Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

“Dan (ingatlah) tatkala Kami janjikan kepada Musa empatpuluh malam, kemudian kamu ambil anak lembu sepeninggalnya; dan adalah kamu orang-orang yang aniaya.” (ayat 51). Ingatlah tatkala telah selamat kamu diseberangkan, dilepaskan dari penindasan dan kehinaan, Tuhan Allah telah memanggil Musa menghadap Allah, atau bersunyi diri membuat hubungan jiwa dengan Allah, di lembah Thuwa di pegunungan Thur! Sebab apabila kamu telah selamat ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami belahkan lautan untuk kamu” (pangkal ayat 50). Yaitu tatkala telah berpuluh tahun Musa dan Harun, Utusan Kami berjuang membangkitkan kamu dari dalam lembah kehinaan dan perbudakan, dan ingin membawa kamu ke tanah pusaka nenek-moyang kamu yang kaya dengan susu dan madu, Fir’aun menahan kamu tidak boleh pergi, karena kalau kamu pergi Fir’aun kehilangan 600.000 manusia yang ...

Pada beberapa tahun belakangan ini, kesetaraan gender menjadi persoalan yang polemik di kalangan masyarakat modern. Tidak hanya di masyarakat modern, di kalangan umat Islam pun, gender juga menjadi perdebatan yang belum menemukan titik penyelesainnya. Kesetaraan gender telah menjadi keharusan dalam zaman modernitas ini. Perbedaan gender sebenarnya tidak menjadi masalah jika tidak menyebabkan ketidakadilan hak-hak antara perempuan dan laki-laki. Akan tetapi ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami selamatkan kamu dari pada kaum Fir’aun yang telah menindas kamu dengan seburuk-buruk siksaan; mereka sembelih anak-anak laki-laki kamu dan mereka hidupi perempuan-perempuan kamu, dan pada yang demikian itu adalah bencana yang besar daripada Tuhan kamu.” (ayat 49). Seketika mereka sampai ke puncak kemegahan yang menimbulkan kesombongan, merasa diri istimewa daripada bangsa yang lain, diingatkanlah betapa mereka ...

Segala yang di langit, di bumi senantiasa menyebut asma-Nya. Saat merenungi firman Tuhan itu, aku jadi teringat judul puisi Kuntowijoyo “Makrifat Daun, Daun Makrifat”. Betapa aku takjub kepada ayat ini. Ayat yang tidak pilih kasih, ayat yang mengakui dzikirnya makhluk betapapun ragam dzikir dan cara seorang hamba mengagungkan Tuhannya. Ia tidak membedakan bahasa hewan, bahasa tumbuhan, bahasa tanah, bahasa air, ...

Umat manusia se dunia tengah didera musibah berkepanjangan. Kita patut merenungkan banyak pesan Tuhan supaya tidak putus asa dan kehilangan harapan akan masa depan. Di antara pesan-pesan itu adalah: Pesan pertama: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ “Wahai manusia, sungguh, Kami ciptakan kamu dari ...

“Wahai Bani Israil!” (pangkal ayat47). Mereka dipanggil lagi dengan nama yang terhormat itu. Dengan menyebut nama nenek-moyang mereka yang mulia itu, nama kehormatan yang dianugerahkan Tuhan kepada Ya’kub Amir Pahlawan Allah, moga-moga mereka sadar kembali. Memang Tuhan mengajarkan kepada RasulNya agar memanggil orang dengan nama yang Dia senangi. Apatah lagi dengan memanggil mereka dengan nama itu, tercakuplah mereka jadi satu ...

Dan siapakah orang yang bisa menjadi khusyu’? “(Yaitu) orang-orang yang sungguh percaya, bahwasanya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwasanya kepadaNya mereka okan kembali.” (Ayat 46) Untuk menambahkan khusyu’ hendaklah kita ingat, sampai menjadi keyakinan, bahwasanya kita ini datang ke dunia atas kehendak Tuhan dan akan kembali ke akhirat dan akan bertemu dengan Tuhan. Di hadapan Tuhan akan kita ...

Kemudian itu Allah meneruskan lagi sabdaNya kepada Bani Israil dengan mengingatkan kesalahan selama ini:  “Apakah kamu suruh manusia berbuat kebajikan dan kamu lupakan dirimu (sendiri), padahal kamu membaca Kitab; apakah kamu tidak fikirkan?” (ayat 44). Teguran keras ini adalah kepada pemuka-pemuka dan pendeta-pendeta mereka. Bukan main keras larangan mereka: “lni haram!”. Bukan main keras perintah mereka: “lni wajib”, seakan-akan merekalah ...

Kemudian dijelaskan lagi oleh Tuhan: “Dan percayalah kamu kepada apa yang Aku turunkan.” (pangkal ayat 41). Yaitu al-Quran yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w. Yang bersetuju dengan apa yang ada sertamu.” , yaitu kitab Taurat. Jika kamu tilik kembali isi Taurat, yang memerintahkan kamu percaya kepada Allah Ta’ala atau Allah Yang Esa, jangan membuat berhala untukNya, dan hendaklah hormat kepada ibu ...