Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Allah Itu Dekat Dengan Hambanya: Tafsir Q.S Al-Baqarah Ayat 186

ALLAH
Sumber: istockphoto.com

Dalam menjalani kehidupan seseorang tidak akan pernah terlepas dari masalah kehidupan, dan tidak ada seorang pun yang bisa lari dari masalah tersebut. Oleh karena itu seseorang itu harus bisa menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Dalam menyelesaikan masalah tersebut tentunya seseorang membutuhkan pertolongan Allah SWT yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara berdo’a. Karena kenapa? Karena Allah itu selalu dekat dengan Hamba-Nya.

Qarb dalam Al-Qur’an.

Dalam al-qur’an lafadz qarb disbutkan sebanyak 94 kali dengan berbagai macam derivasinya. Dalam kamus al-ma’ani, qarb memiliki beberapa macam makna yaitu قرُبَ-يَقْرَبُ (mendekati, mengira-ngirakan, menjadi dekat), قَرَّبَ – بُقَرِّبُ (mendekatkan), قَرَّباَ (Keduanya mempersembahkan korban), قُرْب(dekat).Dekat dalam KBBI bermakna pendek, tidak jauh; hampir; akrab. Dan dekat dalam kitab suci al-Qur’an memiliki beberapa makna yakni:

  1. Qarb bermakna qurban, sebagiamana yang terdapat dalam Qur’an surat al-Maidah: 27 yang berbunyi:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا……….

Artinya: Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban

2. Qarb bermakna keluarga atau kerabat, sebagaimana yang terdapat dalam qur’an surat at-taubah: 113, yang berbunyi:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Artinya: Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya)……….. (Qs at-taubah: 113)

3. Qarb bermakna waktu, sebagaimana yang terdapat dalam qur’an surat al-munafiqun: 10, yang berbunyi:

Baca Juga  Cara Mendekatkan Diri kepada Allah Swt dengan Bersujud

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Al-Munafiqun: 10)

4. Qarb bermakna sifat Allah Dekat, sebagaimana yang terdapat dalam qur’an surat al-Baqarah: 186, yang berbunyi:

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِيعَنِّيفَإِنِّيقَرِيبٌأُجِيبُدَعْوَةَالدَّاعِإِذَادَعَانِفَلْيَسْتَجِيبُوالِيوَلْيُؤْمِنُوابِيلَعَلَّهُمْيَرْشُدُونَ (سورةالبقرة: 186)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Penafsiran Qur’an surat al-Baqarah: 186 dalam Tafsir Al-Misbah

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِيعَنِّيفَإِنِّيقَرِيبٌأُجِيبُدَعْوَةَالدَّاعِإِذَادَعَانِفَلْيَسْتَجِيبُوالِيوَلْيُؤْمِنُوابِيلَعَلَّهُمْيَرْشُدُونَ (سورةالبقرة: 186)

Dalam tafsir al-Misbah menjelaskan bahwa makna ‘ibadi yakni bentuk jama’ dari ‘abd.Dalam al-qur’an kata ‘ibad biasanya digunakan untuk menunjuk kepada hamba-hamba Allah SWT yang taat kepada-Nya, ataupun mereka yang penuh akan dosa. Namun mereka menyadari akan dosanya serta mengharapkan pengampunan dan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, pemilihan bentuk kata ‘ibad beserta penisbatannya kepada Allah tersebut mengandung isyarat bahwa yang bertanya serta yang bermohon adalah hamba-hamba-Nya yang taat dan menyadari kesalahannya.

kemudian, Quraish Shihab melanjutkan penjelasannya, bahwa kata jawablah pada arti ayat di atas ditiadakan untuk mengisyaratkan bahwa setiap orang yang bergelimang dalam dosa, dapat langsung berdo’a kepadanya tanpa perantara. Selain itu ia juga mengisyaratkan bahwa Allah SWT begitu dekat kepada manusia, dan manusia juga dekat kepada-Nya. Karena pengetahuan tentang wujud Allah melekat pada fitrah manusia, bukti-bukti akan wujud serta kekuasaannya terbentang dengan luas.

Baca Juga  Tafsir QS. Luqman Ayat 18: Ujub Dalam Menuntut Ilmu dan Dampaknya

“Orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku”, orang yang dinilai do’anya yaitu orang yang tulus menghadapkan harapan hanya kepada-Nya. Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan do’a itu ayaknya seorang ayah kepada anaknya, sesekali Ia memberi sesuai dengan permintaanya, di lain waktu Ia tidak diberi sesuai dengan apa yang minta olehnya, karena itu tidak baik untuknya, dan tak jarang pula Allah SWT benar-benar menolak permintaannya. Namun Ia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik di masa yang mendatang, jika tidak di dunia maka di akhirat kelak.

Bukankah justru ayah yang baik itu tidak akan memberi  sesuatu yang merugikan kepada anaknya, meskipun sang anak dalam keadaan yang mendesak?, karena itu percayalah kepada Allah SWT.

Analisa Lafadz Qarb dalam QS al-Baqarah: 186

Berdasarkan QS al-Baqarah: 186 yang dimaksud dengan sifat Allah SWT dekat. Allah SWT dekat untuk mengabulkan setiap do’a hamba-hambanya. Berdo’a kepada Allah SWT dilakukan oleh seorang hamba secara langsung (tanpa melalui perantara) siapapun, karena Allah SWT maha dekat dengan hambanya.

Berdo’a adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh hamba-Nya. Baik ketika dalam keadaan lapang atau sempit, mudah atau sulit, tetaplah jadikan Allah SWT sebagai sandaran, tempat untuk bersimpuh dengan memohon, menangis, merendahkan diri dan meminta ampunannya.

Sebagaimana yang telah termaktub dalam QS al-Baqarah: 186 “Aku adalah dekat”. Dekat yang dimaksud bukan dekat dalam artian arah atau jarak, akan tetapi dekatnya Allah SWT yaitu dalam artian pengabulan do’a. Sesungguhnya do’a yang telah dilangitkan oleh setiap hamba itu akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hanya saja waktu pengabulan do’a setiap hamba itu berbeda-beda.

Kesimpulan

Dalam al-qur’an lafadz qarb memiliki beberapa makna yaitu kurban, waktu, kerabat dan sifat Allah (dekat). Dalam surat al-Baqarah: 186 yang menyatakan bahwa “aku adalah dekat”. Yaitu dekatnya Allah SWT secara dzat adalah sesuatu yang mustahil. Jadi dekat yang dimaksudkan pada ayat tersebut yaitu dekat dalam arti pengabulan do’a yang panjatkan oleh para hambanya.

Baca Juga  Sikap Toleransi Tidak Hanya Kepada Sesama Muslim Saja!

Editor: An-Najmi