Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengingat, bahwasanya manusia diciptakan di muka bumi untuk sebuah misi yang mulia yaitu sebagai seorang khalifah. Karenanya manusia memiliki kebebasan untuk berkehendak melakukan usaha-usaha yang diperlukan dalam menyempurnakan misi tersebut, sehingga menciptakan sebuah tata sosial yang bermoral di atas dunia, seperti yang di katakan dalam al-Qur’an sebagai sebuah amanah. Berbicara mengenai kebebasan manusia, terdapat paham-paham yang berlainan pendapat tentang siapa ...

Membahas tentang kepercayaan diri, apa itu kepercayaan diri itu? Apakah kita cukup percaya diri? Hal ini sering menjadi pertanyaan oleh banyak orang terutama yang menjadi topik kali ini di mana membahas tentang kepercayaan diri pada kaum muda. Pastinya sebagai kaum remaja di Indonesia memiliki banyak sekali issue atau permasalahan yang menjadi sebuah halangan di kehidupan sehari-hari. Apalagi seseorang di usia ...

Menjadi manusia yang mulia tentunya menjadi keinginan semua orang. Bagaimana tidak? Seorang yang mulia, maka derajatnya akan tinggi di sisi Allah. Menjadi mulia berarti siap untuk menjadikan diri ini sebagai hamba yang taat. Seorang manusia yang taat tentunya akan memiliki iman yang tebal dan kuat. Iman yang kuat menjadikan seseorang bertakwa. Dengan ketakwaan itulah seseorang akan menjadi orang yang mulia. ...

Secara garis besar diam itu bisa dimaknai positif juga bisa dimaknai negatif. Ketika itu bermanfaat apabila dia sudah tahu hakikatnya diam dan apabila belum tahu, maka meraka tidak tahu manfaatnya dan akan menjadi sifat negatif. Kemudian dalam al-Qur’an kata diam itu cuma ada satu dalam al-Qur’an yakni sakata, tetapi dalam pemaknaan bahasa Arab makna diam itu ada beberapa, seperti halnya ...

Kata shabr merupakan bentuk masdar dari kata shabara. Dalam al-Maany diterangkan bahwa shabr adalah menahan diri, tabah menghadapi sesuatu yang sulit, dan bertahan. Dalam Al-Qur’an sendiri telah menyinggung lafaz shabr dibanyak surat dan ayat. Kata shabr ini tidak kurang dari 70 kali digunakan dalam berbagai konteks, dan kata shabr juga disebutkan dalam berbagai bentuk. Adakalanya isim masdar, fi’il madhi, fi’il ...

Menahan amarah dan memaafkan merupakan bentuk ketakwaan seseorang kepada Tuhannya, seperti yang dijelaskan pada QS. Ali Imran ayat 134 bahwa sebaik-baik orang adalah yang dapat menahan amarahnya, serta orang yang memliki hati yang lapang, yakni mudah memaafkan kesalahan oranglain. Dengan itu kita harus paham dan mengerti pengertian dan urgensi keduanya. Antara Menahan Amarah dan Memaafkan Marah dan memaafkan sangat erat ...

Riya’ merupakan salah satu sifat yang dibenci Allah dan Rasul-Nya. Sifat ini memberikan gambaran palsu kepada masyarakat terhadap isi hati seseorang. Usaha untuk memberikan citra baik kepada masyarakat tidak dibarengi dengan niatan baik dari dalam hati. Di era modern ini, memungkinkan seseorang untuk menampakkan kehidupannya kepada khalayak ramai, seperti ibadah dan aktivitas lainnya. Apalagi dengan teknologi komunikasi yang semakin canggih. ...

Titik fokus dalam artikel ini adalah kritik-kritik yang diberikan Neuwirth kepada para sarjana Muslim dan non-Muslim atas kajian al-Qur`an yang selalu menjadi hal menarik untuk dibahas dari waktu ke waktu. Kritik yang diberikan oleh Neuwirth tersebut dipaparkan Fina dalam artikelnya secara jelas dan runtut dari awal hingga akhir. Kritik tersebut berangkat dari pandangan Neuwirth terhadap studi al-Qur`an, bahwa studi ini ...

Dalam kajian Ulumul Qur’an secara garis besar ada dua karakteristik ayat-ayat Al-Qur’an, yaitu muhkam (jelas) dan mutasyabih (samar). Menurut Yunahar Ilyas dalam bukunya Kuliah Ulumul Qur’an menjelaskan definisi yaitu: Ayat-ayat muhkam ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan, ayat-ayat mutasyabih adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali ...

Ketertarikan Angelika Neuwirth Terhadap Studi Al-Quran Artikel ini memaparkan secara runtut bagaimana metode tafsir al-Qur’an kontemporer dari sudut pandang Angelika Neuwirth. Ia adalah seorang sarjana Barat Yahudi yang menekuni kajian al-Qur’an. Sebelum terjun pada kajian al-Qur`an, Neuwirth adalah spesialisasi dalam bidang sastra Arab klasik dan modern. Sehingga ketertarikannya terhadap sastra ikut mempengaruhi pemikirannya terhadap studi al-Qur`an sebagai sebuah pendekatan. Oleh ...