Tafsir Ayat 64 Ayat ini dilanjutkan kepada Bani Israil: “Kemudian kamupun berpaling sesudah itu.” (pangkal ayat 64). Janjimu dengan Tuhan telah kamu lupakan. Kesungguhan telah kamu ganti dengan main-main. Agama hanya menjadi permainan mulut, tidak berurat ke hati. “Maka kalau bukanlah karena kurnia Allah dan belas kasihanNya atas kamu, sesungguhnya telah jadilah kamu dari orang-orang yang merugi.” (ujung ayat 64). ...
Tafsir Ayat 63 “Dan (ingatlah) tatkala telah Kami ambil perjanjian dengan kamu, dan telah Kami angkatkon gunung di atas kamu: Peganglah apa yang telah Kami berikan kepada kamu dengan sungguh-sungguh.” (pangkal ayat 63). Diperingatkan lagi janji yang telah diikat di antara mereka dengan Tuhan, bahwa mereka akan beriman kepada Allah Yang Tunggal, tidak mempersekutukan dan tidak membuat berhala, hormat kepada ...
Tafsir Ayat 62 Baca Bagian 1 dan Bagian 2... Menurut sabda Nabi s.a.w. kepada sahabat beliau Amr bin al-‘Ash, seketika beliau ini yang tadinya amat benci kepada Nabi s.a.w., lalu masuk Islam dan meminta maaf kepada beliau atas kesalahan-kesalahan yang telah lalu, Nabi s.a.w. telah bersabda kepadanya: “Hai Amr, Islam itu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.” Artinya, mulai dia memeluk ...
Dunia akademik kembali berduka. Salah satu guru dan dosen terbaik kami dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dikenal sangat produktif dalam melahirkan karya, baik dalam bentuk buku, jurnal hingga artikel-artikel di media online, Dr. M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag., kini telah tiada. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hermina pada hari Selasa 2 Februari 2021 sekitar ...
Tafsir Ayat 62 Baca Sebelumnya…. Kesan pertama yang dibawa oleh ayat ini ialah perdamaian dan hidup berdampingan secara damai di antara pemeluk sekalian agama dalam dunia ini. Janganlah hanya semata-mata mengaku Islam, Yahudi atau Nasrani atau Shabi’in; pengakuan yang hanya di lidah dan karena keturunan. Lalu marah kepada orang kalau dituduh kafir, padahal iman kepada Allah dan Hari Akhirat tidak ...
Minggu (31/1) Forum Mahasiswa Tafsir Muhammadiyah (FMTM) mengadakan webinar dengan tema “Jilbab dalam Konteks Indonesia: Perspektif Al-Quran, Budaya, Gender dan Hukum di Indonesia”. Webinar ini menghadirkan tiga narasumber, Dr. Abdul Muid Nawawi, Kaprodi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir PTIQ Jakarta, Yulianti Muthmainnah S.H.I, M.Sos, Ketua Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan, dan Kusen Ph.D, Anggota LSBPI Majelis Ulama Indonesia 2020-2025 ...
Tafsir Ayat 62 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman.” (pangkal ayat 62) Yang dimaksud dengan orang beriman, di sini ialah orang yang memeluk Agama Islam, yang telah menyatakan percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan akan tetaplah menjadi pengikutnya sampai Hari Kiamat : “Dan orang-orong yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi’in“; yaitu tiga golongan beragama yang percaya juga pada Tuhan tetapi telah ...
Tuhan menurunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia, penjelasan, dan pembeda antara hak dan batil. Para ulama berpandangan: Al-Quran shalih likulli zaman wa makan – al-Quran itu cocok, sesuai, dan memadai untuk setiap ruang dan waktu. Al-Quran diturunkan 1500 tahun yang lalu dan untuk sepanjang waktu, entah berapa ribu tahun lagi, kita tidak tahu. Pesan-pesan, ajaran, dan nilai-nilai al-Quran selalu ...
Tafsir Ayat 61 ” Dan (ingatlah) seketika kamu berkata: Wahai Musa, tidaklah kami akan tahan atas makanan hanya semacam.” (pangkal ayat 61). Ini juga menunjukkan kekecilan jiwa dan kemanjaan. Mereka telah diberi jaminan makanan yang baik, manna dan salwa. Manna yang semanis madu dan daging burung, salwa yang empuk lezat. Dengan demikian mereka tidak usah menyusahkan lagi makanan lain pada ...
Salah satu pintu masuk memahami al-Qur’an yang menarik bagi banyak pemerhati al-Qur’an adalah konsep asbâb al-nuzûl yang memberi satu kalimat kunci bahwa pada setiap teks ada konteks di baliknya yang bisa memperkaya makna teks itu sendiri. Bahkan dalam bentuk ekstrimnya, ada pendapat yang mengatakan bahwa tanpa konteks, sebuah teks tidak akan pernah bisa dipahami karena sebuah teks tidak hadir dalam ...





























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.