Al-Qur’an dan bahasa Arab merupakan dua kesatuan yang saling berkaitan sebagai sumber hukum kaum muslim dan sumber makna. Mukjizat dalam Al-Qur’an atau yang biasa disebut dengan I’jaz Al-Qur’an memiliki aspek yang murni, uni, indah, dan gaya bahasa Al-Qur’an itu sendiri. Para alim ulama telah banyak mengkaji mukjizat Al-Qur’an tersebut dalam berbagai bidang tema sesuai dengan norma linguistik yang terkandung di dalamnya. Tulisan ini mengkaji kata jamilah (keindahan) dalam Al-Qur’an.
Al-Qur’an sebagai mukjizat umat islam, dapat dikaji dengan berbagai sumber ilmu seperti nahwu, shorof, dan ilmu linguistic. Pengkajian tersebut tentunya menggunakan sighah bentuk dan kuantitas yang baik, sehingga mendapatkan makna yang leksikal terhadap suatu kata Al-Qur’an yang akan ditafsirkan. Al-Qur’an menjadi suatu sumber hukum dan makna yang bersifat paling otentik karena penggunaan bahasa Arab dalam pengkajian tersebut.
Kata Jamilah dalam Al-Qur’an
Di Indonesia, kata jamilah sering digunakan dalam penamaan anak perempuan. Hal tersebut dilakukan karena kata jamilah memiliki arti yang baik, yakni keindahan. Namun, kata جميل menurut Kamus Bahasa Arab dapat diartikan sebagi baik atau elok. Kata dasar جميل tersusun atas suku kata ج م ل yang digunakan sebagai kata benda dan dapat diartikan dengan makna elok, indah, dan hiasan. Penggunaannya sebagai kata kerja dapat memiliki makna yakni memperindah, menjumlahkan, memperindah, memperelok, mempercantik, membaguskan, dan lain sebagainya.
Dalam Al-Qur’an, kata جميل dengan dasar kata ج م ل telah disebutkan 11 kali dengan derivasinya berbeda-beda namun serumpun. Ayat Al-Qur’an yang menyebutkan kata tersebut, diantaranya: (1) Al-A’raf:40 (الجمل dibaca al-jamalu) yang memiliki arti hewan unta; (2) Yusuf:18 (جميل dibaca jamilun) yang artinya baik atau bagus; (3) Yusuf:83 ( جميل dibaca jamilun) dengan artinya adalah baik atau bagus; (4) Al-Hijr:85 (الجميل dibaca jamila) yang memiliki arti dengan baik atau yang baik; (5) An-Nahl:6 ( جمال dibaca jamalun) yang berarti menambah indah atau menambah bagus; (6) Al-Furqan:32 (جملة dibaca jumlatun) yang dapat diartikan sebagai jumlah; (7) Al-Ahzab:28 (جميلا dibaca jamilan) artinya suatu kebaikan; (8) Al-Ahzab:49 (جميلا dibaca jamilan) yang memiliki arti suatu kebaikan; (9) Al-Ma’arij:5 (جميلا dibaca jamilan) dengan artinya adalah kebaikan; (10) Al-Muzzamil:10 (جميلا dibaca jamilan) yang dapat diartikan sebagai kebaikan; dan (11) Al-Mursalat:33 (جملت dibaca jimaalatun) yang dapat diartikan sebagai unta-unta (unta dalam bentuk kata jamak).
Penafsira Kosa Kata Jamilah
Berdasarkan hal tersebut, interpretasi ayat Al-Qur’an yang menggunakan kata atau lafadz جميل, di antaranya adalah surah Yusuf (12):18:
Surah ini menceritakan kisah nabi Yusuf as yang digambarkan merupakan kisah terbaik diantara kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam surah ini, dijelaskan bahwa saudara nabi Yusuf as yang merupakan putra nabi Yakub as sengaja memalsukan kematian nabi Yusuf as. Saudara-saudaranya datang kepada nabi Yakub as dengan membawa baju gamis yang berlumuran darah palsu dan mengatakan bahwa darah tersebut merupakan darah nabi Yusuf as.
Menanggapi hal tersebut, nabi Yakub as berkata bahwa ‘hanya dirimu sendiri yang akan memandang baik suatu hal yang buruk tersebut, maka bersabar dengan hal itu merupakan tindakan terbaik bagiku. Dan hanya kepada Allah SWT-lah aku memohon pertolongannya terkait apa yang kalian ceritakan’. Hal tersebut menjelaskan bahwa bersabar merupakan tindakan yang baik, ditambah dengan usaha meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT. Dengan demikian, makna kata جميل dalam lingustik Arab menjelaskan suatu keindahan, keelokan, kebaikan, hewan unta dan menjumlahkan.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.