Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kajian Semantik: Menelaah kata Hasan dalam al-Qur’an Menurut Izutsu

hasan
Sumber: https://www.posbunda.com/

Semua agama pasti mengajarkan yang namanya kebaikan, terutama agama Islam. Dalam Islam, kebaikan berungkali disebutkan dalam al-Qur’an. Namun kebaikan yang ada dalam al-Qur’an disebutkan dalam beragam kata. Salah satunya adalah kata Hasan di sini akan dibahas mengenai definisi mendalam dari hasan itu sendiri menurut Toshihiko Izutsu.

Pembahasan Makna Kata Hasan

Dalam analisisnya terhadap kata hasuna, Izutsu membagi pembahasannya ke dalam tiga bagian, yaitu hasan, hasanah dan ahsana. Mengingat banyaknya pengulangan terhadap kata jadian hasan di dalam al-Qur’an, pembagian hasan hanya ke dalam tiga bagian membuat beberapa kata tidak terakomodir.

Hal tersebut dikarenakan dalam al Qur’an kata hasan muncul sebanyak 194 kali, dengan rincian dalam bentuk fi’il ada 3 wazan yaitu faula, af ala dan af’il yaitu kata-kata hasuna, ahsana dan ahsin. Fi’il fi’il tersebut menghasilkan 8 bentuk isim yaitu husn, hasan, hasanah, husna, husan, ahsanu, thsan dan muhsm.

Derivasi Hasan dalam Al-Qur’an

Berikut ini merupakan tiga pembagian hasan dalam buku Ethico-Religious karya Toshihiko Izutsu.

  • Hasan

Menurut Izutsu, kata hasan bisa diaplikasikan di dalam tiap-tiap hal yang dirasa menyenangkan (pleasing), memuaskan (satisfing) indah (beautiful) atau terpuji (durable). Selayaknya kata khayr, ruang lingkupnya pun mencakup perkara keduniaan dan keagamaan .

Seperti itulah bagaimanaToshihiko Izutsu menggambarkan kata hasan. Selanjutnya ia mencontohkan penggunaan kata tersebut dalam surat al-Nahl (16): 67 berikut ini:

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya: “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan”.

Baca Juga  Beberapa Makna Kata Kafir Di dalam Al-Qur'an

Pada ayat tersebut dapat diketahui bahwa makna dari penggunaan kata hasan ialah menyangkut tentang hal yang berbau keduniaan. Lebih rinci lagi, menurut Izutsu kata hasan disini diartikan denan sesuatu lezat atau rasa yang menyenangkan.

  • Hasanah

Kata ini adalah bentuk feminin dari kata sifat, hasan. Bentuk feminin ini digunakan sebagai kata benda dan artinya ialah sesuatu yang memiliki kualitas yang ditunjukkan oleh kata sifat tersebut. Kata ini sangat hampir mirip dengan kata khayr dalam kedua macam ranah aplikatifnya, baik yang bersifat keduniaan maupun religious.

Salah satu contoh penggunaan kata hasan adalah pada surat al-Baqarah ayat 201

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami hasanah di dunia dan di akhirat juga, dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Hasanah dalam ayat ini jelas mengandung arti kebahagiaan (happiness), kemakmuran (prosperity) dan keberuntungan (good luck). Kata hasanah dalam pengertian diatas muncul terus menerus dalam al-Qur’an dalam kombinasi yang erat dengan antitesanya yaitu kata sayyi’ah yang bisa ditemui pada QS an-Nisa’ ayat 78.

  • Ahsana

Kata ahsana (infinitif: ihsan) secara umum bisa diartikan melakukan sesuatu yang bagus, tetapi sebenarnya kata ini di dalam al-Quran dipakai untuk dua kualifikasi khusus dari “kebajikan” (goodness), yaitu ketaatan yang dalam kepada Tuhan dan semua perbuatan manusia yang berasal darinya, serta setiap perbuatan yang didorong oleh semangat hilm (kesantunan).

إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِين

Artinya: “Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (QS. Yusuf: 90)

Baca Juga  Tingkatan Makna dalam Kajian Al-Quran

Dalam ayat ini kandungan semantik dari kata ihsan bertolak dari bertakwa kepada Allah dan sabar, yang mana keduanya menggambarkan karakteristik dari orang yang beriman. Sabar juga merupakan bagian dari sifat santun, sehingga orang-orang yang mampu bersabar maka ia disebut seorang yang muhsin.

Sebagai ganti ungkapan membawa kebaikan. kata kerja kausatif ahsana (dari akar kata yang sama) dapat pula digunakan. Dalam hal ini Izutsu menunjukkan bahwa ungkapan orang yang ahsana sama artinya dengan orang yang melakukan hasanah. Dan bahwa kandungan hasanah yang tidak eksplisit ini dapat dikontraskan dengan sayyi’ah lebih jauh lagi. Wallahu a’lam

Editor: An-Najmi