Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

LGBT dalam Islam: Telaah Kata Fahisyah (الْفَاحِشَةَ) dalam Alquran

Sumber: https://geotimes.id/

LGBT merupakan akronim dari lesbian, gay, biseksual dan transgender. LGBT kembali menjadi perbincangan netizen setelah tayangnya podcast youtuber Deddy Corbuzier bersama pasangan gay, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Podcast yang tayang pada 8 Mei 2022 itu menuai banyak komentar negatif. Hingga pada 10 Mei 2022 Deddy menayangkan podcast bersama Gus Miftah selaku gurunya pada bidang agama. Gus Miftah mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan Deddy Corbuzier hanya melihat LGBT dari kacamata sosial, bukan dari kacamata agama. Lantas bagaimana Islam membahas mengenai LGBT serta kaitannya dengan fahisyah?

Islam Memandang LGBT

Dalam ajaran agama Islam LGBT merupakan sesuatu yang diharamkan. Hal itu bertentangan dengan QS. An-Najm ayat 45:

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ

Artinya: “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.”

Ayat di atas menegaskan mengenai penyimpangan yang dilakaukan kaum LGBT karena hubungan homogennya dengan sesama jenis. Secara historis, LGBT telah ada sejak zaman dahulu, cerita yang terkenal adalah mengenai kisah kaum Nabi Luth (Kaum Sodom) yang melakukan penyimpangan berupa liwath atau yang lebih kita kenal dengan gay.

Perbuatan kaum Luth disebutkan oleh Allah pada beberapa ayat dalam Alquran, salah satunya pada QS. Al-A’raf ayat 80-81 sebagai berikut:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”

Makna Kata Fahisyah (الْفَاحِشَةَ).

Pada QS. Al A’raf ayat 80, Allah menyebut perbuatan yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ini dengan ungkapan Fahisyah (الْفَاحِشَةَ). Menurut kamus Al Munawwir (2002: 1036), kata fahisyah (الْفَاحِشَةَ) dengan jama’ fahsya’ (الفحشاء) secara bahasa diartikan dengan perbuatan keji atau perbuatan kotor.

Baca Juga  Doktrin Ishmah dalam Tafsir Al-Qummi

Kata fahisyah dan fahsya’ keduanya merupakan masdar. Selain menggunakan keduanya, alquran juga menyebutnya dengan Al Fawahisy (jama’). Kata Fahisyah dengan segala bentuk derivasinya disebutkan sebanyak 24 kali dalam Alquran, dengan rincian fahsya’ sebanyak 7 kali, fahisyah sebanyak 13 kali, serta al fawahisy sebanyak 4 kali. Ketiganya sama-sama tersusun atas tiga huruf dasar fa’ (ف), ha’ (ح), dan syin (ش) dan menunjukkan arti berbagai perbuatan buruk.Berikut beberapa makna fahisyah dalam Alquran:

Pertama, kejahatan yang berhubungan dosa besar, seperti syirik pada QS. Al A’raf ayat 27. Pada QS. Al A’far ayat 27, Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam Kitab Tafsir al Wajiz menafsiri kata fahisyah (الْفَاحِشَةَ) dengan perbuatan syirik, yakni Thawaf mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang, dan menyembah berhala untuk meniru bapak-bapak mereka.

Serta dosa-dosa yang berorientasi kepada seksual, baik heteroseksual (zina) seperti dalam QS. Al Baqarah ayat 169, An Nisa’ ayat 15, 19, 22, dan 25 maupun homoseksual seperti yang telah disebutkan dalam QS. Al A’raf ayat 80-81. Fahisyah dalam ayat 80 ini diartikan dengan perbuatan homoseksual yang dimaksud adalah hubungan seksual dengan sesama jenis yang dijelaskan dalam QS. Al-A’raf ayat 81, sebagai berikut:

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Kedua, kejahatan yang berhubungan dengan dosa sosial, seperti bakhil pada QS. Al Baqarah ayat 268

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” Penyebaran berita bohong (QS. An Nur:21)

Baca Juga  Aplikasi Hermeneutika Paul Ricoeur pada Ayat Idul Adha

Berdasarkan Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Fahsya pada ayat ini diartikan dengan tuduhan zina yang dilontarkan kepada Istri Nabi; Sayyidah Aisyah r.a. Seperti yang dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Padahal sebenarnya sayyidah Aisyah tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan itu.

Penyunting: Ahmed Zaranggi