Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Meninjau Perintah Sholawat Atas Nabi Muhammad Saw dalam Al-Quran

Sholawat
Sumber: istockphoto.com

Sholawat tentunya bukan hal yang asing di kalangan masyarakat. Sholawat telah menjadi tradisi yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti acara-acara keagamaan. Sholawat juga dipraktekkan dalam berbagai variasi seperti dilantunkan dengan irama tertentu atau dipadukan dengan alat musik. Beberapa kalangan membentuk kelompok-kelompok penggiat sholawat yang menamai dirinya sebagai komunitas pecinta rasul. Meninjau firman Allah swt dalam Al-Qur’an, perintah bersholawat tertulis secara tegas dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللهَ وَمَلَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَاً

Sesungguhnya Allah swt dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi, wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Pandangan Mufasir Tentang Makna Bersholawat

Kata perintah atau Fi’il Amr dalam ayat di atas ditunjukkan oleh lafadh صَلُّوْا. Menurut Khalid Abdullah, Amr merupakan kata yang menunjukkan permintaan untuk melakukan apa yang diperintahkan dari arah yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah. Yang dimaksud kedudukan yang lebih tinggi dalam Al-Qur’an adalah Allah swt dan yang dimaksud kedudukan yang lebih rendah adalah manusia.

Ibnu Mandhur dalam kamusnya Lisan al-Arab menjelaskan makna sholawat صلوات)) berasal berasal dari akar kata صلى yang bermakna doa dan memohon ampunan, sholawat merupakan jamak dari kata صلاة. Menurut Ibnu Mandhur sholawat memiliki arti yang berbeda-beda sesuai subjek dan konteks kalimatnya. Sholawat yang disandarkan kepada Allah swt berarti rahmat, sholawat yang disandarkan kepada malaikat berarti doa, dan sholawat yang disandarkan kepada manusia berarti doa.

Selaras dengan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Al-Munir, bahwa sholawat Allah swt atas Nabi Muhammad saw artinya Allah swt menganugrahkan rahmat dan keridhoan-Nya untuk Nabi Muhammad saw, sedangkan sholawat malaikat artinya malaikat mendoakan dan memohonkan ampunan untuk beliau, dan sholawat manusia adalah doa manusia kepada Allah swt dengan memohonkan rahmat, bertambahnya kemuliaan dan derajat yang tinggi untuk beliau.

Baca Juga  Tafsir Surah Ali Imran Ayat 8: Doa Keteguhan Hati

Menurut Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Mishbah, perintah bersholawat dalam ayat ini adalah perintah yang unik, karena satu-satunya perintah yang Allah swt dan malaikat-malaikat-Nya telah melakukannya sebelum diperintahkan kepada orang-orang yang beriman. Menurut beliau, ayat ini seolah-olah berkata bahwa sesungguhnya Allah swt yang Maha Agung dan memiliki segala sifat yang terpuji, juga para malaikat sebagai makhluk yang suci, sangat cinta dan kagum terhadap Nabi Muhammad saw. Maka dari itu, Allah swt bersama malaikat-malaikat terus-menerus bersholawat kepada Nabi Muhammad saw sebagai orang paling berjasa dalam memperkenalkan Allah swt dan jalan yang lurus.

Oleh karena itu, menurut Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim bahwasanya hikmah perintah bersholawat atas Nabi Muhammad saw kepada orang-orang yang beriman adalah agar terhimpun dan bersatu segala pujian dari penduduk langit (Allah dan malaikat-malaikat-Nya) dan penduduk bumi (manusia).

Ketentuan Bersholawat

Mengenai ketentuan bersholawat, Al-Qur’an tidak menjelaskan lebih lanjut. Adapun untuk mengetahuinya dapat dilihat dalam hadits-hadits mutawatir sebagaimana yang dirujuk oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir, terdapat beberapa hadits Nabi Muhammad saw terkait ayat ini, di antaranya:

  • Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim, Ahmad dari Ka’ab bin Ujrah. Dia berkata, “Ada seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, adapun mengucapkan salam untuk engkau kami sudah mengetahuinya, lalu bagaimana cara bersholawat?, Rasulullah saw berkata, katakanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَاركْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَميْدٌ مَجِيْدٌ

  • Imam Malik, Ahmad, dan Bukhori meriwayatkan dari Abu Humaid as-Sa’di bahwasanya sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bersholawat untuk engkau?, Rasulullah saw menjawab, katakanlah:
Baca Juga  Aerodinamika dalam penafsiran QS. Al-Mulk ayat 19

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَاركْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَميْدٌ مَجِيْدٌ

  • Al-Jama’ah meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, Dia berkata, “ Kami berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara bersholawat untuk engkau?, Rasulullah saw bersabda, katakanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَاركْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَميْدٌ مَجِيْدٌ

Sholawat yang diajarkan Nabi Muhammad saw di atas disebut Sholawat Ma’tsurat, terdapat juga sholawat yang dibuat oleh para ulama dan orang-orang sholeh disebut Sholawat Ghiru Ma’tsurat seperti “Sholawat Munjiyat” yang diciptakan oleh Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani, “Sholawat Fatih” yang diciptakan oleh Syeikh Ahmad Al-Tijami dan sholawat-sholawat lainnya.

Hukum bersholawat

Adapun hukum bersholawat, Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam tafsirnya dengan mengambil beberapa pendapat yakni para Ulama sepakat tentang wajibnya sholawat sekali dalam seumur hidup, Imam Asy-Syafi’i mewajibkan sholawat pada tasyahud akhir dalam sholat, pendapat lain mengatakan sholawat wajib setiap kali nama Nabi Muhammad saw disebutkan atau minimal satu kali dalam sebuah majelis, dan disunnahkan memperbanyak sholawat pada hari Jum’at, ketika berziara ke makam beliau, setelah adzan, dan dalam sholat jenazah.

Mengapa manusia harus bersholawat kepada Nabi Muhammad saw? Quraish Shihab menjelaskan karena manusia harus berterima kasih atas jasa-jasa Nabi Muhammad saw, namun manusia tidak mampu melakukannya secara langsung, maka dari itu manusia meminta kepada Allah swt untuk memberikan kedudukan tertinggi kepada beliau.

Bersholawat termasuk ibadah yang memiliki banyak keistimewan. Orang-orang yang bersholawat akan memperoleh ganjaran dari Allah swt sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat-riwayat dirujuk oleh Al-Qurthubi dalam Tafsir Jami Li Ahkam Al-Qur’an di antaranya:

  1. Hadits riwayat  Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa mengirimkan sholawat untukku, maka Allah swt mengirimkan sepuluh sholawat untukknya”
  2. Hadits riwayat At-Tabrani dalam kitab Al-Ausath yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menuliskan pada bukunya sebuah sholawat, maka para malaikat akan selalu bersholawat kepadanya selama namaku masih tertulis dalam buku tersebut”.
  3. Said bin Al-Musayyid meriwayatkan dari Umar Bin Khattab, ia berkata, “Sebuah doa terhalang di bawah langit (tidak naik ke atas) sampai orang yang berdoa itu bersholawat kepada nabi muhammmad saw. Lalu apabila orang tersebut telah bersholawat, maka doa itu secara otomatis akan terangkat ke atas langit”.
Baca Juga  Peran dan Kedudukan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur'an

Dari pemaparan di atas, penulis menarik kesimpulan bahwasanya perintah sholawat dalam ayat ini adalah perintah yang agung, karena tidak hanya memerintahkan, Allah swt mengabarkan bahwa Dia dan malaikat-malaikat-Nya juga terus-menerus bersholawat. Maka tidak ada alasan bagi orang-orang yang beriman untuk enggan sholawat, dan keutamaan-keutamaan telah dijanjikan hendaknya memotivasi kita untuk senantiasa memperbanyak bersholawat atas Nabi Muhammad saw, mencintai dan mengenang jasa-jasa beliau.

Editor: An-Najmi Fikri R