Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Ma’nā cum maghzā (McM), merupakan sebuah pendekatan dalam metode penafsiran yang dirancang dalam rangka menggali signifikansi pesan/ makna di dalam ayat-ayat Al-Qur’an untuk dapat diterapkan pada masa kini. Metode Penafsiran Muktakhir Sahiron Syamsuddin, seorang perancang dari metode ini mengatakan bahwa ma’nā cum maghzā merupakan bentuk penyederhanaan sekaligus pengembangan atas aliran yang diusung oleh Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Abdullah ...

Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 38 berbunyi; وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ  Artinya: Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. Ayat tersebut memberikan penjelasan hukuman bagi para pencuri baik laki-laki maupun perempuan. ...

Pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai ‘Paradigma Ma’na Cum Maghza sebagai pendekatan Tafsir ala Sahiron Syamsuddin’. Adapun dalam tulisan kali ini penulis akan memaparkan terkaitprinsip hermeneutika gramatikal Schleiermacher ketika direlevansikan dengan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza. Dalam pengembangan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza ini, ternyata Sahiron tidak hanya merujuk kepada tokoh-tokoh Muslim; (seperti Fazlur Rahman, Abu Zayd, dan al-Talibi), ...

Dalam setiap keilmuan tentu kita akan mengenal yang namanya paradigma, pun demikian dalam keilmuan penafsiran Al-Qur’an. Setiap pendekatan tafsir yang ditawarkan mufassir tentu akan memiliki paradigma atau cara pandang tersendiri terhadap Al-Qur’an sebagai kitab suci yang hendak ditafsirkan, sehingga hal ini dapat mempengaruhi terhadap cara berfikir sang mufassir yang mana nantinya dapat menghasilkan pemikiran baru atau pandangan baru dalam pendekatan ...

Pada dasarnya, secara umum Al-Qur’an adalah kalam Ilahi. Di mana, peran Rasulluah menjadi figur utama dalam menyampaikan wahyu dari apa pun yang diturunkan Allah sebagai kalam Ilahi. Tentunya, banyak aneka ragam kalam Ilahi yang Rasulluah sampaikan dari Allah untuk menjadikan siapa pun di antara manusia agar memahami dengan baik sebagaimana mestinya. Memilah sebuah pemahaman tersebut, maka suatu kata di dalam ...

Pada umumnya, Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad agar disampaikan kepada seluruh umat. Memahami seluk beluk Al-Qur’an, tentu saja bukan sekedar membaca saja, melainkan juga menjabarkan keseluruhan tentang isi dan makna yang terkandung di dalamnya. Nampaknya, pengertian inilah yang cocok digunakan dalam menamai sebagai ilmu tafsir. Sejak zaman Nabi Muhammad Saw, ilmu tafsir memang sudah berkembang ...

Dalam sejarah kajian al-Qur’an dan tafsir, tercatat sebuah pendekatan yang melibatkan lebih banyak porsi tekstual dalam menafsirkan al-Qur’an, pedekatan ini lumrah disebut tekstualis. Sekilas, jika kita membaca judul buku yang ditulis oleh Jorge. J. E. Gracia, seorang professor dalam bidang filsafat di Departement of Philosophy, University at Buffalo di New York, yaitu “A Theory of Textuality : The Logic and ...

Tidak ada habisnya jikalau berbicara mengenai keindahan bahasa dalam Al-Qur’an. Banyak sekali kata-kata yang memiliki beragam makna yang mendalam dan mengandung nilai yang tinggi. Hal itu, sangat dibutuhkan perangkat ilmu untuk memahami kandungan isi Al-Qur’an agar tidak terjebak dengan tekstual ayatnya saja. Akan tetapi harus memahami kontekstual dan arti pesan ayat yang disampaikan. Khususnya berkaitan dengan mutarādif. Kaidah Mutarādif Menurut ...

Diskursus mengenai ragam penafsiran telah terjadi sejalan dengan turunnya wahyu sejak pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW. Pada awalnya, Rasul SAW langsung menafsirkan ayat yang ditanya langsung oleh para sahabat ketika itu. Hal tersebut berlangsung hingga Rasul SAW wafat. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan penafsiran al-Qur’an menjadi semakin meningkat. Para ulama pun mulai melahirkan karya-karya tafsir dengan tujuan yang ...

Muhammad Mustafa Azami adalah seorang Ilmuwan muslim asal India. Ia dikenal sebagai seoarang cendikiawan terkemuka di bidang Ilmu hadis. Ia memiki banyak karya  dalam bidang Ilmu hadis. Kendati demikian ternyata ia juga menaruh perhatian yang begitu besar terhadap Studi Al-Qur’an. Ada 2 karyanya yang sangat fenomenal dalam studi Qur’an yaitu The History of Qur’anic Text: From Revelation to Compilation & ...