Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Nafs dalam QS. An-Nisa’(4):79: Persepktif Teori Transformasi Generatif

Transformasi Generatif
Gambar: logosconsulting.co.id

Lafaz nafs lumayan banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Dalam kitab   dijelaskan bahwa lafaz ini disebutkan sebanyak 295 kali dalam Al-Qur’an. Namun, penulis hanya fokus mengkaji lafaz ini dalam surah An-Nisa’(4):79. Penulis di sini akan mengkajinya menggunakan teori transformasi generatif: surface structure dan deep structure yang dicetuskan oleh Noam Chomsky.

Pengertian Nafs

Nafs berasal dari bahasa Arab, merupakan satu kata yang memiliki banyak makna (lafzh al-musytaraq) dan dipahami sesuai dengan penggunaannya. Kata nafs terdapat dalam Al-Qur’an dengan makna yang berbeda. Ada yang bermakna self (diri), soul (jiwa), live (hidup), man (manusia), dan own, tergantung konteks penggunaannya.

Dalam kitab Lisanul Arab makna nafsun  (نَفْسٌ) ada 4 yaitu ruh (رُوْحٌ), jasad (جَسَدٌ), عَيْنٌ, darah ) (دَامٌ. Jamaknya nafsun (نَفْسٌ) ada dua yaitu anfusun (أَنْفُسٌ) dan nufuusun (نُفُوْسٌ). Sedangkan dalam kamus Munawwir makna nafsun (نَفْسٌ) adalah diri, nyawa, hati, jiwa, dada, nafas, dan nafsu. Menurut ahli tasawuf, nafs diartikan sesuatu yang melahirkan sifat tercela. Al-Ghazali menyebut nafs sebagai pusat potensi marah dan syahwat pada manusia.

Lafaz ini banyak disebutkan dalam al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa’[4]:79, yang berbunyi:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Artinya: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.(QS. An-Nisa’[4]:79)

Dalam Tafsir Muyassar dijelaskan bahwa apa saja yang menimpamu (wahai manusia), berupa kebaikan dan kenikmatan, maka itu berasal dari Allah semata sebagai karunia dan kebaikan dari-Nya. Apa yang menimpamu berupa kesulitan dan kesengsaraan, maka hal tersebut disebabkan oleh perbuatan burukmu dan apa yang diperbuat oleh tanganmu berupa dosa-dosa serta kesalahan-kesalahan. Dan kami mengutusmu (wahai rasul), bagi segenap manusia sebagai rasul yang menyampaikan risalah tuhanmu. Dan cukuplah allah menjadi saksi atas kebenaran risalahmu.

Baca Juga  Hikmah Peperangan Romawi-Persia dalam QS. Ar-Rum: 1-7

Teori Transformasi Generatif

Sebelum menganalisa surah an-Nisa [4]: 79 ini menggunakan teori transformasi generatif: surface structure dan deep structure, maka kita akan mengenalnya terlebih dahulu. Teori ini digagas dan dikemukakan oleh seorang filsuf bernama Noam Chomsky.

Noam Chomsky dengan konsep “sintactic structure” menjelaskan bahwa komponen sintaksis terdiri atas struktur frasa, struktur transformasi, leksikon/ kaidah pola kalimat dasar dan deskripsi struktur (unsur-unsur deep structure). Kaidah transformasi adalah kaidah yang mengubah struktur dalam menjadi struktur permukaan (contoh analisis dalam kalimat perintah /imperatif).

Chomsky menunjukkan bahwa ada dua tingkat struktur sintaksis dalam setiap kalimat. Pertama yaitu Deep Structure atau yang disebut struktur dalam, kedua yaitu surface structure atau yang disebut dengan struktur permukaan, Konsep ini disebut dengan konsep transformasi generatif.

Menurut Chomsky, fokus teori bahasa adalah upaya menandai kemampuan abstrak yang dimiliki pembicara, memungkinkan pembicara menggunakan kalimat-kalimat yang secara gramatikal benar dalam suatu bahasa.

Surface structure adalah struktur luar atau struktur yang tampak, yaitu stuktur ayat pada permukaannya yang langsung kita dengar atau kita lihat secara tertulis. Atau juga disebut dengan struktur yang dibentuk dengan menerapkan transformasi yang tepat untuk struktur kalimat yang dalam yang dipertanyakan. disebut struktur kalimat yang dapat dilihat, diraba, dan didengar.

Deep structure adalah struktur dalam, yaitu struktur ayat atau kalimat pada peringkat yang abstrak di dalam otak penutur sebelum ayat atau kalimat itu diterbitkan. Atau disebut juga gambaran yang mendasari suatu kalimat. Atau juga disebut struktur kalimat yang tidak dapat dilihat, diraba, dan di dengar. struktur ini memainkan peran penting dalam interpretasi kalimat.

Analisa QS. An-Nisa’(4):79 Berdasarkan Teori Transformasi Generatif

Jika QS. An-Nisa’(4):79 dianalisa menggunakan teori transformatif: surface structure dan deep structure, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Secara Surface Structure

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”

  • Interpretasi Deep Structure
Baca Juga  Tafsir Al-Baqarah 261-263 dan Ali Imran 92: Mengenal Wakaf Produktif

Perkataan Allah kepada Nabi Muhammad yang menyampaikan bahwa setiap kondisi atau situasi buruk atau bencana yang menimpamu (Muhammad) itu datang dari dirimu sendiri. Sedangkan setiap kondisi atau situasi yang baik menimpamu itu datang dari Allah swt. Allah mengutus Nabi Muhammad kepada segenap manusia. Dan cukup Allah yang menjadi saksi

  • Secara Deep Structure

Dari ayat ini dijelaskan mengenai setiap hal yang buruk atau bencana seperti kekeringan, kefakiran, sakit, kematian anak-anaknya dan orang yang dicintai yang menimpa seseorang itu datang dari dirinya sendiri. Sedangkan setiap kondisi atau situasi yang baik seperti kesuburan, banyak harta, banyak anak dan kesehatan menimpa seseorang itu datang dari Allah swt.

Jika dikaitkan dengan munasabah ayat sebelumnya yaitu ayat 78, Allah mengatakan ini untuk menegur kaum munafik. Yakni yang menyalahkan bahwa setiap kesengsaraan atau penderitaan seperti kekeringan, kefakiran, sakit, kematian anak-anaknya dan orang yang dicintai yang menimpa dia itu disebabkan oleh Nabi Muhammad SAW, dikarenakan mereka mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw.

Ketegasan Allah Bagi Seluruh Umat Manusia

Kemudian Allah menurunkan firman ini kepada Nabi Muhammad yang dimaksudkan berlaku atau mencakup semua orang. Dari hal tersebut Allah memberikan ketegasan bagi seluruh umat manusia, bahwa setiap penderitaan yang dia alami itu bukan dari orang lain, tapi berasal dari dirinya sediri atas perbuatan dosa yang dia lakukan dan Allah lah yang menakdirkannya atas semua itu.

Sedangkan setiap kondisi atau situasi yang baik menimpa setiap orang itu datang dari Allah Swt. Karena Allah menyampaikannya kepada Nabi Muhammad, sehingga menggunakan dhamir anta (singular), namun jika dilihat dari struktur dalamnya kalimat ini ditujukan untuk seluruh manusia (antum: plural).

Baca Juga  Hari Ayah: Mendudukan Kembali Posisi Ayah dalam Islam

Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai Rasul untuk seluruh umat manusia. Cukuplah Allah yang menjadi saksi atas kerasulan Nabi Muhammad Saw.

Hikmah Lafal Nafs dalam Surah An-Nisa’(4):79

Adapun hikmah yang dijelaskan dalam ayat ini adalah sebagai berikut:

  • Kita harus senantiasa mengikuti nabi Muhammad Saw sebagai Rasul pembawa kebenaran dan panutan untuk umat manusia.
  • Kita harus meneladani karakter dan moral nabi Muhammad Saw untuk terhindar dari perilaku yang buruk.

Bencana atau kesusahan yang kita alami itu adalah dari dosa diri kita sendiri, bukan bersumber dari orang lain. Hal tersebut adalah cara Allah mengingatkan kita agar bertobat atas dosa yang kita lakukan dan kembali ke jalan yang benar.

Penyunting: Bukhari