Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kerinduan Taman Surga dan Aplikasi Eatmarna

Sumber: Playstore. google.com

Siapa yang tidak rindu untuk mengucapkan salam langsung kepada Rasulullah Saw di hadapan makamnya? Biasanya kita bershalawat dan salam dalam jarak yang cukup jauh, di taman surga masjid Nabawi, kita bisa menyampaikan secara langsung. Hati yang sangat rindu, lisan hanya melantunkan salam, tak terasa air mata berlinang menumpahkan keharuan dan kebahagiaan mengucap salam langsung. Makam Nabi Muhammad Saw mendorong batin agar berdekatan dengannya. Tak terasa air mata bercucuran sambil menyampaikan salam dari orang tua, kerabat, dan sahabat lainnya.  Kubah hijau menampilkan sisi esoterik kontruksi bangunan dan kedamaian hati ketika melihat pun menginjakan kaki pada pelataran masjid di bawahnya.

Taman yang Dirindukan

Adalah taman surga  di  antara rumah Nabi Saw dan mimbar. Pelataran yang tak seluas ruang masjid lainnya menjadi fokus setiap insan untuk salat dan berdoa di hamparannya. Berbondong-bondong setiap insan ingin masuk ke dalamnya, namun tetap ia bersabar menunggu antrian. Rasa lelah, kaki yang cukup pegal, jarak tempuh yang ratusan meter terkalahkan oleh aura dan semerbak wangi Taman Surga. Raudah menjadi impian setiap insan. Seiring dengan ingatan sabda-Nya, “antara rumahku dan mimbar adalah taman dari taman-taman surga”. Setiap doa akan diijabah oleh-Nya. Batin mendorong lisan untuk menumpahkan segenap doa kebaikan. Raudah memiliki magnetis bagi orang yang merindukannya.

Jamaah umrah kali ini (2022) sungguh luar biasa. Kerumunan orang layaknya musim haji. Kerinduan yang tertahan pada masa Pandemi, tercurahkan kali ini. Kesempatan dibuka, jamaah dari berbagai negara terpanggil untuk umrah dan mengunjungi Kota Nabi. Bahkan, beberapa minggu menjelang musim haji 2022, kesibukan bandara menurukan penumpang untuk umrah luar biasa banyaknya. Dorongan batin yang tertahan mengantarkan seluruh insan dengan satu perasaan rindu yang sama mengunjungi Mekkah dan Madinah.  Banyaknya jamaah yang datang, tentu pemerintah KSA mengatur kunjungan ke Raudah. Kerinduan diiringi dengan izin masuk demi kenyamanan dan pertimbangan kesehatan. Ibadah dengan penuh kerinduan, tetap harus memperhatikan kenyamanan dan kesehatan.

Baca Juga  Makna Terjemah Perspektif Penerjemah

Pengaturan masuk Raudah difasilitasi oleh aplikasi I’tamarna (Eatmarna). Aplikasi ini mengatur masuk Raudah bagi laki-laki dan perempuan, juga pelaksanaan umrah ketika tawaf di pelataran Ka’bah. Mungkin bisa muncul pikiran yang terbersit, mengapa ibadah harus diatur, bukankah setiap orang punya hak yang sama untuk masuk ke Raudah?  Bersitan pikiran itu bukan salah dan tidak salah. Namun, setiap orang harus paham akan kondisi pasca Pandemi dan pengaturan antri agar tetap setiap orang bisa masuk Raudah. Mereka menunggu giliran untuk merasakan Taman Surga. Ketika jam yang dipilihnya tepat, pasti setiap orang bisa masuk ke Raudah.

Persiapkan Daftar pada Aplikasi Eatmarna

Setiap orang mudah untuk mengisi aplikasi ini selama kuota internetnya ada. Layanan ini dapat diunduh pada Google Play kemudian dipasang pada android. Aplikasi ini menjadi layanan resmi milik Pemerintah KSA khususnya tanggung jawab Kementerian Haji dan Umrah atas pelayanan para tamu Allah.  Aplikasi ini memungkinkan mereka yang ingin menunaikan umrah dan berkunjung untuk meminta dikeluarkannya izin masuk ke Dua Masjid Suci untuk menunaikan umrah, kunjungan, dan masuk Raudah sesuai kapasitas yang telah disetujui oleh otoritas terkait untuk memastikan tersedianya suasana spiritual dan kenyaman sesuai dengan pencegahan dan pengendalian kesehatan.

Untuk warga negara luar KSA, siapkan nomor passport dan visa. Lakukan log in pada aplikasi,  sesuai dengan petunjuknya. Aplikasi ini menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Kita dapat memilihnya. Bagi yang belum paham dua bahasa ini dapat dibantu oleh guide atau teman lain yang mengerti.  Log in selesai, akan diantarkan pada pemilihan untuk umrah, ibadah di Raudah (laki-laki), dan ibadah di Raudah (perempuan). Jangan sampai salah mengklik antara laki-laki dan perempuan untuk ibadah di Raudah. Salah klik akan salah dalam memilih jam yang dikehendaki, karena waktunya berbeda antara kesempatan laki-laki dan perempuan.

Baca Juga  Pandangan Al-Qur'an terhadap Fenomena Hamil di Luar Nikah

Bagi laki-laki, misalnya, untuk masuk ke Raudah, diklik Praying in Raudah (Men). Tanggal yang diberikan akan muncul, biasanya diwarnai merah tanggalnya oleh aplikasi. Ketika ingin masuk pada tanggal ketika log ini, biasanya tanggalnya tidak bisa diklik. Hal ini dikarenakan jumlah yang masuk ke Raudah sudah melebihi kapasitas. Kita dapat memilih tanggal pada hari berikutnya, biasanya mulai pukul 00.00 dan selanjutnya. Artinya, untuk kenyamanan masuk lakukan log in dan pemilihan tanggal satu hari sebelum masuk ke Raudah. Tanggal dan waktu sudah diklik, kita tinggal menunggu waktunya. Siapkan kesempatan dan fisik yang cukup kuat, karena perjalanan dari hotel biasanya beberapa ratusan meter ke Raudah.  Proses ini berlaku pula untuk perempuan.

Pengaturan dan log in aplikasi berimbas pada masuk Raudah tidak seperti sebelum Pandemi. Jamaah bisa langsung masuk ke Raudah sesuai dengan kecepatan langkah menuju Raudah. Hari ini cukup berbeda. Jamaah tidak bisa masuk langsung sebelum diteliti kebenaran dari jadwal sesuai log in. Lolos verifikasi, tidak bisa masuk langsung pula. Jamaah dikumpulkan dulu pada barisan tertentu di sekitar luaran pintu 40 dan 41 Masjid Nabawi. Petugas Masjid Nabawi mengumpulkannya pada beberapa klaster. Masuk ke Raudah diatur berdasarkan urutan klaster tersebut. Kondisi seperti memang memakan waktu lama untuk menunggu, namun nyaman ketika beribadah. Setiap jamaah bisa memanfaatkan untuk ibadah dan menumpahkan segala doa di Raudah. Bagi kaum perempuan, klaster urutan diatur di dalam ruangan masjid dengan pola yang cukup sama.

Ibadah pasca Pandemi memang perlu penyesuaian,  bukan untuk membatasi orang masuk ke Raudah. Pengaturan ini untuk kemaslahatan dan mendorong setiap orang agar bisa masuk ke Raudah sesuai dengan urutan. Kesabaran dalam hal ini tidak hanya ibadah. Ia mengatur pula dalam membentuk kenyamanan orang dalam merasakan kesyahduan beribadah di Taman Surga.

Baca Juga  Memahami, Menghargai dan Mengamalkan Ilmu Al-Qur'an

Musim haji akan segera tiba. Pemerintah RI akan mulai memberangkatkan jamaah mulai awal Juni 2022. Agar nyaman dalam beribadah, para petugas dan pembimbing haji hendaknya memastikan setiap jamaah untuk bisa mengakses layanan aplikasi ini. Karena, mungkin kondisinya akan relatif sama dengan kondisi beberapa hari yang lalu ketika penulis melaksanakan umrah. Wallahu A’lam.

Editor: An-Najmi