Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Jika disebut hari Natal, maka konotasinya adalah hari kelahiran Yesus, pada tanggal 25 Desember. Umat Nasrani merayakan hari Natal dirayakan secara khidmat dan kebesaran baik di dalam gereja ataupun di rumah-rumah.
Umat Kristiani mengakui bahwa perayaan natal memang berasal dari sebuah tradisi yang dilakukan oleh bangsa Romawi yaitu merayaan kelahiran Dewa Matahari. Seperti yang kita ketahui, bahwa pada masa Romawi Kuno adalah sudah menjadi tradisi untuk menghormati dewa dan sukar untuk ditinggalkan oleh masyarakat Romawi yang sudah menjadi. Hal tersebut, menjadi pengaruh yang sangat besar untuk bangsabangsa yang lain yang terus mengikuti tradisi yang mereka lakukan
Hari Raya Natal Dalam Pandangan Islam
Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia yang berpengerahu besar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dalam pandangan Islam mengenai hari raya Natal terdapat perbedaan dikalangan para Ulama, ada yang melarang mengucapkan selamat hari raya Natal kepada umat kristiani dan ada yang membolehkannya, tentu mereka merujuk pada dalil-dalil yang ada. Namunmayoritas Ulama sepakat bahwa mengikuti acara Natal ataupun hari raya agama lain hukumnya haram.
MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Wadah Musyawarah para Ulama, Zu’ama, dan Cendekiawan Muslim di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Jika merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1982 tentang “Perayaan Natal Bersama” Memfatwakan :
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas (dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis).
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.
3. Agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Swt dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.
Mengucapkan Selamat Hari Raya Natal.
Para Ulama yang membolehkan mengucapkan hari raya Natal ataupun agama lain menilai hal yang demikian adalah sebagai bentuk perbuatan baik kepada non muslim, mengucapkan selamat hari raya kepada non-Muslim bukan berarti mengakui apa yang dipercayai mereka, namun lebih pada sikap toleransisebagai saudara setanah air ataupun sesama manusia, penghormatan dalam bermasyarakat dan menjaga kerukunan bersama(Muchlison, NUONLINE).Menurut para Ulama yang membolehkan yaitu dengan dalil yang bersumber dari Al-Quran surat Mumtahanah ayat 8 dan Hadis tentang akhlak baik:
Arti Al-Quran surat Mumtahanah ayat 8:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu darinegerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Hadis tentang akhlak baik:
Diriwayatkan Anas bin Malik sebagai dalil atas pendapat mereka. Bunyi hadits tersebut adalah: “Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi Muhammad, kemudian ia sakit. Maka, Nabi mendatanginya untuk menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata: ‘Masuk Islam-lah!’ Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata: ‘Taatilah Abul Qasim (Nabi Muhammad).’ Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi keluar seraya bersabda: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka”
Pandangan Ulama yang Melarang Mengucapkan Selamat Hari Raya Natal.
Para Ulama yang melarang mengucapkan hari raya Natal ataupun agama lain menilai bahwa umat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain, dalilnya merujuk pada Al-qur’an Surat Al-Kaafirun ayat 1-6 dan Surat Al-Baqoroh ayat 42, serta mereka berpendapatan bahwa itu sebagi syiar agama non muslim.
Arti Surat Al-Kafirun Ayat 1-6 :
“Katakanlah Muhammad: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun [109] : 1-6)
Surat Al-Baqoroh ayat 42 :
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”
Masalah Tahunan di Indonesia.
Setiap menjelang akhir tahun di Indonesia, masalah perayaan Natal selalu saja muncul bersamaan dengan kata toleransi antar umat beragama. Anehnya permasalah ini hanya timbul dikalangan umat Islam saja padahal sudah jelas pendapat-pendapat para ulama dan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI mengenai perayaan Natal, namun selalu saja ada oknum-oknum yang mempermasalahkan hal tersebut. Dilansir dari Twitter Christ Wamea menuliskan “Beberapa oknum ini selama 7 tahun rezim ini berkuasa setiap menjelang Natal pasti mereka mempersoalkan umat untuk mengucapkan selamat Natal. Kita yang Nasrani saja tidak persoalkan umat agama lain mau ucapkan selamat Natal apa tidak itu tidak perlu dipaksa. Provokator berbaju Toleransi dan Pancasila” 15 Desember 2021(Tweet) .
Jika dilihat dari postingan tersebut terlihat umat Kristiani tidak masalah jika hari raya Natal agama lain tidak mengucapkan atau merayakannya, akan tetapi ada beberapa oknum yang memaksakan hal tersebut. Jika telusuri oknum-oknum tersebut adalah orang-orang yang belum memahami Islam dan memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Toleransi itu cukuplah kita menghormati keyakinan mereka dan tidak menganggu peribadatan yang mereka lakukan sudahlah cukup bukan memaksakan orang lain mengikuti apa yang kita yakini. Umat Islam dan Kristen masih tetap bersaudara meskipun Umat Islam tidak merayakan atau mengucapka Natal atau sebaliknya umat Kristen tidak mengucapkan Hari Raya Idul Fitri kepada Umat Islam. Persaudaraan karena satu Negara dan Bangsa, maka dari setiap umat itu diperlukan untuk memajukan Bangsa ini tanpa harus melihat agama apa yang dianut.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply