Maha Agung, Rabb Tuhan semesta alam, yang menghidupkan dan mematikan kita, yang mengadakan dan meniadakan diri kita. Sadarkah saat ini kehinaan yang di tampakan, kekurangan yang jelas adanya, dan kezaliman rupaya selama ini telah menjadi kebiasaan atas perbuatan-perbuatan kita.
Wahai Saudaraku…..Hapuslah air mata kita, tinggalkan kesedihan dan ratapan atas diri kita. Siapkan lembaran-lembaran putih dan suci untuk menjadi tempat catatan kebaikan dibulan ramdahan. Mari kita sambut ramadhan dengan keimanan, gembira, suka cita sampai Allah dan kita jalankan puasa ramdahan dengan kesabaran sampai Allah menetapkan kita semua menjadi orang bertaqwa kepada-Nya. Aamiin.
Tulisan renungan ini, mudah-mudahan mampu meneguhkan kita akan menyambut bulan suci Ramadhan ini agar mempersiapkan sebaik mungkin.
Nasrum minallah wafathung qorib
Wasslamu’alikum warohamtullahi wabarakatuh.
Editor: An-Najmi



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.