Salah satu tugas penting bagi umat Muslim adalah berdakwah. Menurut Syekh Ali Mahfudz dakwah lebih dari sekedar ceramah dan pidato; walaupun secara lisan dakwah diidentikan dengan keduanya, dakwah juga meliputi tulisan (bil Qalam) dan perbuatan sekaligus keteladanan (bil Hal wal Qudwah), yaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan petunjuk Allah Swt (A.Ilyas Ismail, Prio Hotman, 2013).
Dalam konteks ini tafsir al-Qur’an memainkan peran yang sangat penting dalam memperdalam pemahaman tentang kewajiban berdakwah. Artikel ini akan menjelaskan mengenai kewajiban berdakwah berdasarkan Tafsir Al-Qur’an yang fokus pada Q.s Al-Mudatsir ayat 1 dan 2 pada tafsir Al-Misbah.
Al-Mudatsit ayat 1 dan 2: Makna dan Tafsir
يَأَيُهَا الْمُدَّثِّرُ
“Wahai Orang-Orang yang terselubung” (Ayat 1)
Menurut al-Biqâ’i setelah surah al-Muzzammil ditutup dengan berita gembira bagi mereka yang memiliki pandangan hati yang jernih. Setelah sebelumnya bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT guna mempersiapkan diri melaksanakan tugas dakwah. Maka awal surah ini dimulai dengan perintah untuk menyampaikan peringatan, dengan firman- Nya: Wahai yang berselimut bangkitlah lalu beri peringatan. Apapun hubungannya yang jelas ayat di atas memerintahkan Nabi Muhammad SAW; Hai yang berselimut yakni wahai Nabi Muhammad saw, bangkitlah dengan sempurna dan giat, lalu berilab peringatan mereka yang lengah dan melupakan Allah.
Kata Al-Muddatstsir terambil dari kata iddatsara. Kata ini, apapun bentuknya, tidak ditemukan dalam al-Qur’ân kecuali sekali, yaitu pada ayat pertama surah ini. Iddatsara berarti mengenakan, ditsar, yaitu sejenis kain yang diletakkan di atas baju yang dipakai dengan tujuan menghangatkan dan atau dipakai sewaktu berbaring tidur (selimut).” Disepakati oleh ulama tafsir bahwa yang dimaksud dengan yang berselimut adalah Nabi Muhammad SAW. (M. Quraish Shihab, 2007).
***
قُمْ فَاَنْذِرْ
“Bangunlah lalu peringatkanlah” (Ayat 2)
Ayat yang lalu melukiskan Nabi Muhammad SAW sedang berbaring dalam berkeadaan berselimut. Ayat di atas juga memerintahkan beliau bangkitklah secara sungguh-sungguh dan dengan penuh semangat lalu berilah peringatan.
Kata “qum” terambil dari kata “qawama” yang mempunyai banyak bentuk. Secara umum, kata-kata yang dibentuk dari akar kata tersebut diartikan sebagai “melaksanakan sesuatu secara sempurna dalam berbagai seginya.” Karena itu, perintah di atas menuntut kebangkitan yang sempurna, penuh semangat dan percaya diri. Sehingga yang diseru – dalam hal ini Nabi Muhammad SAW. – harus membuka selimut, menyingsingkan lengan baju untuk berjuang menghadapi kaum musyrikin.
Kata “andir” berasal dari kata “nadgara” yang mempunyai banyak arti, antara lain, sedikit, awal sesuatu dan janji untuk melaksanaka sesuatu bila terpenuhi syaratnya. Pada ayat di atas, kata ini biasa diterjemahkan dengan peringatkanlah. Peringatan didefinisikan sebagai “penyampaian yang mengandung unsur menakut-nakuti”. kemudian bila diperhatikan arti asal kosa kata tersebut, maka peringatan yang disampaikan itu merupakan sebagian kecil serta pendahuluan dari satu hal yang besar dan berkepanjangan; dan apa yang diperingatkan itu pasti akan terjadi selama syaratnya telah terpenuhi. serta Sparat tersebut adalah pengabaian kandungan peringatan.
Ulama lain berpendapat bahwa pada dasarnya perintah di sini belum ditujukan secara khusus kepada siapapun. Yang penting adalah melakukan peringatan, kepada siapa saja, terserah kepada Rasulullah saw. Hal ini sama dengan perintah makan dan minum. Baik yang ditemukan dalam al-Qur’an maupun ucapan seseorang yang mempersilakan tamunya untuk makan dan minum. (M. Quraish Shihab, 2007).
Pesan Kewajiban Berdakwah
Makna dan pesan kewajiban berdakwah dalam ayat-ayat tersebut adalah pentingnya peran umat Islam dalam memyebarkan kebenaran dan membimbing orang lain kepada jalan yang benar. Dakwah bukan hanya tanggung jawab Nabi Muhammad SAW, tetapi juga tanggung jawab setiap individu muslim dalam memperjuangkan kebaikan, menyampaikan pesan agama dan mengingatkan orang lain tentang ajaran -ajaran Islam.
Editor: An-Najmi





























Leave a Reply