Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tempat Terbaik Untuk Healing Perspektif QS. Ar-Ra’ad Ayat 28

Sumber: istockphoto.com

Akir-akhir ini banyaknya sebagian mayoritas masyarakat menghabiskan waktu istirahat mereka sebagai proses penyembuhan diri untuk menenangkan jiwa dan fikiran. Dari berbagai segala bentuk tempat aktivitas yang membelenggu diri dengan mencari tempat  yang menyenangkan, menonton acara kesukaan sepanjang hari, menikmati berbagai makanan dan minuman kesukaan, mendengarkan musik favorite; hingga tak jarang pula mereka sampai mencari tempat rekreasi hingga berlibur ke luar negeri. Semua kegiatan ini mereka lakukan untuk menumbuhkan ketenangan di dalam diri melepas rasa lelah dan stress; yang mengelilingi mereka saat hari-hari yang melelahkan menghampiri.

Healing Terbaik Dengan Mengingat Allah

Namun, pada sejatinya ketenangan yang di cari dalam diri seorang muslim yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena dengan memperbanyak mengingat Allah kita akan lebih dapat bersikap positif dalam bertindak menyakinkan diri bahwa dunia sebenarnya adalah tempat lelah. Di balik itu semua Allah merindukan suara hambanya untuk selalu dapat bercerita di sepertiga malamnya mengadu tentang keresahan yang mengganggu jiwa karena di balik kejadian yang menimpa seseorang hamba tersirat hikmah di dalamnya. Karena sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati seorang hamba-Nya. ( Hamka, Tafsir Al-Azhar jilid 5 )

Allah berfirman di dalam Qs, Ar-Ra’ad ayat 28

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya :  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Dalam tafsir Al-Azhar di jelaskan bahwa dalam ayat ini iman menjadi salah satu penyebab yang melatarbelakangi agar senantiasa mengingat kepada Allah. Iman menyebabkan hati mempunyai tujuan ingatan yang berpusat kepada Allah sehingga menimbulkan ketentraman. Sehingga dapat menghilangkan segala macam kegelisahan, pikiran kusust, putus asa, ketakutan, kecemasan, keraguan, dan duka cita.

Baca Juga  Menelisik Makna Kematian pada Kata Ajal dalam Dimensi Al-Quran

Di dalam tafsir ini juga di jelaskan ketentraman hati merupakan sumber pokok kesehatan ruhani dan jasmani ketika telah hati diracuni dengan perasaan ragu dan gelisah maka iman menjadi obat dalam proses penyembuhannya yaitu, iman yang menimbulkan dzikir. Karena hati yang telah sakit akan bertambah sakit, dan puncak segala penyakit hati adalah ketika kufur akan nikmat Allah. Dalam hal ini Iman dan dzikir  akan  menyatu dengan kehendak hati sanubari yang bersih dari dorongan  nafsu sehingga akan mencapai ridha Allah SWT melalui ketentraman itu sendiri.

Mengingat Allah Hati Menjadi Tentram

Pendekatan dan penyerahan diri kepada Allah ketika hati mulai resah dan gelisah adalah tempat di mana proses penyembuhan diri terbaik. Karena Allah Maha mengetahui apa yang hamba-Nya butuhkan ketika hamba-Nya berdoa. Dari Salman dia berkata : Rasulullah ﷺbersabda :

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

Artinya : “Sesungguhnya Tuhanmu Hidup Kekal dan Maha Pemurah apabila hambanya mengangkat tangannya untuk berdoa kepada-Nya. Dia malu bila hamba tersebut mengembalikan tangannya dalam keadaan kosong”. Hadis riwayat imam empat, kecuali Nasai. (Al-Imam al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Terjemah kitab Bulughul Mahram Bab Zikir dan Doa )

Hadis ini menjelaskan bahwa mengangkat tangan ketika berdoa disyari’atkan karena merupakan bagian salah satu dikabulkannya doa. Dalam keadaan inilah menunjukkan bahwa seorang hamba yang memiliki kehinaan membutuhkan kebutuhan di hadapan Allah yang Maha Kaya dan Maha Mulia. Sehingga menimbulkan sifat optimisme bahwa Allah akan memenuhi kebutuhannya. Darena dengan mengingat Allah semua yang terjadi akan membuat perasaan jauh lebih tenang dan tentram.

Editor: An-Najmi