Kedatangan Maher Zain ke Indonesia melalui karya-karyanya berupa lagu sangat berpengaruh. Pada aspek-aspek tertentu seperti penumbuhan minat terhadap lagu bahasa asing. Tidak hanya itu, lagu-lagu Maher Zain; yang merupakan seorang mualaf berdarah Lebanon ini kerap kali dijadikan sebagai musik pengantar; kegiatan keagamaan Islam di banyak daerah di Indonesia.
Maher Zain dan Indonesia
Di antara lagu-lagunya yang sering dilantunkan masyarakat muslim di Indonesia antara lain; Open Your Eyes, Forgive Me, Number One For Me, For The Rest Of My Life, The Chosen One, dan masih banyak lagunya yang digemari masyarakat Islam. Tidak hanya sampai disitu bahkan Maher Zain pun melakukan kolaborasi dengan Fadly Padi untuk melantunkan lagu Insya Allah pada 2011 lalu.
Lagu-lagu Maher Zain begitu mudah untuk dipahami seiring melantunkannya dengan rima yang tidak terlalu sulit namun enak didengar. Beberapa lagu-lagunya disampaikan untuk memberikan pembelaan kepada negara Muslim yang sedang mengalami perang; seperti dalam lagu Love Will Prevail sebagai dukungan kepada umat muslim di Syria. Lagu Palestine Tomorrow Will Be Free yang merupakan harapan kebebasan kepada Palestina di tengah penyiksaan Zionis Yahudi di Israel.
Selebihnya lagu-lagunya berisi puji-pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad Saw seperti; dalam lagu Ya Nabi Salam Alaika, Lawlaka, Huwa Ahmadun, dan lain sebagainya.
Berdakwah dengan lagu yang dibumbui dengan nasehat-nasehat agama Islam, ayat-ayat Al-Qur’an, dan hadis nabi. Seperti halnya dalam lagu yang dirilis oleh Maher Zain pada 2021 lalu sebagai single terbarunya yang berjudul Ramadan Ghana (Bulan Ramadan mendatangi kami).
Implementasi Lagu Ramadan Ghana
Pada umumnya Maher Zain menggunakan bahasa Arab fusha untuk setiap lirik lagunya dan tidak jauh berbeda dengan lagu Ramadan Ghana yang salah satu dari sekian banyak lagunya yang menggunakan bahasa Arab ‘ammiyah. Lagu Ramadan Ghana ini mengandung sumber dari nash hadits yang dapat diamalkan oleh umat muslim.
Ada tiga implementasi hadist Nabi yang dapat diambil dari lagu Ramadan Ghana sebagai pedoman pra dan pasca ramadan. Yang pertama diawali dengan lirik lagu berbunyi “Tahki ‘an dhaifi jadid, yimla qalbi afrah” yang artinya menandai datangnya seorang tamu yang akan mengisi hatiku dengan kegembiraan.
Hadits yang dinukil dari Riwayat Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda “Telah datang kepada kalian bulan ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” H.R Al-Nasa’i.
Ramadan dan Kegembiraan
Kedatangan bulan Ramadan membuat seluruh hati umat muslim bahagia. Bulan yang sudah lama menghilang dan datang sekali setahun menjadi momen yang sangat istimewa. Bulan yang penuh dengan berkah, balasan pahala berlipat ganda bahkan tidur dihitung sebagai pahala. Dan tentunya kesempatan untuk beribadah sangat banyak.
Tentunya yang paling istimewanya adalah malam yang disebut dengan lailatul qadar yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jikalau siapa saja diantara umat muslim yang menghidupkan malam itu akan menuai pahala yang sangat besar di hari akhir kelak.
Hadits yang kedua berasal dari lirik “Yaqulu hayya ‘ala al-Qur’an wa yimla qulubana bil ‘iman”; yang maknanya marilah senantiasa membaca Al-Qur’an dan isilah hati dengan iman.” Hadits yang dapat diambil adalah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nu’man bin Basyir bahwa Nabi bersabda; “Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” H.R Baihaqi.
Dengan waktu yang luang selama bulan Ramadan tentunya kesempatan membaca Al-Qur’an sangatlah besar dengan mengingat bahwa pahala Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat kepada pembacanya selama di dunia. Seperti yang sudah sama-sama diketahui bahwa ketika membaca Al-Qur’an setiap membaca hurufnya akan memperoleh satu hasanah (kebaikan). Lalu setiap satu kebaikan dilipatkan sepuluh semisalnya.
***
Nabi mengingatkan bahwa alif lam mim dalam Al-Qur’an adalah satu huruf namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud bahwa Nabi bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” H.R Tirmidzi.
Selama bulan ramadan umat muslim dapat mengamalkan hadits ini dengan memperbanyak membaca al-Qur’an agar dapat memperoleh pahala yang tidak dapat dihitung oleh logika dan akan dibalas dengan janji Allah Swt.
Bulan ramadan identik dengan kebersamaan yang terjalin baik dari keluarga dekat, sanak saudara maupun tetangga. Ramadan mempertemukan kembali ibu dengan anaknya, ayah dengan putrinya, kakek dengan cucunya dan seluruh hubungan darah dalam keluarga. Dalam lirik lagu Ramadan Ghana ada disebutkan “Watarjau lammatil ahbab” yang artinya berkumpul lagi dengan orang-orang yang dicintai dan “Talumma Al-Syamli ba’da ghiyab” yang artinya mengumpulkan kita setelah berpisah sekian lamanya.
***
Ramadan itu mendekatkan yang jauh dan menyudahi kerinduan yang menyiksa hati. Dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud “Dari Abdullah bin Amr ia bercerita bahwa seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan mengatakan ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau membuatnya menangis.””
Hingga pada akhirnya ketiga implementasi hadits yang ada dalam lagu Ramadan Ghana merupakan upaya dalam mengamalkan sunnah Nabi Muhammad dengan berbahagia selama berlangsungnya ramadan serta mengisi kegiatan ibadah dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan berbakti kepada kedua orangtua setelah sekian lama tidak bertemu dengan mereka (untuk yang merantau).
Namun, yang paling penting adalah berbakti dengan menjaga kesehatan keduanya saat membersamai mereka dalam beribadah kepada Allah dalam berkahnya bulan ramadan.





























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.