Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Inklusivitas Tadabbur ala Hisyam Masyhadani: Tadabbur Untuk Semua!

inklusivitas tadabbur
Dok. Pribadi

Perkembangan kajian tadabbur menjadi semarak di era kontemporer. Hal ini, salah satunya ditandai dengan lahirnya berbagai karya khusus tentang tadabbur Al-Qur’an. Mulai dari metode Tadabbur (Hikmat bin Basyir, manhaj tadabbur, 2004), konsepsi tadabbur (Abdul Ghani Sarhan, at-tadabbur haqīqatuh, 2013), konstruksi dasar tadabbur (Abdul Muhsin Al-Mutiri, Mabādi’ at-tadabbur, 2017) hingga kaidah tadabur (Khalid Tsabat, Qāidah wa Ushul wa tatbiq tadabbur, 2016). Kajian ini membawa pada inklusivitas tadabbur oleh pembaca.

Semarak Kajian Tadabbur

Pengkaji kontemporer seakan perlahan-lahan mengkonstruksi tadabbur menjadi satu disiplin ilmu tersendiri sebagaimana ilmu tafsir. Hal ini juga menandai impian Habannakah akan segera terwujud, ulama yang merevitalisasi tadabbur dalam serangkaian kaidah yang diharapkan sebagai fondasi “ilmu tadabbur”.
Antusiasme pengkaji tadabbur yang ramai di Timur Tengah (Saudi, Suriah dan Irak) juga dapat dirasakan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan diterjemahkannya karya ulama Saudi ke dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh; Tadabbur Al-Qur’an Aplikatif oleh Tim markaz al-manhaj Saudi Arabia 2021; dan Tadabbur Al-Qur’an oleh Syaikh Adil Muhammad Khalil 2018. Selain itu diterbitkan karya ulama Indonesia seperti Tadabbur Al-Qur’an: Panduan hidup bersama Al-Qur’an juz 29-30 oleh Bachtiar Nasir 2016 dan Mushaf Al-Qur’an: Tadabbur Maiyah Padangbulan, oleh Cak Nun dan Cak Fuad 2021.

Inklusivitas: Tadabbur Untuk Semua!

Satu dari sekian kitab Tadabbur, saya tertarik untuk mengkaji karya Hisyam Al-Masyhadani yang berjudul Tadabbur lil-Jami’. Hisyam merupakan seorang ulama, faqih dan akademisi kelahiran Iraq. Ia menempuh S1 di Universitas Baghdad pada jurusan Syari’ah dan Adab, S2 merantau menuju Pakistan dan berhasil meraih gelar Magister di bidang Islamic Studies, kemudian menuntaskan jenjang doktoral di Universitas Al-Qur’an dan Ilmu-ilmu Islam, Sudan.

Baca Juga  Introspeksi Diri Melalui Ayat-Ayat Al-Quran

Ulama kelahiran 1952 M ini memiliki berbagai karya dalam bidang akidah, fiqh dan ulumul Qur’an. Kitab yang mengkaji tadabbur ini merupakan kitab paling masyhur dan memberi kajian yang signifikan dalam mengembangkan kajian tadabbur di era kontemporer.

Selain menjadi akademisi dan ulama, Hisyam juga rutin berdakwah di London selama musim panas, berdurasi tiga bulan dalam kurun waktu 1998-2000. Hisyam juga menjabat sebagai ketua bidang pengkaderan imam dan penceramah 1998-2000, serta ketua bidang dakwah tahun 2000-2001 di Irak. Terakhir, ia berkarir di Qatar dan wafat di sana pada tahun 2021.

Dari judulnya, Hisyam ingin mengubah cara pandang umat Muslim terhadap Al-Qur’an. Bahwa semua orang mampu “mengakses Al-Qur’an” dengan pendekatan tadabbur. Judul kecil yang diberikan adalah sebuah metode praksis tadabbur, manhaj ‘amali litadabbur Al-Qur’an.

Narasi yang diusung oleh Hisyam tercermin dari judul bukunya, yaitu inklusivitas tadabbur. Sebelum sampai pada konklusi bahwa tadabbur dapat dilakukan oleh semua orang, Hisyam mendudukan asumsi dasar yang ia bangun dalam bukunya. Ia mengusung metode yang ia sebut dengan pembacaan produktif (qira’ah muntijah); artinya bukan sekadar membaca tanpa makna, melainkan dibarengi perenungan yang memberi efek positif pada pembaca sehingga melahirkan “revolusi internal” (tsaurah dakhiliyyah) dan mewujud sebagai akhkal yang mulia.

Fokus utama yang ingin ditekankan Hisyam adalah sisi praktik dan pengamalan dari tadabbur (janib ‘amaly tatbiqi min tadabbur). Baginya, tidak berarti dan mengubah apapun bacaan Al-Qur’an yang tidak disertai perenungan yang berujun pada penyucian diri dan perbaikan akhlak pembaca.

Sistematika Kitab

Dalam menarasikan inklusivitas tadabbur, Hisyam menjelaskan tiga bagian penting dalam kitabnya. Pertama, mendudukan definisi tadabbur, urgensi, penafsiran ayat dan perbedaannya dengan tafsir. Poin menarik dari pembahasan ini adalah bahwa tadabbur bersifat personal-ke dalam diri sementara tafsir bersifat professional-ke luar diri. Kedua, menguraikan syarat tadabbur, komponen penghalang serta syubhat tadabbur. Betapapun tadabbur dapat dilakukan semua orang, Hisyam menjelaskan komponen yang harus dipenuhi sebelum melakukan tadabbur agar tidak sia-sia dan menyimpang.

Baca Juga  Peranan Logika dalam Ilmu Hadis

Kemudian, ketiga, bagian terpenting baginya karena memuat panduan praksis tadabbur Al-Qur’an. Bagian ini ia mencoba mengkontekstualisasikan metode tadabbur yang dekat dengan pembaca di era modern. Seperti, tadabbur tematik, tadabbur digital bahkan tadabur di atas bantal (sebelum tidur). Satu poin penting bagian ini adalah mengajak pembaca mendisiplinkan tadabbur dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan Reflektif

Semarak kajian tadabbur menjadi momen penting dalam menghidupkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Revitalisasi tadabbur Al-Qur’an membuka ruang baru bagi keterbukaan Al-Qur’an untuk diakses seluruh kalangan. Narasi Hisyam dalam kitab ini senada dengan tawaran Cak Nun dalam Mushaf Al-Qur’an: Tadabur Maiyah Padangbulan, bahwa tadabbur bersifat terbuka bagi seluruh umat, personal dan tidak membutuhkan spesialisasi keilmuan, yang dibutuhkan adalah keterbukaan hati dan kesucian.

Bagi Cak Nun tadabur sifatnya imaniyyah dan amaliyyah, sementara tafsir bersifat ilmiyyah dan bayaniyyah. Syaratnya mudah saja, jika hasil tadabur membuat pembaca lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dan lebih berakhlak mulia kepada makhluk-Nya, maka tadabur tersebut sudah sesuai dan tidak menyimpang.

Narasi inklusivitas tadabbur yang digaungkan Hisyam dalam tadabbur lil-jami’ mengubah cara pandang pembaca dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Boleh jadi, Hisyam ingin membawa pembaca fokus pada tadabbur dan tak berhenti membaca tafsir, karena baginya tafsir khusus untuk ulama dan tadabbur terbuka untuk semua.

Pesan inilah yang ingin disampaikan oleh Hisyam, di samping mengubah cara pandang tadabur menjadi terbuka untuk semua. Adapun bagaimana penjelasan detail dan praksisnya, silakan membaca buku tersebut karena sudah tersedia versi e-booknya di internet. Selamat membaca dan selamat menadaburi Al-Qur’an dengan bahagia!

Bagi yang tertarik klik tautan berikut: Unduh kitab