Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Ketahui Resep Menghadapi Kegelisahan Hati Versi Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Hidup kita tidak akan selalu mulus dan berjalan sesuai harapan masing-masing. Terkadang, kamu akan menghadapi banyak ujian dan tentunya kamu harus menjalani dan melewatinya. Segala cobaan yang diberikan Allah SWT akan membuatmu semakin kuat dan dekat dengan Allah SWT. Hidup di dunia ini terlalu singkat dan penuh dengan tekanan membuat kita merasa cemas dan kegelisahan. Tentunya kita akan sangat membutuhkan solusi yang ampuh untuk menghindari rasa kegelisahan tersebut. Dan Al-Qur’an memberikan banyak sekali panduan untuk hal tersebut. Berikut beberapa point yang paling penting untuk kita lakukan ketika kita merasa kegelisahan dan cemas.

Birrul walidain

Poin pertama ini adalah hal yang paling utama yang wajib kita lakukan, yakni harus berhati-hati dalam berperilaku terhadap orang tua. Entah itu dengan ucapan, perbuatan, ataupun dengan mendoakan. Birrul walidain adalah suatu hal yang diperintahkan oleh agama islam. Banyak cara atau sarana yang dapat ditempuh seseorang untuk mendapatkan ridha Allah SWT, rahmat atau pertolongan. Dalam Islam, kata sarana, jalan, atau sering juga disebut jembatan penghubung biasa disebut dengan wasilah. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu upaya “wasilah” untuk meraih ridha Allah dan rahmat-Nya.

Seorang Muslim yang taat, menyadari betapa besar jasa yang telah diberikan orang tuanya kepadanya. Sejak mereka lahir di dalam kandungan, ke dunia ini, hingga mereka mencapai usia dewasa, mereka masih merawat, menyayangi, dan menyayangi anak-anaknya. Orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya, mendidik dan membimbingnya, agar menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi keluarga dan masyarakat di kemudian hari. Seperti yang sudah dijelaskan dalam QS. Al-Isra:24

Baca Juga  Pemikiran Abu Ubaid Dengan Perekonomian Di Masa Pandemi

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Artinya: Dan rendahkan lah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Orang tua tidak pernah berpikir untuk mendapatkan upah dari anak-anaknya, demi kebahagiaan anak-anaknya, mereka rela menanggung suka duka kehidupan. Maka dari itu kita wajib sebagai anak untuk selalu patuh dan mendoakan orang tua sebagaimana balasan mereka telah membesarkan kita.      

Beribadah

Selain berbakti kepada orang tua untuk menjadikan hati kita tenang dan jauh dari kata gelisah, kita juga perlu untuk memperbanyak beribadah. Sebanyak mungkin kita beribadah mendekatkan diri kepada sang ilahi, semakin dipermudah juga jalan kita untuk menggapai suatu tujuan. Dengan kita melakukan shalat 5 waktu dan shalat sunnah lainnya, berdzikir kepada Allah SWT, dilanjutkan dengan kita berdoa agar bisa membantu meredakan rasa kegelisahan dan kecemasan. Dengan berbagai ibadah yang kita lakukan secara khusyu’ dan penuh dengan penghayatan akan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan memperbaiki kondisi mental yang saat itu kita alami.

Menurut Daniel Goleman (penulis buku “Kecerdasan emosional”), orang yang memiliki pikiran yang tenang dan hati yang bersih berarti menyediakan dirinya dengan berbagai vitamin hidup setiap saat, yang membuat antibodi tubuh lebih kuat dan energi lebih kuat. dan lebih bercahaya, sehingga membuat pikiran cerah dan tajam. Sebaliknya, ketika emosi kita sedang tertekan dan kita sering bingung, antibodi tubuh melemah (seperti orang yang minum racun). Badan terasa kurang sehat, kesehatan dan kemampuan berpikir menurun, bahkan terjadi kebingungan saat memutuskan masalah strategis ke depan, serta sering lengah dan panik saat menghadapi situasi.

Baca Juga  Tafsir Al-Azhar, Mengenal Allah Dengan Memperhatikan Alam

QS. Maryam ayat 4

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Artinya: Ia berkata “Ya Tuhanku sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku ditumbuhu uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada engkau, Ya Tuhanku”.

Dalam ayat tersebut mencerminkan keindahan orang yang percaya akan kekuasaan Allah SWT, meskipun banyak cobaan dan kesulitan yang dihadapi oleh manusia, teruslah berdoa memohon ampun. Allah SWT selalu memahami dan memberikan rahmat nya untuk dapat dipegang teguh melalui iman mereka.

Membaca Al-Qur’an

Salah satu cara dalam Islam agar mendapatkan ketenangan jiwa adalah dengan membaca al-Qur’an. Orang-orang yang membaca atau mendengarkan al-Qur’an akan dianugrahi ketenangan hati. Ketenangan hati inilah yang membawa dirinya taat kepada Allah sehingga menjadi sehat jasmani dan rohaninya.

مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى

Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah”. (QS.Thaha: 2)

Dalam QS. Thaha ayat 2 diatas dijelaskan, bahwa Al-Qur’an tidak diturunkan kecuali untuk mendatangkan kebahagiaan bagi pembacanya. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan keselamatan bagi seluruh umat islam. Di dalamnya terdapat ajaran dan nilai-nilai yang akan menjadi bekal dalam melewati gelombang perubahan dunia.

Berbagai penelitian yang dilakukan ternyata menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an memberikan banyak manfaat dan kegunaan, salah satunya untuk kesehatan. Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa bagi siapapun yang membacanya, karena sejatinya, ia menjadi jalan untuk mengingat Tuhannya.

Editor: An-Najmi