Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Sejarah Diwajibkannya Ibadah Haji

Seorang muslim wajib melaksanakan rukun Islam sebagai pondasi seorang muslim sejati. Namun, salah satu diantara lima Rukun Islam tersebut tidak wajib untuk dilaksanakan apabila seorang muslim tidak mampu baik lahir maupun batin (istito’ah). Yaitu Ibadah Haji, rukun iman yang ke lima sebagai penyempurna rukun Islam jika memang mampu melaksanakannya.

Ibadah haji tinggal menghitung hari lagi, banyak umat muslim dari berbagai penjuru dunia yang sudah bersiap untuk melaksanakannya. Ibadah haji biasa dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu semua umat muslim bermalam di mina, dan dilanjutkan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan tanggal 10, 11, 12 bermalam di Muzdalifah serta berakhir saat melempar jumrah.

Sejarah ibadah haji tidak dapat terlepas dari kisah nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang diperintah oleh Allah untuk membangun sebuah bangunan yang akan menjadi tempat ibadah yang dikunjungi umat muslim seluruh dunia. Awalnya nabi Ibrahim diutus oleh Allah untuk membawa keluarganya ke lembah kering dan tandus seperti yang di firmankan Allah dalam Surat Ibrahim[14] : 37 sebagai berikut :

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْن

“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”(QS. Ibrahim[14] : 37)

Setelah beliau menetap bersama keluarganya di lembah yang tandus tersebut dan Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bersama putranya yaitu Nabi Ismail ‘alaihissalam untuk membangun ka’bah di tempat yang pernah di bangun oleh anak – anak Nabi Adam ‘alaihissalam. sebagai lambang ketaatan mereka kepada Allah Swt.

Baca Juga  Tauhid Sosial: Kesatuan antara Iman dan Amal Shaleh

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”(QS. Al-Baqarah[2] : 127)

Kemudian, setelah pembangunan ka’bah selesai, Allah memerintahkan mereka untuk membersihkan ka’bah tersebut dari najis dan sebagainya, agar manusia yang beribadah di tempat tersebut nyaman. Setelah itu, Allah memerintahkan untuk menyeru manusia agar mendatangi Ka’bah guna melaksanakan ibadah yang kemudian dinamakan ibadah haji. Hal ini sesuai dengan firmannya :

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

“(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Kita dapat mengetahui dari ayat di atas , bahwa haji adalah ibadah wajib yang di laksanakan sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dan Nabi Ibrahim juga yang diperintahkan untuk menyeru manusia agar melaksanakan ibadah haji. Dari sini dapat diketahui bagaimana sejarahnya ibadah haji bermulai, karena sebagian orang mungkin masih belum tahu sejarah haji yang sesungguhnya, mereka mengira haji di mulai diwajibkan ketika Nabi Muhammad Saw diutus menjadi nabi saja sebagai syarat rukun Islam.

Ayat Diwajibkannya Ibadah  Haji

Ayat dalam Al-Qur’an yang membahas diwajibkannya haji bagi setiap muslim baik laki – laki maupun perempuan yaitu Surat Ali Imran ayat 97 :

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Baca Juga  Kisah Kerinduan Nabi Ya'qub Kepada Nabi Yusuf

“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

Dari ayat di atas, kita bisa mengetahui bahwa ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi semua orang. Namun, dengan syarat istito’ah (mampu) melaksanakannya, baik dhohir maupun batin. jika dia mampu maka ibadah haji dibebankan kepadanya. Jadi walaupun ibadah haji masuk ke dalam rukun Islam, tetapi jika tidak mampu dhohir batin maka tidak wajib melaksanakannya sesuai kesepakatan ulama’.

Ayat di atas turun berawal dari Umat Yahudi yang mengaku sebagai muslim karena turunmya Surat Ali Imran ayat 85, yang kemudian Rasulullah bersabda bahwa orang muslim diwajibkan menunaikan ibadah haji. Namun, umat Yahudi mengingkari jika ibadah haji itu tidak diwajibkan atas mereka, yang akhirnya mereka enggan melaksanakan ibadah haji. Maka, Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 97, bahwa barang siapa yang mengingkari kewajiban haji maka itu tidak ada efek apapun terhadap allah. Malah mereka sendiri yang akhirnya merugi.

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam di laksanakan. Bukan berawal dari Nabi Muhammad Saw diutus di dunia. ayat yang turun pada masa nabi muhammad sebagai penguat akan diwajibkannya ibadah haji bagi umat muslim, bukan permulaannya kewajiban ibadah haji.

Wallahu a’laam bish showwab.

Mahasiswa double degree pada prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan prodi Biologi Murni di Universitas Terbuka Yogyakarta, serta alumnus Perguruan Islam Matholi'ul Falah, Kajen, pati.