Alquran sebagai sumber keilmuan telah menjelaskan serangkaian proses produksi manusia pertama dan proses perkembangbiakkan manusia yang ada di muka bumi ini. “Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya” Q.S. Al-Thin ayat 4, menjadi bukti bahwa manusia merupakan ciptaan Allah yang paling sempurna.
Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Quran menjelaskan bahwa Alquran telah menguraikan proses produksi dan reproduksi manusia. Ketika berbicara tentang penciptaan manusia pertama (produksi) Alquran menunjukkan kepada sang pencipta dengan menggunakan pengganti nama bentuk tunggal. Allah Swt. berfirman:
اِنِّىۡ خَالِـقٌ ۢ بَشَرًا مِّنۡ طِيۡنٍ
Artinya: “Sesungguhnya aku akan meciptakan manusia dari tanah” (Q.S. Shad [38]: 71)
مَا مَنَعَكَ اَنۡ تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَىَّ
Artinya: “Apa yang menghalangi kamu (Iblis) sujud kepada apa yang aku ciptakan dengan kedua tanganku” (Q.S. Shad [38]: 75)
Akan tetapi ketika Alquran berbicara proses reproduksi manusia secara umum, sang Maha Pencipta ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak. Sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam Q.S Al-Thin [95]: 4:
لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ
Artinya: “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.”
Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan antara proses penciptaan manusia pertama, dengan proses penciptaan manusia pada umumnya yang melibatkan peran manusia, dalam hal ini seorang bapak dan ibu. (Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, hal. 281).
Untuk itulah mari kita rinci secara singkat bagaimana proses produksi dan reproduksi manusia yang tertuang di dalam Alquran.
Proses Produksi Manusia
Menurut Quraish Shihab Alquran tidak menguraikan secara rinci proses kejadian Adam yang mayoritas ulama dinamai manusia pertama. Namun yang disampaikan dalam Alquran hanya, bahwa manusia bahanya terbuat dari tanah, bahan tersebut disempurnakan, setelah proses penyempurnaan ditiupkan ruh ilahi (Q.S. Al-Hijr [15]: 28-29; Shad [38]: 71-72).
Namun Imam Al-Khalidi dalam Al-Qashsash Al-Qurani Juz 1, hal. 91-95 membagi enam tahapan penciptaan Adam yang tertuang dalam Alquran. Tahap pertama dalam Alquran dijelaskan bahwa Adam diciptakan dari tanah. Dijelaskan dalam Q.S Ali Imran [3]: 59 yang artinya “Sesungguhnya penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemusian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” (seorang manusia) maka jadilah dia”.
Menurut Al-Baidhawi ayat ini menjelaskan sebuah penganalogian antara Isa dan Adam yang sama-sama diciptakan tanpa bapak, dan terbuat dari tanah. Ayat ini juga diperkuat oleh Sabda Nabi dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah Saw, “kalian semua adalah anak cucu Adam, dan Adam terbuat dari tanah.”. (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Tahap kedua adalah dalam bentuk tanah yang dicampuri air. Setalah dijelaskan bahwa bahan dasar Adam adalah tanah, selanjutnya tanah tersebut dicampuri air yang dalam istilah Alquran disebut “Thin”. Maka perbedaanya adalah tahap pertama murni tanah tahap kedua ini tanah dicampuri air.
Dalam Q.S. Shad [38]: 71 Allah jelaskan yang artinya, “(Ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari (thin) tanah”.
Tahap ketiga, Adam sudah dalam bentuk tanah liat yang kering dan kuat. Jika dalam tahap kedua lembek mengandung air, maka tahap ketiga ini sudah kering dan keras. Dlam Alquran pengistilahan tanah kasar dengan kata “Lazib”. Allah Swt. berfirman “Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah) apakah mereka lebih kukuh kejadianya ataukah apa yang telah kami ciptakan itu? Sesungguhnya kami te;ah menciptakan mereka dari lazib (tanah liat).” (Q.S. Ash-Shaffat[37]: 11)
***
Menurut Al-Asfihani kata “Lazib” dalam ayat ini mengandung arti tanah yang sudah mengeras. Tahap keemapat Imam Al-Khalidi menjelaskan, tahap ini, berubah menjadi wujud tanah yang berwarna hitam, berbau tidak enak, berubah bentuk dan kering. (Al-Khalidi, al-Qashsash al-Qurani, Jus 1 hal. 93).
Dasarnya Q.S Al-Hijr [15]: 28 yang artinya. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
Tahap kelima yaitu wujudnya beruah tanah kering yang mengeliarkan bunyi ketika diketuk. Alquran mengeistilahkan dengan kata “Shalsal” yang terdapat dalam Q.S. Ar-Rahman [55]: 14 yang artinya, “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.”
Imam al-Baidhawi menjelaskan kata “Shalsal” memiliki arti tanah kering yang memiliki suara. Sedangkan menurut Al-Khalidi dinamakan demikan karena tanah kering mengeluarkan bunyi ketika di ketuk.
Tahap keenam Adam yang masih perubahan tanah sesuai tahap masing-masing, barulah Adam dibentuk dalam wujud manusia dan ditiupkan ruh. Allah Swt. berfirman yang artinya. “Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (Adam) lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 11).
Kemudian ditiupkanlah ruh pada Adam, Allah Swt. berfirman, “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr [15]: 29) ini merupakan finalisasi wujud Adam sosok manusia pertama.
Proses Reproduksi Manusia
Dalam proses reproduksinya Alquran mengambarkan sebagai berikut, “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang memancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (Q.S. Al-Thariq [86]: 5-7)
Sayyid Quthb menyebutkan dalam tafsirnya bahwa pengetahuan modern menemukan hal yang baru terungkap yakni di tulang belakang laki-laki terbentuknya sperma dan tulang dada atas pada perempuan terbentuklah mani dari perempuan.
Dengan begitu proses reproduksi manusia berasal dari air memancar yang keluar dari tulang belakang laki-laki dan tulang rusuk perempuan yang terletak antara dada dan pusar. Kemudian dengan izin Allah percampuran tersebut berubah menjadi segumpal darah merah (alaqah). Kemudian menjadi segumpal daging (Mudhghah), lalu terbentuklah janin yang ada di rahim wanita.
Kesimpulan
Mayoritas ulama tafsir berpendapat bahwa manusia yang Allah ciptakan dari tanah adalah Nabi Adam. Kemudian keturunanya diciptakan dari saripati tanah yaitu berupa air mani. Air mani selanjutnya dijadikan segumpal darah, dari segumpal darah menjadi segumpal daging, dari segumpal daging dibentuknya tulang belulang, kemudian Allah jadikan makhluk tersebut dalam bentuk yang sempurna. Kemudian ditiupkannya ruh, serta Allah perintah Malaikat untuk menulis empat perkara, yaitu ditentukan rezekinya, ajalnya, amalnya dan nasib yang didapatkan yaitu kecelakaan atau kebahagiaan. Wallahuaalam.
Penyunting: Ahmed Zaranggi

























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.