Tanwir.id – Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim dalam Syarh Shahih Muslim no. 49 disebutkan bahwa:
مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَاسْتَطَاعَ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ بِلِسَانِهِ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
“Barangsiapa melihat kemungkaran dan mampu untuk mengubah dengan tangannya hendaklah ia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu hendaklah dengan lisannya, jika tidak mampu dengan tangan hendaklah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.”
Selaras dengan itu, Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangungan (PSIPP) Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta kembali menggelar Diskusi Berseri Nasional yang bekerja sama dengan The Asia Foundation. Kegiatan ini diadakan sebagai lanjutan dari seri pertama dari rangkaian Diskusi Berseri Nasional “Dari Kita untuk Mereka”
Pada seri ke II, yang terselenggara pada Hari Senin (14/9), webinar ini membicarakan tema “Peran Organisasi Otonom Persyarikatan Muhammadiyah; Sikap dan Kebijkan Internal dalam Penghapusan Kekerasan Seksual”. Acara yang dilaksanakan melalui Zoom ini disiarkan secara langsung di Kanal YouTube PSIPP ITB-AD.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Najih Prasetiyo menjadi pembicara pada acara tersebut. Selain itu, Sunanto atau yang dikenal Cak Nanto Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah; Hafidz Syafa’aturrahman, Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah; dan Khotimun Sutanti selaku Wakil Sekretaris ex oficio Fokal Point Protection From Sexual Exploitation and Abuse (PSEA) MDMC PP Muhammadiyah.
Dalam pengantarnya, Yulianti Muthmainnah selaku ketua PSIPP ITB-AD, mengutip hadis riwayat Muslim diatas. Sebagaimana kita tau bahwa kekerasan seksual merupakan sebuah kemungkaran yang perlu kita ubah dan kita tuntaskan. Untuk itu, perlu adanya sikap yang jelas dan kebijakan yang harus dibuat untuk mengatasi kemungkaran itu.
Perlunya dukungan kepada korban kekerasan seksual agar dapat bersuara; memperjuangkan hak atas kebenaran, hak keadilan dan hak pemulihan. Karena saat ini, korban masih banyak yang bungkam atau dipaksa untuk bungkam atas kemungkaran yang terjadi. Hal itu terjadi salah satunya karena tidak ada dukungan dari orang-orang disekelilingnya. Program ini diinisiasi sebagai cara untuk menunjukkan empati lebih kepada korban kekerasan seksual.
“Ketika ada kasus kekerasan seksual dan anak yang terjadi di lingkungan kita sendiri, di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, di lingkungan Angkatan Muda Muhammadiyah bagaimana menyikapinya?” ujarnya.
“Kita telah sepakat bahwa perlindungan bagi perempuan dan anak merupakan bagian dari perlindungan bagi umat manusia” jelasnya.
Reporter: Ananul Nahari Hayunah



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.