Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Belajar Menjemput Hidayah Allah Melalui Al-Qur’an

hidayah
Sumber: https://visimuslim.org/hidayah/

Dalam tingakatan kebaikan, menurut orang yang melakukan suatu amalan pasti mengira bahwa apa yang diamalkan itu sudah paling baik dan belum tentu baik menurut orang lain atau yang melihat amalan orang tersebut. Jadi, amalan sebaik-baik apapun pasti petunjuk Allah Swt yaitu Hidayah.

Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima Allah Swt dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama islam. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-An’am: 125.

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Makna Hidayah

Ayat diatas menurut Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Kalau mereka telah sesat dan kalian telah mendapatkan petunjuk, itu memang karena kehendak dan takdir Allah. Maka, orang yang telah ditentukan akan mendapat petunjuk, dadanya akan lapang untuk menerima cahaya Islam.

Sedangkan orang yang telah ditentukan akan sesat, dadanya akan sangat sempit, karena sempitnya, ia bak orang yang menanjak ke tempat sangat jauh tinggi bagaikan langit. Nafasnya terus menaik, sedangkan ia tidak bisa apa-apa. Dengan cara demikian, Allah menetapkan kerusakan dan kehinaan terhadap orang-orang yang tidak memiliki keimanan.Hidayah menjadi salah satu petunjuk Allah Swt yang diberikan kepada hambanya sehingga terbuka menerima ajaran Islam.

Baca Juga  Mufasir Progresif (2): Isu-Isu yang Menjadi Perhatian

Hidayah Dalam Al-Qur’an

Tidak lupa supaya diberikan petunjuk jalan yang lurus. Berikanlah petunjuk kepadaku. Petunjuk atau bisa disebut hidayah dibagi menjadi 4 macam:

  1. Hidayah yang bersifat umum

Yaitu hidayah yang diberikan oleh Allah Swt kepada semua makhluknya untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi kehidupannya. Hidayah ini dimiliki oleh semua makhluk hidup, termasuk tumbuhan dan binatang. Sehingga mereka mengenal makanan yang baik untuknya. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-A’la: 2-3.

وَا لَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰى, الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰى

Artinya : Dialah zat yang telah menciptakan dan menyempurnakan. Dan dialah yang menetapkan takdir dan memberi petunjuk.

2. Hidayah berupa penjelasan antara yang benar dan yang salah.

Dan ini bisa diberikan oleh siapapun yang memiliki agama. Baik seorang nabi atau para guru agama serta para ahli dalam bidangnya. Allah Swt menyebut Nabi Muahammad Saw, sebagai pemberi petunjuk atau hidayah. Allah Swt berfirman dalam Qs. As-Syura: 52.

وَإِنَّكَ لَتَهْدِى إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيم

Artinya: Sesungguhnya kamu (Muhammad) memberi petunjuk kejalan yang lurus.

Menjadikan Al-Qur’an itu sebagai cahaya amat terang yang dapat dijadikan petunjuk bagi orang yang memilih petunjuk. Dengan Al-Qur’an ini kamu benar-benar mengajak ke jalan yang lurus. Jadi, Al-Qur’an adalah petunjuk berupa penjelasan antara yang benar dan yang salah.

2 Hidayah Lainnya

3. Hidayah Taufiq dan Ilham.

Yaitu hidayah yang berupa semangat untuk mengikuti kebenaran. Hidayah jenis ini hanya milik Allah Swt, makhluk tidak ada yang memilikinya.

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Qashas: 56.

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang kamu cintai. Namun Allah Swt memberikan hidayah kepada siapa saja yang dia kehendaki. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Ayat di atas menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, wahai rasul (Muhammad), sesungguhnya kamu sangat berhasrat untuk memberi petunjuk kepada kaummu. Tetapi kamu tidak memiliki kemampuan untuk memasukkan semua orang yang kamu cintai ke dalam agama islam. Allah-lah yang memberi petunjuk keimanan kepada orang yang dapat menerima dan memilih petunjuk di antara mereka. Dialah yang mengetahui dengan ilmu yang tiada bandingannya, tentang orang-orang yang akan masuk ke dalam barisan orang-orang yang diberi petunjuk.

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 23: Tantangan Allah

4. Hidayah diakhirat untuk masuk surga

Penduduk surga menyampaikan rasa syukurnya ketika mereka telah masuk surga dan menikmati kenikmatan yang tiada tara. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-A’raf: 43.

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

Artinya: Mereka (penduduk surga) mengatakan: segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan petunjuk kepada kami. Sungguh kami tidak akan mendapatkan petunjuk jika Allah Swt tidak memberikan hidayah kepada kami.

Cara Mendapatkan Hidayah

 Menurut M. Quraish Shihab, cara untuk mendapatkan hidayah adalah:

  1. Meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah Swt

Sebagai hamba, pastinya menjalankan apa yang dianjurakan dan menghindari apa yang dilarang. Itu akan kelihatan jika seorang hamba mengerjakan amalan-amalan yang baik. Amalan-amalan itu seperti rajin mengerjakan sholat, puasa dan bersedekah. Karena Allah Swt melihat hambanya yang taat yaitu dengan ketaqwaan kepadanya.

2. Selalu Memohon Ampunan

Amalan ini sangat ringan dan bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Cara melakukannya juga mudah yaitu dengan melafadzkan dan berdzikir dengan membaca Istighfar. Niatkan istighfar sebagai pertaubatan atau permintaan maaf yang tulus. Karena sebagai hamba masih memiliki kekurangan dalam mengamalkan ajaran kebaikan. Dengan begitu, akan merasa lebih dekat dengan Allah Swt dan semua masalah akan mudah untuk diberi solusi.

Semua permasalahan pasti ada solusinya. Solusi yang paling baik adalah solusi yang diajarkan oleh Al-Qur’an. Maka mari kita belajar dan mendalami Al-Qur’an, supaya mendapatkan jawaban-jawaban atau solusi-solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dunia ini.