Sujud sangat penting dalam kajian ilmu pengetahuan. Sujud menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan menambah kemulian diri. Orang yang bersujud pasti melibatkan berbagai potensi yang dimilikinya. Melibatkan peranan hati, keyakinan, pikiran, dan juga emosi yang ada dalam diri manusia.
Manusia akan menemukan posisi yang paling didambakannya jikalau menemukan keindahan dalam bersujud. Bahkan nanti di akhir hayat seseorang, kalo waktu bisa diputar kembali pasti sebelum ajalnya di kembalikan oleh Allah Swt, amalan yang ingin sekali dilakukannya adalah bersujud dihadapan Allah Swt dengan memohon, meminta ampunan dosa-dosa yang selama ini telah dilakukannya semasa hidup di dunia.
Definisi Sujud
Secara bahasa sujud berarti, al-Khudu’ yang artinya ketundukan atau kekhidmatan, Ada juga at-Tazallul yang artinya merendahan diri badan, lalu al-Mailu yang artinya mencondongkan badan ke depan. Sedangkan menurut syar’i, yang di maksud dengan sujud menurut jumhur ulama adalah meletakkan 7 anggota badan ketanah, yaitu wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung kedua telapak kaki.
Sujud dalam pengertian luas adalah berlutut atau melakukan gerakan yang menempatkan dahi, lantai, lutut dan tangan menyentuh lantai. Dapat dikatakan pula bahwa sujud merupakan suatu kondisi yang memaksa masyarakat atau golongannya dalam konteks kerajaan.
Memperoleh Kenikmatan Sujud
Sujud adalah gerakan yang ada pada waktu shalat. Jadi perintah bersujud adalah perintah melakukan shalat. Dengan menunaikan shalat, kita akan bersujud dengan baik, khusyuk dan istiqamah. Sujud adalah lambang penyembahan total seorang hamba kepada Tuhannya. Tidak ada penghormatan tertinggi di atas sujud, di mana wajah menghadap ke bawah, hatinya berbisik kepada Tuhan, kedua tangan lutut hidung, dahi dan kedua kakinya ada dalam satu gerakan menempel ke tanah.Kedua ujung kakinya diusahakan berdiri. Dalam hati kita memohon ampunan, kasih sayang, petunjuk, bimbingan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Tidak ada penghormatan yang lebih total melebihi sujud atau shalat.
Dalam QS Ar-Ra’d : 15
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
Artinya : Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
Dalam sejarah sujud sudah dimulai sejak awal penciptaannya makhluk Allah Swt, sebagai makhluk pasti melakukan apa yang di perintahkan dan menjauhi larangannya. Kemudian Allah swt, menciptakan manusia pertama dengan menghadirkan semua makhluk Allah Swt, diperintahkan untuk bersujud di hadapan manusia. Ada yang melaksanakan dan ada yang menentang.
Sampai dengan berjalannya waktu, ada juga yang menganggap bahwa dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi. Tidak ada tuhan melainkan dirinya seorang yaitu Fir’aun. Bahkan dengan munculnya berbagai macam kerajaan yang ada, ketika seseorang ingin bertemu dengan yang mulia sultan kerajaan mereka di perintah untuk bersujud di hadapanya.
Menurut al-Alusi dalam kitab tafsirnya, pelaksanaan sujud yang dimaksud tidak hanya tarbatas pada pelaksanaan sujud seperti halnya pelaksanaan sujud dalam sholat, yaitu dengan meletakkan dahi ke lantai yang menjadikan sejajar dengan lutut, telapak tangan dan telapak kaki di hadapan Allah Swt, sebagai tuhan alam semesta. Akan tetapi pelaksanaan sujud pula dapat dilakukan dengan cara yang lainnya seperti menumbuhkan rasa dalam hati perasaan yang tawadlu’, tunduk dan ikhlas atas segala kehendaknya.
Sujud sebagai Penghubung Antara Hamba dengan Allah
Sujud adalah sikap menghamba kepada Allah Swt. Seseorang dalam melakukan sujud ke lantai bukan karena malu kepada Allah Swt, melainkan rasa cinta kepada Allah Swt dan mengedepankan rasa hormat dalam mengagungkan Allah Swt. Karena dalam melakukan sujud manusia tidak mau sibuk menghadap kanan kiri disebabkan tunduk dan patuh seorang hamba dan tidak mau kehilangan momen dengan kehadiran Allah Swt, dihadapannya.
Orang yang sudah mengerti atau mencapai kenikmatan dalam melakukan sujud. Bahkan bisa sampai menjadikan seseorang menangis dalam sujudnya. Di situlah Allah Swt, menanti keluh-kesah, permasalahan, rasa syukur dan rasa apapun itu di curahkan kepada Allah Swt. Dengan memperpanjang sujud di hadapan Allah Swt, tidak lepas senantiasa membaca do’a sebagai meningkatkan keimanan dan juga mengagungkan Allah Swt. Meminta jalan keluar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di dunia maupun di akhirat.
Bisa digambarkan gerakan dalam sholat yang paling mulia adalah sujud. Allah Swt, sangat sayang dan menunggu do’a dalam orang yang bersujud. Sujud itu rasa syukur hamba dan posisi terdekat kepada Allah Swt. Kenikmatan yang diperoleh orang yang selalu melaksanakan sujud melebihi kenikmatan menjalankan sholat tahajud dan bahkan mendapatkan segalanya yang ada di dunia. Orang yang paling beruntung yaitu orang yang bisa menikmati sujud dengan melaksanakan sholat tahajud, karena dengan rasa syukur dari banyaknya orang yang tidur dia melaksanakan dengan penuh khusu’ di hadapan Allah Swt.
Orang yang bersujud di hatinya pasti mempunyai rasa yang ikhlas hanya kepada Allah Swt-lah seorang hamba bersujud. Tidak mengenal sajadah, lantai bahkan di tanah lapang yang bertanah itu tempat yang najis atau tidak. Tidak mempedulikan itu semua, hanya mempunyai rasa takut dan tunduk di hadapan Allah Swt. Ada satu hal yang sangat penting sekali ketika Allah Swt, memerintahkan manusia untuk bersujud, yaitu kehendak Allah Swt kepada hambanya agar senantiasa dekat dengannya. Allah Swt sangat senang jika hambanya memohon kepadanya. Maka dengan bersujud, manusia disuruh untuk memperbanyak dalam berdo’a. Allah Swt maha mengetahui seluruh apa yang terbesit didalam hati, maka sampaikanlah apa yang menjadi keinginan itu ketika sedang bersujud. Orang yang yang tidak mau bersujud artinya sombong, tidak mau beribadah dan menghadap
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply