Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Ayat 59 “Maka menggantilah orang-orang yang durhaka dengan kata-kata yang tidak diperintahkan kepada mereka.” (pangkal ayat 59). Maka kata Hiththah yang berarti permohonan ampun kepada llahi, mereka ganti dengan kata lain, yaitu hinthah yang berarti minta gandum kepada llahi. Artinya bukanlah mereka merundukkan kepala dengan segala kerendahan hati kepada Tuhan, sebab negeri itu telah dapat ditaklukkan, melainkan hanya mengingat ...

Tafsir Ayat 57 Kemudian diperingatkan Tuhan pula nikmat lain yang telah diberikan kepada mereka: “Dan telah Kami teduhi atas kamu dengan awan dan telah Kami turunkan kepada kamu manna dan salwa.” (pangkal ayat 57). Empat puluh tahun lamanya mereka tertahan di padang Tih, sebagai hukuman karena mereka tidak berani masuk ke negeri yang dijanjikan itu, sebagaimana kelak akan ada lagi ...

Dari Nu’man bin Basyir RA ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila dia baik, maka menjadi baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila rusak, maka menjadi rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah dia itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim) Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan memiliki hati yang bersih. Hati yang ...

Tafsir Ayat 55 “Dan (ingatlah) tatkala kamu berkata kepada Musa: Wahai Musa! Tidaklah kami mau percaya kepada engkau, sehingga kami lihat Allah itu dengan terang.” (pangkal ayat 55). Ingatlah hai Bani Israil, bahwa setelah nenek-moyang kamu itu membuat berhala anak lembu sampai disuruh taubat dengan membunuh diri, janganlah kamu sangka bahwa mereka telah berhenti hingga itu saja. Patutlah hal itu ...

Tafsir Ayat 54 “Dan (ingatlah) seketika berkata Musa kepada kaumnya: Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu (sendiri) dengan kamu mengambil anak lembu itu.” (pangkal ayat 54) -menjadi Tuhan. Kamu telah di beri maaf, karena mungkin kamu belum mengerti benar-benar perbedaan agama kita yang diturunkan Tuhan dengan faham-faham yang dianut oleh orang Mesir dengan Fir’aunnya itu, sehingga kamu sangka ...

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk cipataan yang lainnya. Sebut saja hewan dan tumbuhan yang terlihat oleh panca indera manusia, salah satunya dalam segi pikiran (akal). Suatu kenikmatan yang sangat luar biasa diterima oleh makhluk bernama manusia. Selain diberikan kelebihan dan kesempurnaan, manusia juga diberikan kewajiban dan amanat yang harus mereka laksanakan. Di mana di ...

Saya menulis risalah ini sebagai panggilan intelektual untuk menafsirkan kembali makna wahyu dengan rujukan pada khazanah intelektual Islam awal. Mengapa? Selama ini, pemahaman umum tentang wahyu sudah mengalami proses stabilisasi dan pembakuan makna (fixation of meaning). Sehingga wahyu ditafsirkan dengan makna yang tunggal, tetap, dan stabil (fixed and stable meaning). Pada fase praortodoksi Islam, penafsiran makna wahyu dalam Al-Qur’an tidaklah ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami janjikan kepada Musa empatpuluh malam, kemudian kamu ambil anak lembu sepeninggalnya; dan adalah kamu orang-orang yang aniaya.” (ayat 51). Ingatlah tatkala telah selamat kamu diseberangkan, dilepaskan dari penindasan dan kehinaan, Tuhan Allah telah memanggil Musa menghadap Allah, atau bersunyi diri membuat hubungan jiwa dengan Allah, di lembah Thuwa di pegunungan Thur! Sebab apabila kamu telah selamat ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami belahkan lautan untuk kamu” (pangkal ayat 50). Yaitu tatkala telah berpuluh tahun Musa dan Harun, Utusan Kami berjuang membangkitkan kamu dari dalam lembah kehinaan dan perbudakan, dan ingin membawa kamu ke tanah pusaka nenek-moyang kamu yang kaya dengan susu dan madu, Fir’aun menahan kamu tidak boleh pergi, karena kalau kamu pergi Fir’aun kehilangan 600.000 manusia yang ...

Pada beberapa tahun belakangan ini, kesetaraan gender menjadi persoalan yang polemik di kalangan masyarakat modern. Tidak hanya di masyarakat modern, di kalangan umat Islam pun, gender juga menjadi perdebatan yang belum menemukan titik penyelesainnya. Kesetaraan gender telah menjadi keharusan dalam zaman modernitas ini. Perbedaan gender sebenarnya tidak menjadi masalah jika tidak menyebabkan ketidakadilan hak-hak antara perempuan dan laki-laki. Akan tetapi ...