Kehidupan manusia akan terus mengalami perubahan secara berkelanjutan hingga rentang kehidupannya usai. Setiap manusia ingin untuk melakukan perubahan yang lebih baik pada aspek kompetensi dalam hal kognitif, afektif, maupun psikomotor. Perubahan menjadi suatu hal yang wajar dan alami terjadi didalam kehidupan. Menurut manusia maupun organisasi untuk melakukan perubahan dalam rangka menjawab tantangan tersebut dan mempertahankan eksistensinya, sehingga organisasi yang mampu bertahan dan berumur panjang bukanlah yang terkuat melainkan yang paling adaptif.
Perubahan menuntut individu untuk melakukan penyesuaian dengan perubahan yang terjadi perubahan dapat terjadi pada siapa saja. Perubahan yang dihadapi dapat berupa perbedaan bahasa, makanan, pakaian, peran sosial, cuaca, nilai, tradisi serta norma yang mengatur lingkungan baru. Memang perubahan selalu terjadi dan pasti akan terjadi.
Pengertian Perubahan Perilaku
Perubahan adalah berasal dari kata “ubah” yang berarti menjadi lain atau berbeda dari semula. Perubahan adalah proses terjadinya peralihan atau terjadi perpindahan dari status tetap (status)menjadi status tetap yang bersifat dinamis, artinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, mencakup keseimbangan sosial individu maupun organisasi agar dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam mencapai suatu tujuan.
Untuk menunjukkan makna perubahan, Al-Qur’an menggunakan term ghayyara-yughayyiru-taghyyitan yang bermakna merubah, mengganti, dan menukar. Ibnu Faris mengartikan kata ini dengan Dua makna yaitu pertama, shalahun (perbaikan), islhah (reformasi), manfaat (kegunaan); kedua, adalah perbedaan antara dua hal (ikhtilaf ala syayaini).
Perilaku secara etimologis berasal dari kata “peri” dan “laku”. Peri yang berarti cara berbuat, atau tindakan perbuatan, dan laku yang berarti kelakuan, perbuatan, dan cara menjalankan. Perilaku merupakan apa yang dilakukan seseorang atau apa yang diamati seseorang. Perilaku juga bagian fungsi seseorang terlibat dalam suatu tindakan yang merupakan respon atau reaksi terhadap stimulus.
Jadi, Perubahan Perilaku adalah sesuatu paradigma bahwa seseorang akan berubah dengan apa yang seseorang pelajari baik dari keluarga, teman, sahabat ataupun belajar dari diri sendiri, proses pembelajaran diri inilah yang dapat membentuk seseorang, sedangkan pembentukan tersebut sangat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang tersebut baik dalam kesehariannya maupun dalam keadaan tertentu.
Perubahan Perilaku dalam Perspektif islam
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ
“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11).
Ayat diatas sering dipotong oleh sebagian kalangan dengan hanya mengambil bagian ayat berikut:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Ayat ini digunakan sebagai ayat motivasi bahwa Allah tidak akan mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik kecuali dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Banyak orangyang berusaha mengubah nasib mereka dengan membanting tulang, kaki di kepala dan kepala di kaki, demi ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik.
***
Tafsir wajiz menjelaskan tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari, dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasi dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-Nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasi-Nya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah Yang Maha Kuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila, yakni andaikata, Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah. Maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.
Bentuk-bentuk perilaku
Menurut Notoadmodjo (2011), dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Bentuk pasif / perilaku tertutup (convert behavior)
Respons seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respons atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan atau kesadaran dan sikap yang terjadi pada seseorang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.
- Bentuk terbuka (overt behavior)
Respons terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat orang lain.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perubahan perilaku adalah proses perubahan yang dialami oleh seseorang berdasarkan apa yang telah didapatkan dan dipelajarinya melalui berbagai sumber seperti keluarga, teman, lingkungan ataupun diri sendiri. Proses perubahan pada diri seseorang ditentukan oleh kondisi dan kebutuhan dirinya. Ayat-ayat Al-Qur’an diatas yang membahas mengenai perubahan, dapat disimpulkan bahwa Allah selalu mengawasi apapun yang dilakukan oleh manusia serta mengutus malaikat-malaikatnya untuk mengikuti manusia kapanpun dan dimanapun. Allah tidak merubah suatu kaum melainkan mereka mengubab apa yang ada pada diri mereka sendiri baik sikap, mental, dan pikiran mereka sendiri. Apabila Allah telah berkehendak maka tidak ada satupun yang bisa rterlepas dari ketentuan-Nya. Bentuk perubahan perilaku pada seseorang terdiri dari perubahan karena bentuk tertutup. Bentuk perilaku juga dapat terjadi karena perubahan bentuk terbuka.
Editor: An-Najmi


























Leave a Reply