Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pancasila Sebagai Kompas Kehidupan

pancasila
Sumber: freepik.com

Pancasila merupakan hasil renungan dan pergulatan pemikiran para tokoh bangsa ini. Hasil perdebatan yang panjang, tak jarang saling berselisih satu antara satu kelompok dan yang lainnya. membuat hari ini, kita mampu menikmati hasil perjuangan para tokoh bangsa ini. Apa jadinya jika bangsa ini, tidak memiliki satu pedoman yang begitu kompleks, dengan berbagai karakteristik yang ada di wilayah Indonesia ini. Sehingga jika di ibaratkan agama yang mempunyai masing-masing kitab sucinya. Maka bangsa Indonesia memiliki satu kitab suci dan menjadi kompas kehidupan ialah pancasila.

Sudah menjadi hal penting, pancasila bukan hanya berada pada dalam gagasan semata, melainkan harus dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia yang memiliki banyak keragaman di dalamnya. Seperti yang di contohkan oleh Yudi Latif dalam bukunya “Mata Air Keteladanan, Pancasila dalam Perbuatan”; beliau banyak memberikan contoh yang konkrit di zaman itu, di mana benar-benar pancasila menjadi satu pedoman yang sakral dan dijadikan sebagai petunjuk arah yang benar. Dan sudah pasti sebagai generasi saat ini, apalagi yang menjadi publik figur maupun wakil-wakil rakyat di parlemen untuk menunjukkan ke pancasilaannya. Begitupun dengan masyarakat, mencontohkan rasa saling kasih sayang seperti ajaran pancasila.

Pedoman Berketuhanan

Akhir-akhir ini, masih ada orang-orang yang mencoba membenturkan pancasila dan agama. Menuduh agama yang tidak pancasilais, arogan dan sebagainya. Bahkan terang-terangan menyampaikan bahwa agama tidak lagi menjadikan pancasila sebagai dasar negara, begitupun sebaliknya. Sejatinya sila pertama dalam pancasila merupakan poin yang penting untuk direalisasikan. Sebab bangsa ini memiliki banyak ajaran agama, sehingga pancasila menjadi penyatu dalam bingkai kenegaraan. Ketuhanan yang maha esa, telah mengayomi seluruh keyakinan di bangsa ini.

Baca Juga  Keselarasan Nilai Pancasila dalam Al-Qur'an

Bahkan tidak ada nada kemanusiaan, persatuan, kerakyataan dan keadilan sosial, jika ketuhanan tidak menjadi pedoman dalam kehidupan ini. Saling menghargai satu sama lain. Bahkan di dalam al-Qur’an sudah dikatakan bahwa bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Hal demikian merupakan ajaran untuk menjalankan masing-masing syariat agama, tanpa ada paksaan. Sehingga pancasila ini memberikan kebebasan berekspresi dalam hal keyakinan antar umat beragama.

Pedoman Keadilan

Persoalan kemanusiaan yang adil dan berdabab. Hal ini, terkadang tanpa kita sadari sudah banyak melakukan ketidakadilan. Jangankan untuk mengurusi negara ataupun instansi pemerintahan. Jika di dalam keluarga maupun tetangga kita sudah tidak mampu berbuat adil, maka dapat diyakini bahwa kita belum menjiwai pancasila. Kalau kita banyak mengkaji pancasila, maka kita akan menemukan banyak oase kehidupan yang tulus dan suci.

Sebab keadilan atas kemanusiaan itu harus dijunjung, bahkan dalam aturan negara menghargai hak asasi manusia (HAM). Menjadi manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya. Sebagaimana dalam hadis Nabi: “Jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya”. Bukan malah sebaliknya, memiliki status sosial yang tinggi sehingga merendahkan dan membuat ketidakadilan. Maka keadilan sosial seharusnya mampu terpatri dalam sanubari setiap insan manusia.

Pedoman Persatuan

Negra dengan begitu multicultural, banyaknya suku, bahasa, adat istiadat bahkan agama mampu menyatu menjadi satu. Negara dengan banyak begitu perbedaan akan sangat cepat sekali terjadi konflik sosial. Sebagaimana yang sudah terjadi dahulu. Namun dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa ini mampu berdiri kokoh tanpa adanya perpecahan diakibatkan ego-ego keaderahan dan agama.

Inilah yang membuat bangsa ini, menjadi rujukkan banyak negara di dunia, karena bisa menjadi negara yang damai dan tidak ada perpecahan. Inilah kemudian yang diharapkan oleh pancasila. Sebagai ideologi negara yang mengharuskan kita bersatu padu sebagai anak bangsa untuk saling mendukung satu sama lain. Seandainya saja pancasila tidak ada, maka indonesia akan banyak memiliki banyak negara dan akan terpecah-pecah.

Baca Juga  Nilai-Nilai A-Qur'an dalam Pandangan Hidup Bangsa

Pedoman Permusyawaratan

Pengambilan kebijakan dengan cara jalan musyawarah, merupakan ciri khas bangsa ini. Demokrasi yang begitu baik dengan pendekatan pancasila. Telah menitipkan sebuah konsep bernegara yang sempurna. Pancasila meninginkan seluruh kebijakan itu berasaskan musyawarah dan mufakat. Tidak dibenarkan adanya lobi-lobi kepentingan.

Sebab hanya satu kepentingan yang harus diperjuangkan yaitu kepentingan rakyat Indonesia. Jika ada yang memiliki di luar kepentingan rakyat, maka bisa dipastikan ia juga belum terpatri jiwa pancasila di dalam dirinya. Maka menjadi wakil rakyat ataupun pemimpin harus benar-benar mendahulukan kepentingan rakyat dan musyawarah untuk mufakat

Pedoman Keadilan Sosial

Tentunya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, hal yang utama untuk dilakukan. Sebab amanat undnag-undang mengatakan bahwa negara harus menjamin kesejahteraan rakyatnya. Pancasila sebagai induk dari undang-undang maka sejatinya harus menjadikan rakyatnya sejahtera. Konsep pancasila ini sudah sempurna, tinggal para elit-elit saja bagaimana menafsirkan pancasila ini ke dalam realitas kehidupan yang nyata untuk dilakukan.

Sudah saatnya mengembalikan pancasila sebagai kompas dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Jangan lagi menjadikan pancasila sebagai landasan untuk berbuat curang dan tidak sesuai dengan ajaran pancasila yang luhur.

Editor: An-Najmi Fikri R