Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang sangat luar biasanya, Di dalamnya mengandung berbagai macam keajaiban-keajaiban yang muncul seiring dengan perkembangan zaman. Selain itu diturunkannya Al-Qur’an bertujuan untuk kepentingan umat manusia, salah satunya dalam ilmu fisika. Ilmu fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai ilmu paling mendasar, karena setiap ilmu-ilmu lainnya seperti biologi, kimia, mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Salah satu keajaiban yang di dalam al-Qur’an adalah penjelasan adanya tegangan permukaan pada Selat Giblartar.
Tegangan permukaan merupakan suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju pada keadaan yang memiliki luas permukaan lebih kecil. Tegangan ini dapat terjadi ketika permukaan zat cair menegang, sehingga permukaannya tampak seperti ada selaput tipis. Gaya tegang pada permukaan zat cair ini berasal dari gaya kohesi (gaya tarik menarik antar molekul sejenis) molekul-molekul cairan. Dalam Al-Qur’an tegangan permukaan dijelaskan dalam dua surat yaitu QS. al-Furqan ayat 53 dan QS. ar-Rahman ayat 19-20
وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ19 بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لا يَبْغِيَانِ20
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Berdasarkan Ilmu Fisika
Jika dipikirkan secara logika fenomena ini tidaklah mungkin terjadi, namun pada kenyataannya fenomena ini benar-benar terjadi. Menurut modern science dan para ahli kelautan, sifat lautan ketika bertemu tidak bisa bercampur satu sama lain ini dikarenakan adanya perbedaan massa jenis, sehingga mencegah kedua air dari lautan untuk bercampur satu sama lain, dan seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. Massa air laut ditentukan oleh nilai temperature, kadar garam (salinitas) dan tekanan air.
Setiap kedalaman laut memiliki massa air yang berbeda tergantung dimana massa air menentukan densitasatau kerapatan massa jenis air laut tersebut. Densitas massa air laut berbeda dari permukaan hingga ke dasar sehingga mengakibatkan laut menjadi terstrasifikasi atau berlapis-lapis di mana massa air yang ringan berada di atas massa air yang berat. Kondisi laut yang berlapis-lapis dapat menstabilkan laut dan mencegah percampuran air laut baik secara vertikal maupun horizontal.
Salah satu fenomena tegangan permukaan dapat dilihat pada Selat Gibraltar. Selat ini merupakan pertemuan antara Laut Tengah (Laut Mediterania) dengan Lautan Atlatik Utara bagian timur. Pertemuan dua laut ini membentuk bidang pemisah yang horizontal. Hal ini disebabkan oleh kadar salinitas yang berbeda antara dua lautan ini. Laut Tengah cenderung memiliki kadar salinitas yang tinggi yaitu 38 ppt sedangkan lautan Atlantik Utara bagian timur memiliki kadar salinitas 36 ppt.
***
Air laut Tengah (laut mediterania) memiliki warna biru tua sedangkan air laut Samudra Atlantik berwarna biru lebih cerah. Menurut hasil percobaan tentang tegangan permukaan bahwa semakin pekat konsentrasi larutan maka tegangan permukaannya semakin kecil, sehingga air Samudra Atlantik yang memiliki warna lebih cerah memiliki tegangan permukaan yang lebih besar daripada air laut Tengah yang memiliki warna lebih gelap.
Menurut sifatnya air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Massa air laut tengah yang asin dan berat mengalir melalui selat Gibraltar, kemudian masuk pada lautan Atlantik Utara bagian timur dan turun pada kedalaman 1.500 m, sedangkan massa air lautan Atlantik Utara bagian timur yang ringan bergerak memasuki laut Tengah pada lapisan permukaan. Sebagaimana yang telah dijelaskan adanya stratifikasi air laut dapat mencegah percampuran secara vertikal. Massa air laut tengah karena berat maka bergerak dibawah massa air lautan Atlantik Utara yang ringan. Tegangan permukaan dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan:
Tegangan permukaan (N/m)
F = Besarnya gaya (N)
d = Panjang benda (m)
Perspektif Tafsir Mafatih al-ghayb
Berdasarkan tafsir Mafatih al-ghayb lafadz مَرَجَ الْبَحْرَيْن pada surat al-Furqan diartikan dengan adanya pembatas yang mengakibatkan keduanya terpisah. Keduanya bukan berupa laut tetapi yang satu laut dan yang satu lagi Sungai. Batas dua laut dapat diartikan sebagai “batas vertical” atau “batas horizontal”. Batas dua laut bisa pula membujur secara horizontal antara laut bagian atas dan laut bagian bawah. Ini bisa berarti membatasi laut bagian atas yang bersuhu hangat dengan laut bagian bawah yang bersuhu rendah. Atau kondisi apa saja yang membatasi antara laut bagian atas dan laut bagian bawah yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda antara satu sama yang lain.
Lafadz مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ pada surat ar-rahman ayat 19 diartikan dengan dua air laut bertemu dan mengalir berdampingan, karena memiliki sifat air yang berdekatan yang pada hakikatnya tidak mungkin tidak bertemu dan bercampur. Hanya saja yang Allah cegah adalah salah satu sifat dari air itu sendiri yaitu rasa air antara asin dan tawar. Dua air laut ini yaitu air laut yang asin dan air laut yang tawar rasanya. Serta disebutkan juga dalam tafsir ar-razi tidak bercampurnya keduanya ini disebabkan adanya pembatas yang bersifat ilahiyyah.
Kesimpulan
Tegangan permukaan merupakan gaya persatuan panjang yang harus diberikan sejajar pada permukaan untuk mengimbangi tarikan kedalam. Tegangan ini dapat terjadi apabila permukaan zat cair itu menegang, sehingga permukaannya terlihat seperti ada selaput tipis. menegangnya zat cair ini diakibatkan adanya gaya kohesi pada molekul cairan. Penyebab tidak bercampurnya yaitu karena adanya perbedaan sifat fisis laut yaitu perbedaan salinitas, densitas (rapat massa), tekanan, suhu dan sifat-sifat fisik maupun kimia lainnya. Dari kedua ayat yang dipakai Fakhruddin Ar-Razi sepakat bahwasannya antara kedua lautan tersebut terdapat pembatas yang menghalangi untuk bercampur.
Editor: An-Najmi































Leave a Reply