Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengkaji Kosakata Akhlak Dalam Al-Qur’an

Kosakata
Sumber: https://2021.co.id/

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw. telah mengatur segala kehidupan di dunia. Di dalamnya mengajarkan cara berturur kata dan cara berinteraksi terhadap sesama. Di sisi lain, kitab ini menekankan begitu pentingnya akhlak dalam kehidupan. Spirit Al-Qur’an mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Allah, sesama manusia, dan kepada lingkungan. Di samping istilah “akhlak”, kita juga mengenal istilah “etika” dan “moral”. Ketiga istilah itu sama-sama menentukan nilai baik dan buruk dari sikap dan perbuatan manusia. Perbedaannya terletak pada standar masing-masing. Akhlak standarnya adalah Alqurān dan Sunnah. Sedangkan etika standarnya adalah pertimbangan akal pikiran, dan moral standarnya adalah adat kebiasaan yang umum dimasyarakat. 

Pengertian Akhlak

Kosakata akhlak berasal dari bahasa Arab yang berbentuk jamak dari bentuk mufrodnya khuluq. Menurut bahasa, akhlak adalah perangkai, tabi’at, dan agama. Kosakata tersebut mangandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalq yang berarti “kejadian”. Serta hubungannya dengan kata khaliq yang berarti “pencipta” dan makhluq yang berarti “yang diciptakan”. Kosakata akhlak juga dapat kita temukan dalam ḥadiṡ yang sangat populer yang diriwayatkan oleh Imam Malik. Yang artinya: “Bahwasanya aku (Muhammad) diutus tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia”.

Secara termologis, terdapat beberapa definisi kosakata akhlak yang diikemukakan oleh para ahli. Aḥmad Amin mendefinisikan akhlak sebagai “kehendak yang dibiasakan”. Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa akhlak adalah “sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.” Sedangkan Abdullah Darraz mengemukakan bahwa akhlak adalah “suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap yang membawa kecendrungan kepada pemilihan pada pihak yang benar (akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (akhlak yang buruk)”.  

Baca Juga  Kenikmatan Duniawi dan Cara Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahawa akhlak adalah ṭabi‟at atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang telah terlatih. Sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melakat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan. Tanpa dipikirkan dan diangan-angankan terlebih dahulu. Akhlak merupakan bagian dari syariat Islam, yakni bagian dari perintah dan larangan Allah. Akhlak merupakan sifat yang harus dimiliki seorang muslim guna menyempurnakan pengalamannya terhadap Islām

Macam-Macam Akhlak

Al-Qur’an menekankan begitu pentingnya akhlak, ia juga mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Allah, sesama manusia, dan kepada  lingkungan.

Akhlak Terhadap Allah

Akhlak terhadap Allah rnerupakan pengakuan terhadap kalimat tauhid lailiha illallah yang menjadi dasar dari segala ajaran Islam bukan sekedar diyakini sebagai kuno segala sesuatu, tidak sekedar unruk diucapkan dengan lidah sebagai buah bibir belaka rnelainkan dia akan memiliki fungsi riil dan makna signifikan bagi yang mengaplikasikannya dalam kehidupan. Maknanya adalah bahwa jika kalimat tersebut diucapkan berarti tidak diperbolehkan sama sekali mengakui adanya Tuhan selain Allah Swt antara kata Iii dan ilia atau antara ungkapan negative dan konfirmatif terdapat prinsip fundamental akidah Islam. Kata Iii menunjukkan negasi atas segala bentuk penuhanan terhadap apapun seperti harta kekayaan dan sebagainya. Ketakwaan atau pemeliharaan hubungan dengan Allah dapat dilakukan antara lain dengan cara beriman kepada Allah menurut cara- cara yang diajarkan melalui wahyu yang sengaja diturunkan-Nya, beribadah kepada Nya, mensyukuri nikmat Nya, bersabar menerima cobaan dari Allah, memohon ampunan atas segala dosa dan tobat dalam makna sadar.

Akhlak Terhadap Sesama Manusia

Akhlak terhadap sesama manusia inilah kelihatannya yang paling mendapatkan porsi yang lebih besar dalam Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat yang mejadi dasar unruk mengatur kehidupan manusia megenai bagimana seharusnya ia bertindak dan bertingkah laku terhadap sesamanya manusia dan sebagainya. Petunjuk semacarn ini adakalanya dalarn bentuk perintah dan adakalanya pula dalam benruk larangan. Hal-hal yang baik tenrunya menjadi hal yang diperintahkan dan sebaliknya hal-hal yang buruk menjadi suatu hal yang dilarang. Allah swt. memerintahkan untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik mulai dari bagaimana seorang hamba bertutur kata yang baik (QS. Al-Baqarah [2): 83). Khususnya pada yang lebih tua seperti pada orang tua dan umumnya pada semua orang. Hubungan terhadap sesama manusia dapat dilakukan seperti saling tolong menolong, menghargai, menghormati dan lain-lain.

Baca Juga  Menelisik Perbedaan makna Ni’mah dan Na’im dalam Al-Qur’an

Akhlak Terhadap Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, rumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda bernyawa. Jangankan kepada Allah dan manusia bahkan kepada makhluk lain selain manusia pun mendapatkan tempar dalam akhlak Islam. Allah swt memberi perhacian kepada alam sehingga pengrusakan terhadap alarn pun sangat dikecam.

Allah berfirman dalam surah al-A’raf ayar 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya  dan berdoalah kepada-Nya dengon rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat  kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. al-A’raf [7]: 56).” Manusia dituntut untuk memiliki tanggung jawab sehingga ia tdak melakukan pengrusakan. Setiap pengrusakan terhadap alam atau lingkungan harus dinilai sebagai pengrusakan pada diri manusia sendiri. Binatang, tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah dan menjadi rnilik Allah, serta semua merniliki ketergantungan kepada-Nya.

Kesimpulan

Yang dimaksud akhlak dalam Al-Qur’an yaitu, akhlak yang didasari dengan nash-nash qurāni dengan memperhatikan urgensifitas kajian akhlak karimah. Yaitu mengenai akhlak dengan sosok figur yang menjadi panutan umat Islām mengenai akhlak yang terpuji adalah Rasulullah SAW. Karena sifat Rasulullah SAW tercermin didalam Al-Qur’an agar manusia mempunyai bentuk sikap dan perbuatan yang terpuji dan terhindar dari sifat-sifat tercela. Al-Qur’an menekankan begitu pentingnya akhlak, Al-Qur’an mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Allah, sesama manusia, dan kepada  lingkungan.

Akhlak terhadap Allah merupakan pengakuan terhadap kalimat tauhid lailiha illallah yang menjadi dasar dari segala ajaran Islam bukan sekedar diyakini sebagai kuno segala sesuatu, tidak sekedar unruk diucapkan dengan lidah sebagai buah bibir belaka rnelainkan dia akan memiliki fungsi riil dan makna signifikan bagi yang mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Baca Juga  Memahami Al-Qur’an dan Tafsir Perspektif Asghar Ali Engineer

Sebagai manusia, hendaklah mempunyai sikap dan sifat yang terpuji. Sehingga manusia bisa membangun kepribadian yang terpuji dan terhindar dari sifat-sifat tercela tidak melakukan pengrusakan pada lingkungan atau alam. Karena hal ini sarna dengan pengrusakan pada diri manusia juga Mengingat saat ini banyak orang yang menomor sekiankan akhlak, untuk itu jadilah salah satu dari orang yang mementingkan, memiliki serta menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak merupakan cerminan diri dari seseorang itu sendiri.